Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pemodelan Objek Budaya Keris Berbasis Semantic Web

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 1 (2024) · pp. 37–46

DOI
10.25126/jtiik.20241116727
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-02-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL.

English

Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL.

Keywords

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Duta Wacana Christian University
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pemodelan Objek Budaya Keris Berbasis Semantic Web</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Pemodelan Objek Budaya Keris Berbasis Semantic Web</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Susanto, Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Antarani, Mariaty Octavia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Virginia, Gloria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Proboyekti, Umi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">keris</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">semantic web</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ontologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">objek budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">owl</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6727</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241116727</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 1: Februari 2024; 37-46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 1: Februari 2024; 37-46</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024111</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6727/1254</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>