Akses terbuka Jurnal
Status Konservasi Spesies Ikan Pari yang Tertangkap Oleh Nelayan di Indonesia (Studi Literatur)
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 7 No. 2 (2024) · hlm. 75–83
- ISSN
- 2622-6561, 2685-1865
- Terbit
- 2024-11-29
- Penerbit
- Cenderawasih University
- Bahasa
- eng
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak spesies ikan pari, namun hal ini mengancam keberlangsungan hidup spesies tersebut serta mengganggu habitat dan ekosistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman ikan pari di berbagai lokasi, menilai status konservasi spesies ikan pari, serta mengetahui jenis ikan pari yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menganalisis data dari sepuluh artikel yang membahas status konservasi ikan pari di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan pari yang paling sering tertangkap adalah Himantura uarnacoides dengan 531 individu dan Dasyatis zugei sebanyak 501 individu. Berdasarkan status konservasinya, sebagian besar ikan pari yang ditemukan tergolong dalam kategori rentan (VU), hampir terancam (NT), terancam punah (EN), dan kritis (CR), sementara beberapa spesies lainnya termasuk dalam kategori tidak dievaluasi (NE) atau data tidak cukup (DD).
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 160 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Waspiah Waspiah | Afiliasi tidak diketahui | 16 |
| Ridwan Arifin | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Dian Latifiani | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Indah Sri Utari | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Asyaffa Ridzqi Amandha | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Kartika Fajar Cahyani | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Adinda Ratna Pertiwi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Asmarani Ramli | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Muhammad Iqbal Baiquni | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Nadiyah Meyliana Putri | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ratih Damayanti | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Suhadi Suhadi | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ali Masyhar | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Dewi Sulistianingsih | State University of Semarang | 2 |
| Mohammad Reza Fachruddin | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Purniawati Purniawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nikmatul Kasana | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andry Setiawan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bayu Bimantara | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bagus Edi Prayogo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Amanah Amanah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tirta Mulya Wira Pradana | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dede Alvin Setiaji | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fitria Damayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Umi Afiatun | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Azil Maskur | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Putri Balqis Nuril Hakim | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ahmad Gelora Mahardika | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Bayangsari Wedhatami | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.