Open access Jurnal
Analisis Perubahan Garis Pesisir Utara Enggros Menggunakan Citra Satelit Landsat Periode 2014–2024
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025)
- ISSN
- 2622-6561, 2685-1865
- Published
- 2025-11-11
- Publisher
- Cenderawasih University
- Language
- eng
Abstract
Perubahan garis pantai merupakan indikator penting dinamika pesisir yang dipengaruhi oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pesisir Utara Enggros, Teluk Youtefa, Kota Jayapura, selama periode 2014–2024 menggunakan citra satelit Landsat. Data yang digunakan meliputi citra Landsat 8 yang telah melalui proses koreksi, masking awan, dan penggabungan tahunan. Metode utama yang diterapkan adalah Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) untuk memisahkan area darat dan perairan, kemudian dilakukan thresholding, morfologi, vektorisasi, serta overlay multi-temporal guna menghitung luasan abrasi dan akresi tiap tahun. Analisis tren temporal dilakukan menggunakan regresi polinomial orde 2–6 untuk mengevaluasi pola perubahan dan memprediksi kondisi hingga tahun 2027. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 2014–2024, wilayah Pantai Enggros mengalami total akresi sebesar 2.157,32 Ha dan abrasi ±1.930,01 Ha, dengan rasio rata-rata perubahan 1,12, yang menandakan dominasi akresi secara umum. Namun, area barat (sekitar Jembatan Merah dan Pantai Ciberi) menunjukkan fluktuasi signifikan, dengan abrasi terbesar terjadi pada 2023–2024 dan puncak akresi pada 2022–2023 ). Model regresi polinomial orde 6 menunjukkan hasil paling sesuai (R2 = 0,845 untuk akresi dan 0,934 untuk abrasi), serta memproyeksikan tren peningkatan abrasi pada 2025–2027. Secara keseluruhan, Pesisir Utara Enggros menunjukkan dinamika pesisir yang kompleks akibat kombinasi proses alami dan aktivitas pembangunan.
Keywords
Collaboration network of the authors
24 authors · 80 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Kristina Haryati | Affiliation unknown | 3 |
| Lolita Tuhumena | Affiliation unknown | 2 |
| John D. Kalor | Affiliation unknown | 2 |
| Popi Ida Laila Ayer | Affiliation unknown | 2 |
| Ervina Indrayani | Affiliation unknown | 1 |
| Ida Waum | Affiliation unknown | 1 |
| Sara Umbekna | Affiliation unknown | 1 |
| Jilian Risky Huwae | Affiliation unknown | 1 |
| Sri Pujiyati | Affiliation unknown | 1 |
| Efray Wanimbo | Affiliation unknown | 1 |
| Fitra Yunia Ramba | Affiliation unknown | 1 |
| Basa T. Rumahorbo | Affiliation unknown | 1 |
| Guntar Ramadhan | Affiliation unknown | 1 |
| Aisy Nur Wardani | Affiliation unknown | 1 |
| Ria Puspita Ayu Oktavia | Affiliation unknown | 1 |
| Yulianus Cia Afan | Affiliation unknown | 1 |
| Dita Anggun Lestari | Affiliation unknown | 1 |
| Antonius Satrio Wicaksono Dosinaeng | Affiliation unknown | 1 |
| Brayon Virgil Lekitoo | Affiliation unknown | 1 |
| Pasca Fransiscus Izaak Krisifu | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.