Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Makrozoobentos sebagai Indikator Biologis dalam Menentukan Kualitas Air Sungai Hubai/ Kali Jembatan Dua Kabupaten Jayapura

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 7 No. 2 (2024) · pp. 135–142

DOI
10.31957/acr.v7i2.4191
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2024-11-30
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Sungai Hubai/ Kali Jembatan Dua adalah salah satu Sungai yang bermuara di Danau Sentani. Informasi keanekaragaman makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air Sungai ini masih sangat minim bahkan belum ada. Penilaian status kualitas air di Sungai Hubai adalah langkah krusial dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan, serta pengelolaan ekosistemnya, demi kesejahteraan masyarakat setempat terutama sungai ini bermuara pada Danau Sentani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah jenis makrozoobenthos yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas Gastropoda (1 genus) dan Insecta (2 genus). Kelimpahan di semua stasiun adalah sama, yaitu 1 ind/m2. Indeks keanekaragaman (H') memiliki indeks keanekaragaman dalam kategori keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman (E') memiliki indeks keseragaman dengan kategori keseragaman komunitas rendah. Indeks dominasi (D) tidak memiliki dominasi yang bervariasi. Nilai status kualitas air berdasarkan tiga stasiun penelitian menunjukkan bahwa perairan Sungai Jembatan, Kota Jayapura termasuk dalam kategori tercemar berat dan beberapa parameter kualitas air yang diamati dalam penelitian telah melebihi batas standar kualitas yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Sungai Jembatan Dua, Kota Jayapura, telah tercemar berat akibat limbah penambangan emas. Indikator kualitas air, termasuk makrozoobenthos, menunjukkan keanekaragaman dan keseragaman komunitas yang rendah. Beberapa parameter kualitas air juga melebihi standar kualitas, mengkonfirmasi kondisi polusi yang serius.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 181 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kalvin PaikiAffiliation unknown6
Baigo HamunaAffiliation unknown6
Lisiard DimaraAffiliation unknown5
Maklon WarpurAffiliation unknown5
Efray WanimboAffiliation unknown5
John D. KalorAffiliation unknown4
Popi Ida Laila AyerAffiliation unknown3
Korinus RejauwAffiliation unknown3
Lolita TuhumenaAffiliation unknown3
Fransina A. IzaacAffiliation unknown3
Novita KedebakAffiliation unknown3
Aditya K. KarimAffiliation unknown2
Rosye H.R. TanjungAffiliation unknown2
Basa T. RumahorboAffiliation unknown2
Vera K. MandeyAffiliation unknown2
Puguh SujartaAffiliation unknown1
Tri GunaediAffiliation unknown1
Endang T.P. SariAffiliation unknown1
Laila HanumAffiliation unknown1
Linus Y. ChrystomoAffiliation unknown1
Zainal A. WasarakaAffiliation unknown1
Lisye Iriana ZebuaAffiliation unknown1
Octolia TogibasaAffiliation unknown1
Kristhopolus K. RumbiakAffiliation unknown1
Nurlita DianingsihAffiliation unknown1
Erlies P. RamandeyAffiliation unknown1
Jeirel WattileteAffiliation unknown1
Raini PanjaitanAffiliation unknown1
Chlia Riery G SkavannyAffiliation unknown1
Mariza Ira SuabeyAffiliation unknown1
Kristopholus RumbiakAffiliation unknown1
Yunus Y.P. PaulanganAffiliation unknown1
Eduard RaunsayAffiliation unknown1
John Domingus Kalor D KalorAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Makrozoobentos sebagai Indikator Biologis dalam Menentukan Kualitas Air Sungai Hubai/ Kali Jembatan Dua Kabupaten Jayapura</dc:title>
	<dc:creator>Mantayborbir, Vyona</dc:creator>
	<dc:creator>Agamawan, Lalu Panji Imam</dc:creator>
	<dc:creator>Indrayani, Ervina</dc:creator>
	<dc:creator>Wenda, Yukiur</dc:creator>
	<dc:creator>Kalor, John Dominggus</dc:creator>
	<dc:creator>Numberi, Yulindra Margaretha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kualitas air</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Makrozoobentos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bioindikator </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keanekaragaman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sungai Hubai/ Kali Jembatan Dua adalah salah satu Sungai yang bermuara di Danau Sentani. Informasi keanekaragaman makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air Sungai ini masih sangat minim bahkan belum ada. Penilaian status kualitas air di Sungai Hubai adalah langkah krusial dalam menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan, serta pengelolaan ekosistemnya, demi kesejahteraan masyarakat setempat terutama sungai ini bermuara pada Danau Sentani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah jenis makrozoobenthos yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas Gastropoda (1 genus) dan Insecta (2 genus). Kelimpahan di semua stasiun adalah sama, yaitu 1 ind/m2. Indeks keanekaragaman (H') memiliki indeks keanekaragaman dalam kategori keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman (E') memiliki indeks keseragaman dengan kategori keseragaman komunitas rendah. Indeks dominasi (D) tidak memiliki dominasi yang bervariasi. Nilai status kualitas air berdasarkan tiga stasiun penelitian menunjukkan bahwa perairan Sungai Jembatan, Kota Jayapura termasuk dalam kategori tercemar berat dan beberapa parameter kualitas air yang diamati dalam penelitian telah melebihi batas standar kualitas yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Sungai Jembatan Dua, Kota Jayapura, telah tercemar berat akibat limbah penambangan emas. Indikator kualitas air, termasuk makrozoobenthos, menunjukkan keanekaragaman dan keseragaman komunitas yang rendah. Beberapa parameter kualitas air juga melebihi standar kualitas, mengkonfirmasi kondisi polusi yang serius.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/4191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v7i2.4191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 7 No. 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; 135 - 142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; 135 - 142</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/4191/3027</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>