Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Implementasi Green Accounting dan Dampaknya pada Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Adat Masyarakat Moi di Kabupaten Sorong (Studi Kasus pada Perusahaan Kelapa Sawit)

JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA) · Vol. 7 No. 2 (2024) · pp. 42–55

DOI
10.52062/jaaa.v7i2.4649
Published
2024-11-30
Publisher
JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA)
Language
eng

Abstract

Abstract The rapid development of industry in Indonesia that is not balanced with social responsibility for the environment has caused environmental damage. The long process that companies go through, from processing raw materials to turning into finished products, often focuses on maximizing profits without paying attention to environmental responsibility (Auliya, 2018). As a result, environmental damage such as air, soil, and water pollution continues to occur, one example is forest and land fires during the 2015-2019 period caused by the conversion of land to plantations (Kompas.com, 2019). To overcome this problem, the government through the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) initiated the Company Performance Assessment Program (PROPER) which aims to improve the company's environmental performance. One of the approaches that plays an important role in this is environmental accounting. Environmental accounting helps companies analyze waste-related costs, support decision-making, and encourage more environmentally friendly operational practices (Prasetyo, R. A & Adi, 2020). This research aims to analyze customary forest management with a green accounting approach to support sustainability. The location of the research is a palm oil company in the customary area of the Moi community, Sorong Regency. With the phenomenological method, data is collected through interviews and observations, then analyzed qualitatively descriptively. The results of the study show that the implementation of green accounting in palm oil companies includes the integration of environmental costs in business decision-making, CSR implementation, and environmental impact management. Green accounting supports sustainability, even though its implementation is constrained by a lack of technology, standard guidelines, and understanding of human resources. The positive impacts include improving the welfare of indigenous peoples, but the negative impact is the loss of traditional livelihoods that trigger conflicts. Keywords: Green Accounting, and Sustainability of Customary Forests Abstrak Pesatnya perkembangan industri di Indonesia yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan telah menyebabkan kerusakan lingkungan. Proses panjang yang dilalui perusahaan, mulai dari mengolah bahan mentah hingga menjadi produk jadi, sering kali berfokus pada upaya memaksimalkan keuntungan tanpa memperhatikan tanggung jawab lingkungan (Auliya, 2018). Akibatnya, kerusakan lingkungan seperti pencemaran udara, tanah, dan air terus terjadi, salah satu contohnya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 2015-2019 yang disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan (Kompas.com, 2019). Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER) yang bertujuan meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan. Salah satu pendekatan yang berperan penting dalam hal ini adalah akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan membantu perusahaan menganalisis biaya terkait limbah, mendukung pengambilan keputusan, dan mendorong praktik operasional yang lebih ramah lingkungan (Prasetyo, R. A & Adi, 2020). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan hutan adat dengan pendekatan green accounting untuk mendukung keberlanjutan. Lokasi penelitian adalah perusahaan kelapa sawit di wilayah adat masyarakat Moi, Kabupaten Sorong. Dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan green accounting di perusahaan kelapa sawit meliputi integrasi biaya lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis, pelaksanaan CSR, dan pengelolaan dampak lingkungan. Green accounting mendukung keberlanjutan, meski implementasinya terkendala kurangnya teknologi, pedoman standar, dan pemahaman SDM. Dampak positifnya mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat adat, tetapi dampak negatifnya adalah hilangnya penghidupan tradisional yang memicu konflik. Kata Kunci: Green Accounting, dan Keberlanjutan Hutan Adat

