Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Indonesia’s Maritime Diplomacy and Regional Security in the Indo-Pacific

Diplomasi Maritim Indonesia dan Keamanan Kawasan Indo Pasifik

Papua Journal of Diplomacy and International Relations · Vol. 5 No. 1 (2025) · pp. 50–64

DOI
10.31957/pjdir.v5i1.4309
ISSN
2797-0957
Published
2025-03-03
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

English

The Indo-Pacific is a strategic area and a stage for competition among major powers. The region’s vast potential, connecting two oceans and continents, serves as a highly strategic maritime trade route. This article aims to analyse the extent to which Indonesia’s maritime diplomacy contributes to maintaining security in the Indo-Pacific region. The research adopted a qualitative method with an analytical-descriptive approach. Data collection techniques involved literature studies, while data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework employed consisted of maritime diplomacy and middle power concepts. The research argues that Indonesia, as a middle power, has utilized the Global Maritime Fulcrum vision as a persuasive diplomatic tool to enhance its influence and contribute to maintaining security in the region. However, the Global Maritime Fulcrum as a model of persuasive maritime diplomacy has been gradually abandoned, shifting towards cooperative maritime diplomacy. Indonesia adopted a more cooperative approach in responding to issues and security dynamics in the region. KEYWORDSGlobal Maritime Fulcrum; Indo-Pacific; Maritime Diplomacy; Middle Power; Security

Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana diplomasi maritim Indonesia berperan dalam menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Indo-Pasific adalah kawasan strategis dan menjadai ajang kontestasi negara-negara besar. Potensi besar kawasan yang menghubungkan dua samudera dan benua, menjadi jalur perdagangan laut yang sangat strategis. Hal ini mendorong munculnya beragam tantangan dan ancaman keamanan. Indonesia sebagai negara yang tepat berada di kawasan memiliki kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo Pasifik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan ialah diplomasi maritim dan middle power. Hasil penelitian menujukkan bahwa Indonesia sebagai middle power menggunakan Visi Poros Maritim Dunia sebagai alat diplomasi persuasif untuk meningkatkan pengaruh dan kewibaan Indonesia di kawasan. Namun Poros Maritim Dunia sebagai model diplomasi maritim persuasif ini perlahan ditinggalkan dan bergeser menuju diplomasi maritim kooperatif. Sikap Indonesia menjadi lebih kooperatif dan dinamis dalam merespon dinamika keamanan di kawasan serta lebih mampu menyesuaikan kepentingannya dengan negara-negara besar yang memiliki inisiatif tertentu untuk dapat lebih terkoneksi dengan kawasan Indo-Pasifik.

Collaboration network of the authors

16 authors · 22 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus Zainal ArifinInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Kadir KadirAffiliation unknown1
La ArapuAffiliation unknown1
Dahlan DahlanAffiliation unknown1
Rafiuddin RafiuddinAffiliation unknown1
Rahma RamadhaniAffiliation unknown1
Meriana Wahyu NugrohoAffiliation unknown1
Siti Luthfiyyah AdiningsihAffiliation unknown1
Luluatu NayirohAffiliation unknown1
Yusran MansyurAffiliation unknown1
Sylvia SjarlisAffiliation unknown1
Intan Anisa PutriAffiliation unknown1
Ktut MurniatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Indonesia’s Maritime Diplomacy and Regional Security in the Indo-Pacific</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Diplomasi Maritim Indonesia dan Keamanan Kawasan Indo Pasifik</dc:title>
	<dc:creator>Hakiem, Fadhlan Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Mayasari, Mayasari</dc:creator>
	<dc:creator>Abidin, Zainal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Indo-Pacific is a strategic area and a stage for competition among major powers. The region’s vast potential, connecting two oceans and continents, serves as a highly strategic maritime trade route. This article aims to analyse the extent to which Indonesia’s maritime diplomacy contributes to maintaining security in the Indo-Pacific region. The research adopted a qualitative method with an analytical-descriptive approach. Data collection techniques involved literature studies, while data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework employed consisted of maritime diplomacy and middle power concepts. The research argues that Indonesia, as a middle power, has utilized the Global Maritime Fulcrum vision as a persuasive diplomatic tool to enhance its influence and contribute to maintaining security in the region. However, the Global Maritime Fulcrum as a model of persuasive maritime diplomacy has been gradually abandoned, shifting towards cooperative maritime diplomacy. Indonesia adopted a more cooperative approach in responding to issues and security dynamics in the region.
KEYWORDSGlobal Maritime Fulcrum; Indo-Pacific; Maritime Diplomacy; Middle Power; Security</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana diplomasi maritim Indonesia berperan dalam menjaga keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Indo-Pasific adalah kawasan strategis dan menjadai ajang kontestasi negara-negara besar. Potensi besar kawasan yang menghubungkan dua samudera dan benua, menjadi jalur perdagangan laut yang sangat strategis. Hal ini mendorong munculnya beragam tantangan dan ancaman keamanan. Indonesia sebagai negara yang tepat berada di kawasan memiliki kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Indo Pasifik. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan ialah diplomasi maritim dan middle power. Hasil penelitian menujukkan bahwa Indonesia sebagai middle power menggunakan Visi Poros Maritim Dunia sebagai alat diplomasi persuasif untuk meningkatkan pengaruh dan kewibaan Indonesia di kawasan. Namun Poros Maritim Dunia sebagai model diplomasi maritim persuasif ini perlahan ditinggalkan dan bergeser menuju diplomasi maritim kooperatif. Sikap Indonesia menjadi lebih kooperatif dan dinamis dalam merespon dinamika keamanan di kawasan serta lebih mampu menyesuaikan kepentingannya dengan negara-negara besar yang memiliki inisiatif tertentu untuk dapat lebih terkoneksi dengan kawasan Indo-Pasifik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/article/view/4309</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/pjdir.v5i1.4309</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Papua Journal of Diplomacy and International Relations; Vol 5 No 1 (2025); 50-64</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Papua Journal of Diplomacy and International Relations; Vol. 5 No. 1 (2025); 50-64</dc:source>
	<dc:source>2797-0957</dc:source>
	<dc:source>10.31957/pjdir.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/article/view/4309/3092</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Papua Journal of Diplomacy and International Relations</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>