Open access Jurnal
Kepadatan dan Kelimpahan Siput Ena montana sebagai Bioindikator Pencemaran Pada Air Sungai Arbes Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 95–102
- ISSN
- 2622-6561, 2685-1865
- Published
- 2025-11-11
- Publisher
- Cenderawasih University
- Language
- eng
Abstract
Penurunan kualitas air dapat berdampak pada menurunnya daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung, serta daya tampung suatu sumber daya air. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan berkurangnya kekayaan sumber daya alam. Salah satu pendekatan untuk menilai tingkat pencemaran adalah melalui penggunaan organisme hidup sebagai bioindikator, yaitu makhluk hidup yang mampu memberikan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan. Siput Ena montana merupakan salah satu hewan akuatik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan kelimpahan siput E. montana sebagai bioindikator pencemaran pada perairan Sungai Arbes, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi terdapat pada bagian hilir sungai dengan 81 ind/m² dan kelimpahan sebesar 4.843 individu, sedangkan nilai terendah terdapat pada bagian hulu dengan 4 ind/m² dan kelimpahan 214 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin ke arah hilir Sungai Arbes, nilai kepadatan dan kelimpahan E. montana semakin meningkat. Tingginya jumlah individu dan kelimpahan E. montana pada kondisi perairan yang tercemar menunjukkan bahwa spesies ini memiliki kemampuan adaptasi fisiologis yang baik untuk bertahan hidup pada lingkungan dengan kualitas air rendah. Oleh karena itu, keberadaan E. montana dapat diidentifikasi sebagai indikator biologis yang efektif dalam menentukan tingkat pencemaran air.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 144 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Muhamad Hariono | Affiliation unknown | 4 |
| Lalu Panji Imam Agamawan | Affiliation unknown | 3 |
| Daniel Z. K. Wambrauw | Affiliation unknown | 2 |
| Basa T. Rumahorbo | Affiliation unknown | 2 |
| Popi Ida Laila Ayer | Affiliation unknown | 2 |
| Vera K. Mandey | Affiliation unknown | 2 |
| Sara Umbekna | Affiliation unknown | 2 |
| Leopold A. Tomasila | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Hisyam | Affiliation unknown | 2 |
| Imam Mishbach | Affiliation unknown | 2 |
| Suharno Suharno | Affiliation unknown | 1 |
| Dirk Y.P. Runtuboi | Affiliation unknown | 1 |
| Yulindra M. Numberi | Affiliation unknown | 1 |
| Ervina Indrayani | Affiliation unknown | 1 |
| Octolia Togibasa | Affiliation unknown | 1 |
| Kalvin Paiki | Affiliation unknown | 1 |
| Efray Wanimbo | Affiliation unknown | 1 |
| Korinus Rejauw | Affiliation unknown | 1 |
| Kristhopolus K. Rumbiak | Affiliation unknown | 1 |
| Rahma Ohorella | Affiliation unknown | 1 |
| Tessalonika K. Risakotta | Affiliation unknown | 1 |
| Ch I Tupan | Affiliation unknown | 1 |
| Eygner Talakua | Affiliation unknown | 1 |
| Yofreds Tanamal | Affiliation unknown | 1 |
| Winda A F Butar butar | Affiliation unknown | 1 |
| Nicea R Paranoan | Affiliation unknown | 1 |
| Lilis W. Talaut | Affiliation unknown | 1 |
| Basa T. Rumahorbo Rumahorbo | Affiliation unknown | 1 |
| Grisella M. S. P. Rewang | Affiliation unknown | 1 |
| Pirhel | Affiliation unknown | 1 |
| Silvester Sinau | Affiliation unknown | 1 |
| Rusdianto | Affiliation unknown | 1 |
| Jilian Risky Huwae | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Muhammad Zainuri | Affiliation unknown | 1 |
| Lolita Lolita Tuhumena | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.