Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Fotodegradasi, Uji pH dan Kandungan In Vivo Pigmen Klorofil Lamun Thalasia hemprichii

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 1 No. 2 (2019)

DOI
10.31957/acr.v1i2.932
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2019-07-26
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng

Abstract

Pigmen klorofil memiliki peran penting dan besar terhadap berbagai sistem kehidupan di perairan laut, dan dalam aplikasinya telah banyak digunakan untuk berbagai produk makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik, sehingga studi terkait stabilitasnya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan, pengaruh sinar, dan pengaruh pH terhadap pigmen klorofil Thalasia hemprichii. Metode penelitian yang digunakan adalah (1) pengukuran kandungan secara in vivo, (2) ekstraksi aseton, (3) iradiasi, dan (4) uji pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purata kandungan klorofil Thalasia hemprichii pada kedalaman 1 m = 15,42 spad/cm2, kedalaman 2 m = 17,82 spad/cm2, dan kedalaman 3 m = 19,01 spad/cm2. Pengaruh sinar merah selama 7 jam iradiasi menyebabkan degradasi pigmen di daerah Qx = 26,77% dan pada daerah Qy = 29,05% per jam, sedangkan iradiasi cahaya polikromatik selama 7 jam menyebabkan degradasi pada daerah Qx = 52,81% dan pada daerah Qy = 54,80%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa klorofil lamun Thalasia hemprichii bersifat stabil pada pH 7 (netral), mengalami degradasi pada pH bersifat asam dan basa. Konsentrasi pH bersifat basa memiliki serapan tinggi, yaitu pH 9 (Qx = 0,732798 dan Qy = 0,362952), pH 11 (Qx = 0,879036 dan Qy = 0,433446), dan pH 13 (Qx = 0,948732 dan Qy = 0,459035), sedangkan pH bersifat asam memiliki serapan yang kecil, yaitu pH 5 (Qx = 0,787641 dan Qy = 0,391379) dan pH 1 (Qx = 0,736968 dan Qy = 0,264192).Kata Kunci:Â Fotodegradasi; pH; Kandungan in vivo;Â Klorofil;Â Thalasia hemprichiiÂ

Collaboration network of the authors

40 authors · 185 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kalvin PaikiAffiliation unknown9
Ervina IndrayaniAffiliation unknown7
Popi Ida Laila AyerAffiliation unknown7
Baigo HamunaAffiliation unknown7
Korinus RejauwAffiliation unknown7
Maklon WarpurAffiliation unknown5
John D. KalorAffiliation unknown4
Vera K. MandeyAffiliation unknown3
Rosye H.R. TanjungAffiliation unknown3
Tamara L.J. KainamaAffiliation unknown2
Suharno SuharnoAffiliation unknown2
Basa T. RumahorboAffiliation unknown2
Kristhopolus K. RumbiakAffiliation unknown2
Khristhoper Aris. A ManaluAffiliation unknown2
Verena AgustiniAffiliation unknown1
Suharyanto SuharyantoAffiliation unknown1
Chris D. SembayAffiliation unknown1
Helena TuriridayAffiliation unknown1
Tien N.B. YenusiAffiliation unknown1
Tien Y.B YenusiAffiliation unknown1
Puguh SujartaAffiliation unknown1
Linus Yhani ChrystomoAffiliation unknown1
Fransina A. IzaacAffiliation unknown1
Novita KedebakAffiliation unknown1
Vyona MantayborbirAffiliation unknown1
Lalu Panji Imam AgamawanAffiliation unknown1
Lolita TuhumenaAffiliation unknown1
Octolia TogibasaAffiliation unknown1
Kristhopholus RumbiakAffiliation unknown1
Yunus Y.P. PaulanganAffiliation unknown1
Eduard RaunsayAffiliation unknown1
John Domingus Kalor D KalorAffiliation unknown1
John Dominggus KalorAffiliation unknown1
Vera Kostansie MandeyAffiliation unknown1
Tien Nova YenusiAffiliation unknown1
Herlina MenufanduAffiliation unknown1
Natan BaransanoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Fotodegradasi, Uji pH dan Kandungan In Vivo Pigmen Klorofil Lamun Thalasia hemprichii</dc:title>
	<dc:creator>Dimara, Lisiard</dc:creator>
	<dc:creator>Ayer, Popy Ida Laila</dc:creator>
	<dc:creator>Wanimbo, Efray</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pigmen klorofil memiliki peran penting dan besar terhadap berbagai sistem kehidupan di perairan laut, dan dalam aplikasinya telah banyak digunakan untuk berbagai produk makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik, sehingga studi terkait stabilitasnya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan, pengaruh sinar, dan pengaruh pH terhadap pigmen klorofil Thalasia hemprichii. Metode penelitian yang digunakan adalah (1) pengukuran kandungan secara in vivo, (2) ekstraksi aseton, (3) iradiasi, dan (4) uji pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purata kandungan klorofil Thalasia hemprichii pada kedalaman 1 m = 15,42 spad/cm2, kedalaman 2 m = 17,82 spad/cm2, dan kedalaman 3 m = 19,01 spad/cm2. Pengaruh sinar merah selama 7 jam iradiasi menyebabkan degradasi pigmen di daerah Qx = 26,77% dan pada daerah Qy = 29,05% per jam, sedangkan iradiasi cahaya polikromatik selama 7 jam menyebabkan degradasi pada daerah Qx = 52,81% dan pada daerah Qy = 54,80%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa klorofil lamun Thalasia hemprichii bersifat stabil pada pH 7 (netral), mengalami degradasi pada pH bersifat asam dan basa. Konsentrasi pH bersifat basa memiliki serapan tinggi, yaitu pH 9 (Qx = 0,732798 dan Qy = 0,362952), pH 11 (Qx = 0,879036 dan Qy = 0,433446), dan pH 13 (Qx = 0,948732 dan Qy = 0,459035), sedangkan pH bersifat asam memiliki serapan yang kecil, yaitu pH 5 (Qx = 0,787641 dan Qy = 0,391379) dan pH 1 (Qx = 0,736968 dan Qy = 0,264192).Kata Kunci: Fotodegradasi; pH; Kandungan in vivo; Klorofil; Thalasia hemprichii </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/932</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v1i2.932</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 1 No. 2 (2018)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 1 No 2 (2018)</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/932/835</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
</oai_dc:dc>