Collaboration network of the authors

40 authors · 130 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Bill J. C PangayowAffiliation unknown5
Syaikhul FalahAffiliation unknown5
Anthonius H. Citra WijayaAffiliation unknown4
Pascalina V. S SesaAffiliation unknown4
Pascalina Van Sweet SesaAffiliation unknown3
Agustinus SalleAffiliation unknown3
Ulfah Rizky MusliminAffiliation unknown3
Paulus K. Allo LayukAffiliation unknown3
Aaron M.A. SimanjuntakAffiliation unknown2
Rudiawie LarasatiAffiliation unknown2
Otniel SafkaurAffiliation unknown2
Cornelia D. MataniAffiliation unknown2
Kurniawan PatmaAffiliation unknown2
Yundy HafizriandaAffiliation unknown2
Bill PangayowAffiliation unknown2
Novalia Herlina BleskaditAffiliation unknown2
Siti RofingatunAffiliation unknown2
Berlian Ritha BeloAffiliation unknown1
Lynda LyndaAffiliation unknown1
Yulita DeisyiAffiliation unknown1
Christina RandalayukAffiliation unknown1
Leli Piska YumameAffiliation unknown1
Elisha Jansen SambaraAffiliation unknown1
Sylvia Christina DaatAffiliation unknown1
Yustinus Tito SusiloAffiliation unknown1
Futry Dwi JayantiAffiliation unknown1
Jhon Urasti BlesiaAffiliation unknown1
Maylend KambuayaAffiliation unknown1
Deson WanimboAffiliation unknown1
Jhon BlesiaAffiliation unknown1
Aaron SimanjuntakAffiliation unknown1
Lisnawati SimanungkalitAffiliation unknown1
Anthonius WijayaAffiliation unknown1
Sylvia DaatAffiliation unknown1
Ellend FransiskaAffiliation unknown1
Putri Purwaning SuciAffiliation unknown1
Pascalina SesaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/AAA/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Green Accounting dan Dampaknya pada Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Adat Masyarakat Moi di Kabupaten Sorong (Studi Kasus pada Perusahaan Kelapa Sawit)</dc:title>
	<dc:creator>safisa, kostantina</dc:creator>
	<dc:creator>Asnawi, Meinarni</dc:creator>
	<dc:creator>Waromi, Juliana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract
The rapid development of industry in Indonesia that is not balanced with social responsibility for the environment has caused environmental damage. The long process that companies go through, from processing raw materials to turning into finished products, often focuses on maximizing profits without paying attention to environmental responsibility (Auliya, 2018). As a result, environmental damage such as air, soil, and water pollution continues to occur, one example is forest and land fires during the 2015-2019 period caused by the conversion of land to plantations (Kompas.com, 2019). To overcome this problem, the government through the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) initiated the Company Performance Assessment Program (PROPER) which aims to improve the company's environmental performance. One of the approaches that plays an important role in this is environmental accounting. Environmental accounting helps companies analyze waste-related costs, support decision-making, and encourage more environmentally friendly operational practices (Prasetyo, R. A &amp;amp; Adi, 2020). This research aims to analyze customary forest management with a green accounting approach to support sustainability. The location of the research is a palm oil company in the customary area of the Moi community, Sorong Regency. With the phenomenological method, data is collected through interviews and observations, then analyzed qualitatively descriptively. The results of the study show that the implementation of green accounting in palm oil companies includes the integration of environmental costs in business decision-making, CSR implementation, and environmental impact management. Green accounting supports sustainability, even though its implementation is constrained by a lack of technology, standard guidelines, and understanding of human resources. The positive impacts include improving the welfare of indigenous peoples, but the negative impact is the loss of traditional livelihoods that trigger conflicts.
&amp;nbsp;Keywords: Green Accounting, and Sustainability of Customary Forests 
Abstrak
Pesatnya perkembangan industri di Indonesia yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan telah menyebabkan kerusakan lingkungan. Proses panjang yang dilalui perusahaan, mulai dari mengolah bahan mentah hingga menjadi produk jadi, sering kali berfokus pada upaya memaksimalkan keuntungan tanpa memperhatikan tanggung jawab lingkungan (Auliya, 2018). Akibatnya, kerusakan lingkungan seperti pencemaran udara, tanah, dan air terus terjadi, salah satu contohnya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 2015-2019 yang disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi perkebunan (Kompas.com, 2019). Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER) yang bertujuan meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan. Salah satu pendekatan yang berperan penting dalam hal ini adalah akuntansi lingkungan. Akuntansi lingkungan membantu perusahaan menganalisis biaya terkait limbah, mendukung pengambilan keputusan, dan mendorong praktik operasional yang lebih ramah lingkungan (Prasetyo, R. A &amp;amp; Adi, 2020). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan hutan adat dengan pendekatan green accounting untuk mendukung keberlanjutan. Lokasi penelitian adalah perusahaan kelapa sawit di wilayah adat masyarakat Moi, Kabupaten Sorong. Dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan green accounting di perusahaan kelapa sawit meliputi integrasi biaya lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis, pelaksanaan CSR, dan pengelolaan dampak lingkungan. Green accounting mendukung keberlanjutan, meski implementasinya terkendala kurangnya teknologi, pedoman standar, dan pemahaman SDM. Dampak positifnya mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat adat, tetapi dampak negatifnya adalah hilangnya penghidupan tradisional yang memicu konflik.
&amp;nbsp;Kata Kunci: Green Accounting, dan Keberlanjutan Hutan Adat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA)</dc:publisher>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA)</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/AAA/article/view/4649</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.52062/jaaa.v7i2.4649</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA); Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 November 2024; 42-55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA); Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 November 2024; 42-55</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/AAA/article/view/4649/3153</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 JURNAL AKUNTANSI, AUDIT, DAN ASET (AAA)</dc:rights>
</oai_dc:dc>