Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Literature Review: Kelimpahan Mikroplastik dalam Biota Laut

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 113–119

DOI
10.31957/acr.v8i2.5060
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2025-11-11
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Permasalahan pencemaran mikroplastik hingga saat ini telah menjadi masalah umum yang terjadi di lingkungan, termasuk pada lingkungan pesisir dan laut. Masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik berasal dari sifatnya yang resisten terhadap degradasi alami. Mikroplastik mengandung zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai pembawa polutan lain, yang berpotensi menyebabkan dampak negatif pada biota yang mengkonsumsinya. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi terkait kelimpahan mikroplastik yang terdapat dalam organisme laut serta untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu terkait pencemaran mikroplastik dalam organisme laut. Selain itu, artikel ini dapat menjadi baseline data dalam penyediaan data mikroplastik dalam biota laut. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh serta artikel yang terbit sejak 2020-2025. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik dalam biota tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya, pengelolaan limbah plastik yang kurang tepat, dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Bentuk mikroplastik tertinggi dari 5 artikel yang di review adalah fiber. Hasil review menunjukkan warna mikroplastik dalam tubuh biota bervariasi, antara lain warna putih, hitam, merah, kuning, biru, coklat, tosca, dan transparan. Limbah mikroplastik tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh biota hingga manusia melalui rantai makanan yang dapat menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil literature review, pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 18 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Haeruddin HaeruddinAffiliation unknown2
Fitriah AmirAffiliation unknown1
fatmawati fatmawatiAffiliation unknown1
Stefanie Jessica Henny LarasatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Literature Review: Kelimpahan Mikroplastik dalam Biota Laut</dc:title>
	<dc:creator>Aryanti, Chairun Annisa</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmawati, Fatmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Jali, Wa</dc:creator>
	<dc:creator>Mangurana, Wa Ode Intiyani</dc:creator>
	<dc:creator>Simbolon, Maria Yosephine</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">biota laut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">  lingkungan laut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> mikroplastik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pesisir </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Permasalahan pencemaran mikroplastik hingga saat ini telah menjadi masalah umum yang terjadi di lingkungan, termasuk pada lingkungan pesisir dan laut. Masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik berasal dari sifatnya yang resisten terhadap degradasi alami. Mikroplastik mengandung zat tambahan yang dapat berfungsi sebagai pembawa polutan lain, yang berpotensi menyebabkan dampak negatif pada biota yang mengkonsumsinya. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi terkait kelimpahan mikroplastik yang terdapat dalam organisme laut serta untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu terkait pencemaran mikroplastik dalam organisme laut. Selain itu, artikel ini dapat menjadi baseline data dalam penyediaan data mikroplastik dalam biota laut. Pencarian literatur dalam penelitian ini dilakukan melalui Google Scholar dengan menggunakan kata kunci "mikroplastik dan microplastic in biota”, yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Artikel yang didapat ditapis sesuai topik terkait pencemaran mikroplastik di wilayah pesisir, yang dapat terunduh serta artikel yang terbit sejak 2020-2025. Penelitian ini didukung oleh kajian mendalam terhadap lima artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan pustaka menemukan bahwa kelimpahan mikroplastik dalam biota tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya, pengelolaan limbah plastik yang kurang tepat, dan populasi kepadatan di lokasi tersebut. Bentuk mikroplastik tertinggi dari 5 artikel yang di review adalah fiber. Hasil review menunjukkan warna mikroplastik dalam tubuh biota bervariasi, antara lain warna putih, hitam, merah, kuning, biru, coklat, tosca, dan transparan. Limbah mikroplastik tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh biota hingga manusia melalui rantai makanan yang dapat menyebabkan dampak negatif bagi organisme laut dan manusia yang mengkonsumsinya. Berdasarkan hasil literature review, pencemaran mikroplastik di lingkungan perairan dapat menyebabkan kontaminasi pada biota laut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5060</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v8i2.5060</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 8 No. 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 113 - 119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 113 - 119</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5060/3365</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>