Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL.
English
Keris merupakan objek budaya Indonesia yang tergolong belati, yaitu senjata ‘bermata dua’ yang bilahnya ada yang lurus dan yang luk. Keris memiliki data deskripsi, meliputi bilah, warangka, jejeran, mendhak, pendhok, ganja, pesi, dhapur, tangguh, pamor, fungsi dan kegunaan, tradisi perlakuan dan penilaian keris. Begitu luasnya deskripsi informasi dari objek keris, menuntut tersedianya suatu infrastruktur yang mendukung representasi pengetahuan objek keris. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan kerangka semantic web dan direpresentasikan dalam bentuk ontologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah on-to-knowledge. Tahapan dari metode ini adalah feasibility, kick-off, refinement, evaluasi, serta aplikasi dan evolusi. Tetapi dalam membangun ontologi keris hanya digunakan empat tahapan, sedangkan tahapan ke lima tidak digunakan. Feasibility adalah tahap uji kelayakan penelitian. Kick-off adalah tahapan permulaan penelitian. Refinement adalah tahapan membangun graf yang sempurna dengan aplikasi Protégé. Evaluasi adalah tahapan evaluasi logika ontologi, dengan menggunakan reasoner hermit dan DL query pada Protégé. Penelitian ini melaporkan hasil dari tahapan yang dilakukan dalam implementasi metode on-to-knowledge. Hasil akhir penelitian ini adalah representasi pengetahuan objek budaya keris berbasis OWL.
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Duta Wacana Christian University
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-author
Organisation
Joint articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.