Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Sistem Pemidanaan Anak yang Berkonflik dengan Hukum: Ditinjau dari Tujuan Pemidanaan

Papua Law Journal · Vol. UME (2024) · pp. 153–165

ISSN
2540-9166, 2540-7716
Published
2024-01-11
Publisher
Faculty of Law Cenderawasih University
Language
eng

Abstract

Sistem pemidanaan yang sampai sekarang terkadang masih memperlakukan anak-anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana, seperti pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa. Padahal sebenarnya anak yang berkonflik dengan hukum harus diperlakukan berbeda dengan orang dewasa sebagaimana orientasi yang ditujukan sistem peradilan anak adalah lebih pada proses rehabilitasi moral dan mental anak dengan harus memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Tujuan dari penelitian ini ada dua, pertama untuk memahami Sistem Pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum ditinjau dari perspektif tujuan pemidanaan, dan yang kedua Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Metode penelitian yang digunakan normatif yang dilakukan melalui studi pustaka dengan menggunakan pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pemidanaan anak wajib mengutamakan pendekatan Keadilan Restoratif, serta wajib diupayakan diversi dengan tujuan mencapai perdamaian antara korban dan Anak yang bertujuan untuk mengembalikan kembali anak supaya bisa hidup dan beradaptasi dalam masyarakat. Terdapat beberapa hak-hak bagi anak yang berkonflik dengan hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang sistem peradilan pidana anak dan undang-undang perlidungan anak diantaranya memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.

Collaboration network of the authors

5 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Handayani Makassar
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Abdul Latief ArdaUniversitas Handayani Makassar1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Pemidanaan Anak yang Berkonflik dengan Hukum: Ditinjau dari Tujuan Pemidanaan </dc:title>
	<dc:creator>Iskandar, Ismail</dc:creator>
	<dc:creator>Abdullah, Faisal</dc:creator>
	<dc:creator>Amri, Ulil</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Besse</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem pemidanaan yang sampai sekarang terkadang masih memperlakukan anak-anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana, seperti pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa. Padahal sebenarnya anak yang berkonflik dengan hukum harus diperlakukan berbeda dengan orang dewasa sebagaimana orientasi yang ditujukan sistem peradilan anak adalah lebih pada proses rehabilitasi moral dan mental anak dengan harus memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Tujuan dari penelitian ini ada dua, pertama untuk memahami Sistem Pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum ditinjau dari perspektif tujuan pemidanaan, dan yang kedua Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Metode penelitian yang digunakan normatif yang dilakukan melalui studi pustaka dengan menggunakan pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pemidanaan anak wajib mengutamakan pendekatan Keadilan Restoratif, serta wajib diupayakan diversi dengan tujuan mencapai perdamaian antara korban dan Anak yang bertujuan untuk mengembalikan kembali anak supaya bisa hidup dan beradaptasi dalam masyarakat. Terdapat beberapa hak-hak bagi anak yang berkonflik dengan hukum sebagaimana yang diatur dalam undang-undang sistem peradilan pidana anak dan undang-undang perlidungan anak diantaranya memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Law Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/3532</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Papua Law Journal; VOLUME 8 ISSUE 2, 2024; 153-165</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Papua Law Journal; VOLUME 8 ISSUE 2, 2024; 153-165</dc:source>
	<dc:source>2540-9166</dc:source>
	<dc:source>2540-7716</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PLJ/article/view/3532/2589</dc:relation>
</oai_dc:dc>