Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Dinamika Keuntungan Usaha Sero: Tinjauan Dari Sisi Biaya dan Harga Pasar di Desa Tapulaga, Konawe

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 41–52

DOI
10.31957/acr.v8i2.5116
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2025-11-11
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Sero merupakan alat tangkap pasif yang bersifat menetap, vital sebagai sumber mata pencaharian nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, selisih harga, serta profitabilitas usaha perikanan tangkap sero oleh nelayan skala kecil di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. enelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode sensus (total sampling) terhadap seluruh unit usaha sero yang beroperasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha sero memiliki efisiensi biaya yang luar biasa dengan rata-rata Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sangat rendah, yaitu Rp5.902,14/kg. Total biaya produksi bervariasi antar lokasi, dengan sero di habitat Mangrove mencatat pengeluaran tertinggi (Rp1.234.139/bulan) dan Padang Lamun terendah (Rp1.056.236/bulan). Meskipun demikian, profitabilitas dijamin oleh margin bruto yang sangat lebar, terutama untuk ikan komoditas bernilai tinggi seperti Baronang dan Kuwe, yang selisih harganya mencapai hingga Rp44.496,97/kg di zona Terumbu Karang. Secara finansial, Padang Lamun memberikan keuntungan bulanan per unit sero tertinggi (Rp5.885.430,56), diikuti oleh Mangrove (Rp5.645.861,11). Total keuntungan bersih bulanan mencapai Rp16.265.263,89, menegaskan bahwa usaha sero merupakan solusi ekonomi yang ideal dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 143 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wa Ode PilianaUniversitas Halu Oleo7
Seventry Meliana PatiungUniversitas Halu Oleo7
Akhmad MansyurUniversitas Halu Oleo6
- BudiyantoAffiliation unknown5
Farhan Ramdhani IstinandarAffiliation unknown4
Sjamsu Alam LawelleAffiliation unknown4
Risfandi RisfandiUniversitas Halu Oleo4
Nurdiana AzisAffiliation unknown3
Sarini YusufUniversitas Halu Oleo3
La Onu La OlaAffiliation unknown3
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo3
Azwar SidiqUniversitas Halu Oleo3
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo3
Baru SadarunAffiliation unknown2
Desy SriwulanAffiliation unknown2
Soelaiman HardiAffiliation unknown2
La Ode HuliAffiliation unknown2
Laode Muhamad Hazairin NadiaAffiliation unknown2
Waode Nilda Arifiana EffendyAffiliation unknown2
R. RosmawatiAffiliation unknown2
Abdullah AbdullahUniversitas Halu Oleo2
Urbanus DediUniversitas Halu Oleo2
Budiyanto BudiyantoUniversitas Muhammadiyah Jakarta2
Hasnia AramiAffiliation unknown2
Saipa SaipaUniversitas Halu Oleo1
Fitriah AmirAffiliation unknown1
Ari Sandy MuchtarUniversitas Halu Oleo1
Onu La OlaAffiliation unknown1
Nurdiana A .Affiliation unknown1
Muis BalubiAffiliation unknown1
Azwar SiddiqAffiliation unknown1
Syamsir NurAffiliation unknown1
Andi Irwan NurAffiliation unknown1
Muhammad RamliAffiliation unknown1
Rustam EfendyAffiliation unknown1
La Ode Abdul Fajar HasiduUniversitas Sembilanbelas November Kolaka1
Ilian ElviraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dinamika Keuntungan Usaha Sero: Tinjauan Dari Sisi Biaya dan Harga Pasar di Desa Tapulaga, Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Irmawan, Irmawan</dc:creator>
	<dc:creator>Annaastasia, Nurhuda</dc:creator>
	<dc:creator>Siang, Roslindah Daeng</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sero</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">struktur biaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nelayan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">profitabilitas usaha</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sero merupakan alat tangkap pasif yang bersifat menetap, vital sebagai sumber mata pencaharian nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, selisih harga, serta profitabilitas usaha perikanan tangkap sero oleh nelayan skala kecil di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. enelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode sensus (total sampling) terhadap seluruh unit usaha sero yang beroperasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha sero memiliki efisiensi biaya yang luar biasa dengan rata-rata Harga Pokok Penjualan (HPP) yang sangat rendah, yaitu Rp5.902,14/kg. Total biaya produksi bervariasi antar lokasi, dengan sero di habitat Mangrove mencatat pengeluaran tertinggi (Rp1.234.139/bulan) dan Padang Lamun terendah (Rp1.056.236/bulan). Meskipun demikian, profitabilitas dijamin oleh margin bruto yang sangat lebar, terutama untuk ikan komoditas bernilai tinggi seperti Baronang dan Kuwe, yang selisih harganya mencapai hingga Rp44.496,97/kg di zona Terumbu Karang. Secara finansial, Padang Lamun memberikan keuntungan bulanan per unit sero tertinggi (Rp5.885.430,56), diikuti oleh Mangrove (Rp5.645.861,11). Total keuntungan bersih bulanan mencapai Rp16.265.263,89, menegaskan bahwa usaha sero merupakan solusi ekonomi yang ideal dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5116</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v8i2.5116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 8 No. 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 41 - 52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 41 - 52</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5116/3352</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>