Open access Jurnal
Status Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Tangkap Tradisional Berbasis Penilaian RAPFISH-Blue Economy: Studi Kasus pada Nelayan di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 153–171
- ISSN
- 2622-6561, 2685-1865
- Published
- 2025-11-11
- Publisher
- Cenderawasih University
- Language
- eng
Abstract
Perikanan merupakan sektor penting bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada perikanan tangkap tradisional sebagai sumber mata pencaharian utama. Ketergantungan ini sangat kuat terutama bagi nelayan lokal di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor, sehingga mendorong perlunya kajian ilmiah mengenai keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap tradisional menggunakan pendekatan RAPFISH, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan, serta mengidentifikasi praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan setempat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (April–September 2025) pada dua stasiun pengamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan pendekatan wawancara (kuesioner dan FGD), purposive sampling menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), serta pengukuran in situ parameter fisik-kimia perairan. Analisis data ekologi menggunakan perangkat lunak PAST, sedangkan penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi (56,04) dan ekonomi (53,55) termasuk dalam kategori Cukup Berkelanjutan. Sementara itu, dimensi sosial (48,41), teknologi (29,47), dan kelembagaan (46,79) berada pada kategori Kurang Berkelanjutan. Secara keseluruhan, indeks keberlanjutan pengelolaan mencapai 46,85 yang juga termasuk kategori Kurang Berkelanjutan. Atribut-atribut yang paling berpengaruh (sensitif) terhadap keberlanjutan pengelolaan antara lain: volume tangkapan ikan (7,96%), lama waktu operasi penangkapan (6,54%), dampak aktivitas bongkar-muat BBM di Teluk Urfu (6,24%), perikanan sebagai sumber mata pencaharian utama (5,04%), kepemilikan perahu penangkapan (4,74%), keberadaan usaha lain di luar sektor perikanan (4,66%), penyuluhan perikanan (8,84%), keberadaan kelompok nelayan (8,16%), teknologi pascapanen (4,99%), pemanfaatan alat navigasi (4,90%), serta penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal (4,12%). Praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan lokal meliputi pemanfaatan sumber daya alam secara ramah lingkungan melalui teknik penangkapan tradisional yang terbatas, diversifikasi ekonomi rumah tangga nelayan, serta keberadaan dan penguatan kelompok nelayan sebagai wadah pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya secara kolektif.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 160 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Kalvin Paiki | Affiliation unknown | 8 |
| Ervina Indrayani | Affiliation unknown | 7 |
| Popi Ida Laila Ayer | Affiliation unknown | 7 |
| Baigo Hamuna | Affiliation unknown | 5 |
| Efray Wanimbo | Affiliation unknown | 5 |
| Maklon Warpur | Affiliation unknown | 4 |
| Vera K. Mandey | Affiliation unknown | 3 |
| Basa T. Rumahorbo | Affiliation unknown | 3 |
| Kristhopolus K. Rumbiak | Affiliation unknown | 3 |
| Tamara L.J. Kainama | Affiliation unknown | 3 |
| Khristhoper Aris. A Manalu | Affiliation unknown | 3 |
| Rosye H.R. Tanjung | Affiliation unknown | 3 |
| John D. Kalor | Affiliation unknown | 2 |
| Vera Kostansie Mandey | Affiliation unknown | 2 |
| Natan Baransano | Affiliation unknown | 2 |
| Suharno Suharno | Affiliation unknown | 1 |
| Verena Agustini | Affiliation unknown | 1 |
| Suharyanto Suharyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Chris D. Sembay | Affiliation unknown | 1 |
| Helena Tuririday | Affiliation unknown | 1 |
| Tien N.B. Yenusi | Affiliation unknown | 1 |
| Tien Y.B Yenusi | Affiliation unknown | 1 |
| Lolita Tuhumena | Affiliation unknown | 1 |
| Octolia Togibasa | Affiliation unknown | 1 |
| Yunus Y.P. Paulangan | Affiliation unknown | 1 |
| Eduard Raunsay | Affiliation unknown | 1 |
| John Domingus Kalor D Kalor | Affiliation unknown | 1 |
| Tien Nova Yenusi | Affiliation unknown | 1 |
| Popy Ida Laila Ayer | Affiliation unknown | 1 |
| Herlina Menufandu | Affiliation unknown | 1 |
| Miryam Baransano | Affiliation unknown | 1 |
| Shanti Rosdianti | Affiliation unknown | 1 |
| Alfred Dimara | Affiliation unknown | 1 |
| Agustinus Renyoet | Affiliation unknown | 1 |
| Yunus Pajanjan Paulangan | Affiliation unknown | 1 |
| Linda Hetty Yanne Fatahan | Affiliation unknown | 1 |
| Marcelino N. Yonas | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.