Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Studi Penilaian Kerentanan Elevasi dan Kemiringan Pesisir Pulau Biak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut

ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 80–88

DOI
10.31957/acr.v8i2.5119
ISSN
2622-6561, 2685-1865
Published
2025-11-11
Publisher
Cenderawasih University
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Penilaian kerentanan wilayah pesisir terhadap kenaikan permukaan laut merupakan salah satu aspek penting dalam menilai dampak perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan secara spasial tingkat kerentanan elevasi dan kemiringan wilayah pesisir Pulau Biak (Kabupaten Biak Numfor) terhadap ancaman kenaikan permukaan laut. Area studi dibatasi hingga 500 m dari garis pantai ke arah daratan (383 grid cells). Kami menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dari DEM-Nasional (DEMNAS) yang diproduksi oleh Badan Informasi Geospatial, Indonesia untuk menentukan kerentanan elevasi dan kemiringan pesisir. Perangkat lunak ArcMap 10.8.1 digunakan untuk pengolahan data DEM dan analisis spasial kerentanan pesisir. Hasil studi menunjukkan distribusi spasial tingkat kerentanan pesisir yang berbeda antara variabel elevasi dan kemiringan pesisir. Tingkat kerentanan berdasarkan variabel elevasi pesisir antara lain kategori risiko sangat rendah 52,52% (127,08 km), kategori risiko rendah 20,96% (50,71 km), kategori sedang 17,21% (41,63 km), kategori risiko tinggi 6,71% (12,22 km) dan kategori risiko sangat tinggi 2,62% (6,33 km). Adapun variabel kemiringan pesisir menghasilkan tingkat kerentanan risiko sangat rendah 26,11% (63,19 km), risiko rendah 33,96% (82,19 km), risiko sedang 20,04% (48,49 km), risiko tinggi 18,37% (44,46 km) dan risiko sangat tinggi 1,51% (3,66 km). Variabel kemiringan pesisir memberikan tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan elevasi pesisir. Namun, kedua variabel tersebut secara bersama memberikan tingkat kerentanan yang tinggi untuk wilayah pesisir Distrik Biak Kota dan tingkat kerentanan yang rendah untuk wilayah pesisir Distrik Yendidori dan Bondifuar

Keywords

Collaboration network of the authors

27 authors · 98 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lisiard DimaraAffiliation unknown5
John Dominggus KalorAffiliation unknown4
John D. KalorAffiliation unknown3
Yunus Pajanjan PaulanganAffiliation unknown3
Maklon WarpurAffiliation unknown2
Kalvin PaikiAffiliation unknown2
Efray WanimboAffiliation unknown2
Vera K. MandeyAffiliation unknown1
Kristhopholus RumbiakAffiliation unknown1
Rosye H.R. TanjungAffiliation unknown1
Ervina IndrayaniAffiliation unknown1
Yunus Y.P. PaulanganAffiliation unknown1
Basa T. RumahorboAffiliation unknown1
Robert MunuaAffiliation unknown1
Aldia Rante LimbongAffiliation unknown1
Tamara L.J. KainamaAffiliation unknown1
Muhammad ZulfikarrahmanUniversity of Brawijaya1
Matias DimaraAffiliation unknown1
Alfred DimaraAffiliation unknown1
Caecilia ParammaAffiliation unknown1
Laura NikitaAffiliation unknown1
Imam MishbachAffiliation unknown1
Lalu Panji Imam AgamawanAffiliation unknown1
Liyatin GeaAffiliation unknown1
Muhammad Muhammad ZainuriAffiliation unknown1
Lolita Lolita TuhumenaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Penilaian Kerentanan Elevasi dan Kemiringan Pesisir Pulau Biak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut</dc:title>
	<dc:creator>Hamuna, Baigo</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Elevasi pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemiringan pesisir </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Digital Elevation Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Data DEMNAS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kerentanan pesisir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penilaian kerentanan wilayah pesisir terhadap kenaikan permukaan laut merupakan salah satu aspek penting dalam menilai dampak perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan secara spasial tingkat kerentanan elevasi dan kemiringan wilayah pesisir Pulau Biak (Kabupaten Biak Numfor) terhadap ancaman kenaikan permukaan laut. Area studi dibatasi hingga 500 m dari garis pantai ke arah daratan (383 grid cells). Kami menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dari DEM-Nasional (DEMNAS) yang diproduksi oleh Badan Informasi Geospatial, Indonesia untuk menentukan kerentanan elevasi dan kemiringan pesisir. Perangkat lunak ArcMap 10.8.1 digunakan untuk pengolahan data DEM dan analisis spasial kerentanan pesisir. Hasil studi menunjukkan distribusi spasial tingkat kerentanan pesisir yang berbeda antara variabel elevasi dan kemiringan pesisir. Tingkat kerentanan berdasarkan variabel elevasi pesisir antara lain kategori risiko sangat rendah 52,52% (127,08 km), kategori risiko rendah 20,96% (50,71 km), kategori sedang 17,21% (41,63 km), kategori risiko tinggi 6,71% (12,22 km) dan kategori risiko sangat tinggi 2,62% (6,33 km). Adapun variabel kemiringan pesisir menghasilkan tingkat kerentanan risiko sangat rendah 26,11% (63,19 km), risiko rendah 33,96% (82,19 km), risiko sedang 20,04% (48,49 km), risiko tinggi 18,37% (44,46 km) dan risiko sangat tinggi 1,51% (3,66 km). Variabel kemiringan pesisir memberikan tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan elevasi pesisir. Namun, kedua variabel tersebut secara bersama memberikan tingkat kerentanan yang tinggi untuk wilayah pesisir Distrik Biak Kota dan tingkat kerentanan yang rendah untuk wilayah pesisir Distrik Yendidori dan Bondifuar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Cenderawasih University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5119</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/acr.v8i2.5119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol. 8 No. 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 80 - 88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua; Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025; 80 - 88</dc:source>
	<dc:source>2622-6561</dc:source>
	<dc:source>2685-1865</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR/article/view/5119/3359</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>