Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 2

Implementasi Algoritme Clefia 128-Bit untuk Pengamanan Modul Komunikasi Lora

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 9 No. 7 (2022) · pp. 1647–1654

DOI
10.25126/jtiik.2022976766
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2022-12-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id

Abstract

LoRa, yang berarti “Long Range” adalah sebuah sistem komunikasi nirkabel jarak jauh, yang dipromosikan oleh LoRa Alliance. LoRa merupakan sebuah protokol pengiriman data berdaya rendah yang menggunakan spektrum radio. LoRa memiliki tujuan agar dapat digunakan pada sebuah perangkat bertenaga baterai yang tahan lama, di mana konsumsi energi adalah yang paling utama. Namun, pada dasarnya modul komunikasi LoRa tidak memiliki sistem keamanan untuk melindungi pesan saat melakukan transfer data, dan hal itu menyebabkan modul LoRa sangat rentan terhadap serangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satu cara untuk mengamankan modul komunikasi LoRa adalah dengan menerapkan sistem keamanan yang dapat mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab membaca pesan yang dikirim, yaitu dengan menggunakan metode enkripsi. Metode enkripsi yang akan digunakan adalah algoritme Clefia 128-bit. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada penelitian, algoritme Clefia 128-bit terbukti dapat mencegah serangan sniffing dan known-plaintext-attack. Pada pengujian serangan sniffing, penyerang hanya mampu mendapatkan pesan yang masih berbentuk ciphertext sehingga pesan asli tidak dapat dibaca. Pada pengujian serangan known-plaintext-attack, penyerang gagal menemukan key asli yang digunakan pada algoritme Clefia 128-bit, sehingga penyerang gagal melakukan serangan ke sistem. AbstractLoRa, which means “Long Range” is a long range wireless communication system, promoted by the LoRa Alliance. LoRa is a low-power data transmission protocol that uses the radio spectrum. LoRa aims to be used in a battery-powered device that lasts a long time, where energy consumption is the most important. However, basically the LoRa communication module does not have a security system to protect messages when transferring data, and that causes the LoRa module to be very vulnerable to attacks by irresponsible parties. One way to secure the LoRa communication module is to implement a security system that can prevent irresponsible parties from reading the messages sent, by using the encryption method. The encryption method that will be used is the 128-bit Clefia algorithm. From the results of the tests carried out in the study, the Clefia 128-bit algorithm is proven to be able to prevent sniffing and known-plaintext-attack attacks. In sniffing attacks test, attackers are only able to get messages that are still in the form of ciphertext so that the original message cannot be read. In the known-plaintext-attack attack test, the attacker failed to find the original key used in the 128-bit Clefia algorithm, so the attacker failed to attack the system.

Collaboration network of the authors

22 authors · 40 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Primantara Hari TrisnawanUniversity of Brawijaya6
Fariz Andri BakhtiarUniversity of Brawijaya2
Fariz Abid DarmawanUniversity of Brawijaya2
Eko Sakti P.Affiliation unknown1
Raden Arief SetyawanUniversity of Brawijaya1
Indri - AtiUniversity of Brawijaya1
Amelia Dwi RochaniUniversity of Brawijaya1
Reza Andria SiregarUniversity of Brawijaya1
Diah Ratih DestyoriniUniversity of Brawijaya1
I Putu Agrahita WigunaUniversity of Brawijaya1
BaihaqsaniUniversity of Brawijaya1
Halimah Septya MikaylaUniversity of Brawijaya1
Munjin Nasyih AnnaisaburiAffiliation unknown1
Munjin Nasyih AnnaisaburiAffiliation unknown1
Amry YahyaAffiliation unknown1
Avis SugiantoAffiliation unknown1
Avis SugiantoAffiliation unknown1
Dimas Tri MustakimAffiliation unknown1
Dimas Tri MustakimAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Implementasi Algoritme Clefia 128-Bit untuk Pengamanan Modul Komunikasi Lora</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Iman, Muhammad Fadhli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kusyanti, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Primananda, Rakhmadhanny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">LoRa, yang berarti “Long Range” adalah sebuah sistem komunikasi nirkabel jarak jauh, yang dipromosikan oleh LoRa Alliance. LoRa merupakan sebuah protokol pengiriman data berdaya rendah yang menggunakan spektrum radio. LoRa memiliki tujuan agar dapat digunakan pada sebuah perangkat bertenaga baterai yang tahan lama, di mana konsumsi energi adalah yang paling utama. Namun, pada dasarnya modul komunikasi LoRa tidak memiliki sistem keamanan untuk melindungi pesan saat melakukan transfer data, dan hal itu menyebabkan modul LoRa sangat rentan terhadap serangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satu cara untuk mengamankan modul komunikasi LoRa adalah dengan menerapkan sistem keamanan yang dapat mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab membaca pesan yang dikirim, yaitu dengan menggunakan metode enkripsi. Metode enkripsi yang akan digunakan adalah algoritme Clefia 128-bit. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada penelitian, algoritme Clefia 128-bit terbukti dapat mencegah serangan sniffing dan known-plaintext-attack. Pada pengujian serangan sniffing, penyerang hanya mampu mendapatkan pesan yang masih berbentuk ciphertext sehingga pesan asli tidak dapat dibaca. Pada pengujian serangan known-plaintext-attack, penyerang gagal menemukan key asli yang digunakan pada algoritme Clefia 128-bit, sehingga penyerang gagal melakukan serangan ke sistem. AbstractLoRa, which means “Long Range” is a long range wireless communication system, promoted by the LoRa Alliance. LoRa is a low-power data transmission protocol that uses the radio spectrum. LoRa aims to be used in a battery-powered device that lasts a long time, where energy consumption is the most important. However, basically the LoRa communication module does not have a security system to protect messages when transferring data, and that causes the LoRa module to be very vulnerable to attacks by irresponsible parties. One way to secure the LoRa communication module is to implement a security system that can prevent irresponsible parties from reading the messages sent, by using the encryption method. The encryption method that will be used is the 128-bit Clefia algorithm. From the results of the tests carried out in the study, the Clefia 128-bit algorithm is proven to be able to prevent sniffing and known-plaintext-attack attacks. In sniffing attacks test, attackers are only able to get messages that are still in the form of ciphertext so that the original message cannot be read. In the known-plaintext-attack attack test, the attacker failed to find the original key used in the 128-bit Clefia algorithm, so the attacker failed to attack the system. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6766</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2022976766</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022; 1647-1654</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 9 No. 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022; 1647-1654</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.202297</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/6766/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
</oai_dc:dc>