Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Collaboration between Indonesia’s Government and UNICEF in Improving Education: The Case of the Early Grade Literacy Program in Papua

Program Early Grade Literacy (EGL): Bukti Kolaborasi Efektif antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF untuk Pendidikan Papua

Papua Journal of Diplomacy and International Relations · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 212–236

DOI
10.31957/pjdir.v5i2.4485
ISSN
2797-0957
Published
2025-10-07
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

English

This article aims to discuss the Indonesian government’s efforts to establish international cooperation in the education sector, with a particular focus on United Nations Children’s Fund (UNICEF). It particularly examines how UNICEF can contribute to addressing literacy challenges in Merauke District, Papua—one of the areas where students exhibit low reading and writing skills in the early years of primary education. From an international relations perspective, it highlights how education diplomacy can strengthen local capabilities through global cooperation, exemplified by UNICEF’s Early Grade Literacy Program. Drawing on interviews and program report analysis, this study revealed a significant reduction in non-readers, from almost half to less than a quarter, while the number of students who could read and comprehend texts fluently almost doubled. Creative engagement, like the use of songs, teaching aids, and parent education campaigns, proved the effectiveness of international cooperation at a local scale. These findings not only support the inclusive education targets in the SDGs but also reinforce the strategic role of education diplomacy in addressing disparities in marginalized areas. KEYWORDS Education; Indonesia; International Cooperation; Papua; UNICEF

Bahasa Indonesia

AbstrakMasalah literasi di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke, menjadi tantangan serius dengan rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa pada tahap awal pendidikan dasar. Program Early Grade Literacy (EGL) yang diimplementasikan oleh UNICEF hadir untuk meningkatkan kualitas literasi melalui pelatihan guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penilaian kemampuan siswa dengan menggunakan tes Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dan analisis data sekunder dari laporan program. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kemampuan literasi siswa. Data EGRA awal dan akhir menunjukkan penurunan jumlah siswa yang belum bisa membaca dari 50% menjadi 22% dan peningkatan jumlah siswa yang lancar membaca dengan pemahaman bacaan dari 24% menjadi 47%. Program ini juga melibatkan pendekatan kreatif, seperti lagu dan alat peraga, serta kampanye pendidikan untuk meningkatkan partisipasi orang tua. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa program EGL mendukung pencapaian target pendidikan inklusif dalam SDGs dan menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil. KATA KUNCI Literasi, Pendidikan Dasar, Program Early Grade Literacy, Papua

Collaboration network of the authors

10 authors · 17 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ronel Jhon Lumor GuarteAffiliation unknown1
ChalizaAffiliation unknown1
jefri jefriAffiliation unknown1
Widya AstutiAffiliation unknown1
Muhammad Reza FahlevyAffiliation unknown1
Asbudi AsbudiAffiliation unknown1
Nurjannah AbdullahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Collaboration between Indonesia’s Government and UNICEF in Improving Education: The Case of the Early Grade Literacy Program in Papua</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Program Early Grade Literacy (EGL): Bukti Kolaborasi Efektif antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF untuk Pendidikan Papua</dc:title>
	<dc:creator>Hastira, Muhammad Fajhriyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Hastira, Muh. Fichriyadi</dc:creator>
	<dc:creator>Mangiri, Gabriela Karunia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This article aims to discuss the Indonesian government’s efforts to establish international cooperation in the education sector, with a particular focus on United Nations Children’s Fund (UNICEF). It particularly examines how UNICEF can contribute to addressing literacy challenges in Merauke District, Papua—one of the areas where students exhibit low reading and writing skills in the early years of primary education. From an international relations perspective, it highlights how education diplomacy can strengthen local capabilities through global cooperation, exemplified by UNICEF’s Early Grade Literacy Program. Drawing on interviews and program report analysis, this study revealed a significant reduction in non-readers, from almost half to less than a quarter, while the number of students who could read and comprehend texts fluently almost doubled. Creative engagement, like the use of songs, teaching aids, and parent education campaigns, proved the effectiveness of international cooperation at a local scale. These findings not only support the inclusive education targets in the SDGs but also reinforce the strategic role of education diplomacy in addressing disparities in marginalized areas.
 KEYWORDS
Education; Indonesia; International Cooperation; Papua; UNICEF</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">AbstrakMasalah literasi di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke, menjadi tantangan serius dengan rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa pada tahap awal pendidikan dasar. Program Early Grade Literacy (EGL) yang diimplementasikan oleh UNICEF hadir untuk meningkatkan kualitas literasi melalui pelatihan guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penilaian kemampuan siswa dengan menggunakan tes Early Grade Reading Assessment (EGRA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pemangku kepentingan lokal dan analisis data sekunder dari laporan program. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kemampuan literasi siswa. Data EGRA awal dan akhir menunjukkan penurunan jumlah siswa yang belum bisa membaca dari 50% menjadi 22% dan peningkatan jumlah siswa yang lancar membaca dengan pemahaman bacaan dari 24% menjadi 47%. Program ini juga melibatkan pendekatan kreatif, seperti lagu dan alat peraga, serta kampanye pendidikan untuk meningkatkan partisipasi orang tua. Temuan-temuan tersebut membuktikan bahwa program EGL mendukung pencapaian target pendidikan inklusif dalam SDGs dan menjadi model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
&amp;nbsp;
KATA KUNCI
Literasi, Pendidikan Dasar, Program Early Grade Literacy, Papua</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/article/view/4485</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/pjdir.v5i2.4485</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Papua Journal of Diplomacy and International Relations; Vol 5 No 2 (2025); 212-236</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en-US">Papua Journal of Diplomacy and International Relations; Vol. 5 No. 2 (2025); 212-236</dc:source>
	<dc:source>2797-0957</dc:source>
	<dc:source>10.31957/pjdir.v5i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/PJDIR/article/view/4485/3236</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Papua Journal of Diplomacy and International Relations</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>