Open access Jurnal
PEMURNIAN MINYAK IKAN SARDIN (Sardinella sp.) HASIL SAMPING PENEPUNGAN DARI BALI
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 7 No. 2 (2024) · pp. 90–96
- ISSN
- 2622-6561, 2685-1865
- Published
- 2024-12-05
- Publisher
- Cenderawasih University
- Language
- eng
Abstract
Ikan sardin atau lemuru adalah kelompok dari ikan pelagis yang banyak dijumpai di perairan Selat Bali. Ikan ini dimanfaatkan dalam industri pengalengan maupun industri penepungan, dimana hasil samping pengolahan tersebut menghasilkan limbah berupa minyak ikan. Minyak ikan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali, namun memiliki kualitas yang rendah dikarenakan banyaknya komponen pengotor (asam lemak bebas, bilangan peroksida dan sebagainya), sehingga perlu dilakukan pemurnian. Tahapan pemurnian yang dilakukan meliputi degguming, netralisasi, dan bleaching. Tahapan degumming dilakukan untuk menghilangkan senyawa berlendir atau fosfatida dengan menggunakan asam sitrat, tahapan netralisasi untuk menghilangkan asam lemak bebas yang direaksikan dengan NaOH, tahapan bleaching untuk memperbaiki warna dan menghilangkan komponen pengotor yang tidak hilang saat tahapan netralisasi menggunakan magnesol XL. Pengujian parameter oksidasi yang dilakukan meliputi pengujian kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV), bilangan asam (AV), nilai anisidin (AnV), dan total oksidasi (Totox). Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai parameter oksidasi setelah dilakukan pemurnian yaitu FFA 0,17%; PV 3,99 meq/kg; AV 0,38 mg KOH/g; AnV 8,54 meq/kg; Totox 16,52 meq/kg. Dengan demikian, disimpulkan bahwa serangkaian teknik pemurnian dapat menurunkan nilai parameter oksidasi minyak ikan kasar sehingga memenuhi International Fish Oil Standard (IFOS).
Keywords
Collaboration network of the authors
22 authors · 48 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurlita Dianingsih | Affiliation unknown | 1 |
| Lolita Tuhumena | Affiliation unknown | 1 |
| Liyatin Gea | Affiliation unknown | 1 |
| Muhamad Hariono | Affiliation unknown | 1 |
| Imam Misbach | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Hisyam | Affiliation unknown | 1 |
| Sitti Rosnafi'an Sumardi | Affiliation unknown | 1 |
| Tamara Louraine Jeanette Kainama | Affiliation unknown | 1 |
| Mamberuman M. Inggamer | Affiliation unknown | 1 |
| Janviter Manalu | Affiliation unknown | 1 |
| Auldry F. Waluko | Affiliation unknown | 1 |
| Alex A. Lepa | Affiliation unknown | 1 |
| Fitria Rospitasari | Affiliation unknown | 1 |
| A. Albaiti | Affiliation unknown | 1 |
| Florida Doloksaribu | Affiliation unknown | 1 |
| Alex A. Lepa | Affiliation unknown | 1 |
| Lia Agnes Prajawati | Affiliation unknown | 1 |
| Irwandi Yogo Suaka | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.