Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 34–40

DOI
10.31957/acr.v8i2.5039
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2025-11-11
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah. Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Creani HandayaniAffiliation unknown1
Alfiyah EmeliyaAffiliation unknown1
Moh. SyaifurrijalAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Keanekaragaman Jenis Ikan pada Musim Penghujan dan Kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat</dc:title>
	<dc:creator>Soetignya, Widadi Padmarsari</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Pratita Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyudi, Dede</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Indeks similaritas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Danau Oxbow</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Danau Lindung,</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Danau Liut merupakan salah satu danau lindung yang termasuk jenis danau oxbow dan menjadi sumber perikanan tawar di Kabupaten Sintang. Sebagai danau berjenis oxbow, ketika pada musim penghujan terdapat konektivitas antara Danau Liut dan Sungai Ketungau, dan ketika musim kemarau konektivitas tersebut akan terputus. Penelitian tentang perbandingan komunitas ikan pada musim penghujan dan musim kemarau belum pernah dilakukan di Danau Liut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman ikan pada musim penghujan dan musim kemarau di Danau Liut Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel ikan dan faktor lingkungan dilakukan pada 2 tahap yaitu musim penghujan pada Januari-Februari 2024 dan musim kemarau pada Agustus-September 2024. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang, jala tebar dan pancing. Faktor lingkungan yang diamati terdiri dari suhu perairan, kandungan oksigen terlarut, pH perairan, kedalaman, TSS, kadar nitrat, kadar fosfat dan Biochemical Oxyogen Demand (BOD). Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keragaman Shannon Wiener, Indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan jumlah species yang tertangkap selama penelitian di Danau Liut adalah sebanyak 22 spesies yang termasuk dalam 9 famili. Pada musim penghujan tertangkap ikan lebih sedikit yaitu 17 species yang termasuk dalam 8 familia sedangkan pada musim kemarau tertangkap sebanyak 21 spesies yang termasuk dalam 9 familia. Analisis keanekeragaman pada musim penghujan, musim kemarau dan sepanjang musim menunjukkan komunitas berada pada kategori sedang, indeks keseragaman berada pada tingkat tinggi dan indeks dominansi berada pada level rendah.  Pengukuran indeks similaritas antara musim hujan dan musim kemarau menunjukkan similaritas rendah yaitu 0,44 atau 44%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v8i2.5039</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 8 No. 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 34 - 40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 34 - 40</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5039/3351</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>