Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Potensi Ekstrak Senyawa Spons Laut Jenis Aplysina aerophoba Asal Perairan Base-G Sebagai Antibakteri Eschericia coli dan Sthaphylococcus aureus

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 7 No. 2 (2024) · pp. 121–127

DOI
10.31957/acr.v7i2.4292
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2024-11-30
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Spons laut adalah salah satu organisme laut yang banyak menghasilkan senyawa bioaktif yang bermanfaat dalam bidang farmasi dan kedokteran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji potensi senyawa dari spons laut jenis Aplysina aerophoba sebagai antibakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Lokasi pengambilan sampel spons berada di Perairan Base-G Kota Jayapura. Metode yan digunakan untuk uji aktivitas antibakteri yaitu metode Difusi agar (Kirby Bauer) dan metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yaitu melalui Pemeriksaan Fitokimia. Diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak spons A. aerophoba terhadap bakteri E. Coli yaitu pada konsentrasi 50% dihasilkan 6,26 ± 0,55 dengan kriteria Sedang dan terhadap Sthaphylococcus aureus pada konsentrasi 50% dihasilkan 1,2 ± 0,45 dengan kriteria Lemah. Masing-masing zona hambat yang dihasilkan ekstrak spons tersebut lebih kecil dibandingkan dengan zona hambat yang dihasilkan oleh control positif yaitu sebesar 7,67 ± 0,14 untuk Escherichia coli dan 1,67 ± 0,16 untuk Sthaphylococcus aureus. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung didalam spons A. aerophoba dari perairan Base-G berdasarkan hasil uji Fitokimia yaitu Flavonoid, Alkaloid, Streoid dan Terpenoid.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 187 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Popi Ida Laila AyerAffiliation unknown8
Efray WanimboAffiliation unknown8
Maklon WarpurAffiliation unknown7
Kalvin PaikiAffiliation unknown6
Ervina IndrayaniAffiliation unknown6
Lisiard DimaraAffiliation unknown3
Basa T. RumahorboAffiliation unknown3
Lolita TuhumenaAffiliation unknown3
Kristhopolus K. RumbiakAffiliation unknown3
Lalu Panji Imam AgamawanAffiliation unknown2
John Dominggus KalorAffiliation unknown2
Khristhoper Aris. A ManaluAffiliation unknown2
Rosye H.R. TanjungAffiliation unknown2
Octolia TogibasaAffiliation unknown2
Tien Nova B. YenusiAffiliation unknown2
Joselina AkerinaAffiliation unknown2
Triana KubelaborbirAffiliation unknown2
Jotje A. IngratubunAffiliation unknown2
Selmi Y. StevanieAffiliation unknown2
Fransina A. IzaacAffiliation unknown1
Novita KedebakAffiliation unknown1
John D. KalorAffiliation unknown1
Kristhopholus RumbiakAffiliation unknown1
Baigo HamunaAffiliation unknown1
Linda Hetty Yanne FatahanAffiliation unknown1
Basa T. Rumahorbo RumahorboAffiliation unknown1
Grisella M. S. P. RewangAffiliation unknown1
PirhelAffiliation unknown1
Ervina IndriyaniAffiliation unknown1
Elysabeth Anggreini BukitAffiliation unknown1
Tamara L.J. KainamaAffiliation unknown1
Yulindra Margaretha NumberiAffiliation unknown1
Yukiur WendaAffiliation unknown1
Marcelino N. YonasAffiliation unknown1
Lalu Panji I. AgamawanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Potensi Ekstrak Senyawa Spons Laut Jenis Aplysina aerophoba Asal Perairan Base-G Sebagai Antibakteri  Eschericia coli dan Sthaphylococcus aureus</dc:title>
	<dc:creator>Ayer, Popi</dc:creator>
	<dc:creator>Mantayborbir, Vyona</dc:creator>
	<dc:creator>Bukorpioper, Iriani Ira</dc:creator>
	<dc:creator>Rejauw, Korinus</dc:creator>
	<dc:creator>Mandey, Vera K.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Senyawa Bioaktif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Spons Laut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antibakteri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Escherichia  coli </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sthaphylococcus aureus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Spons laut adalah salah satu organisme laut yang banyak menghasilkan senyawa bioaktif yang bermanfaat dalam bidang farmasi dan kedokteran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji potensi senyawa dari spons laut jenis Aplysina aerophoba sebagai antibakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Lokasi pengambilan sampel spons berada di Perairan Base-G Kota Jayapura. Metode yan digunakan untuk uji aktivitas antibakteri yaitu metode Difusi agar (Kirby Bauer) dan metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yaitu melalui Pemeriksaan Fitokimia. Diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak spons A. aerophoba    terhadap bakteri E. Coli yaitu pada konsentrasi 50% dihasilkan 6,26 ± 0,55 dengan kriteria Sedang dan terhadap Sthaphylococcus aureus pada konsentrasi 50% dihasilkan 1,2 ± 0,45 dengan kriteria Lemah. Masing-masing zona hambat yang dihasilkan ekstrak spons tersebut lebih kecil dibandingkan dengan zona hambat yang dihasilkan oleh control positif yaitu sebesar 7,67 ± 0,14 untuk Escherichia  coli  dan 1,67 ± 0,16 untuk Sthaphylococcus aureus. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung didalam spons A. aerophoba     dari perairan Base-G berdasarkan hasil uji Fitokimia yaitu Flavonoid, Alkaloid, Streoid dan Terpenoid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/4292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v7i2.4292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 7 No. 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; 121 - 127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; 121 - 127</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/4292/2989</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>