Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Optimalisasi Hyper Parameter Convolutional Neural Networks Menggunakan Ant Colony Optimization

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 243–248

DOI
10.25126/jtiik.20241127105
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Berbagai bidang, termasuk pertanian dan kesehatan, mengalami masalah klasifikasi citra yang dapat diatasi melalui beberapa metode. Salah satu metode tersebut menggabungkan convolutional neural networks (CNN) dengan deep learning, tetapi hyperparameter, seperti fungsi loss, fungsi aktivasi, dan optimizers, memengaruhi kinerjanya. Hyperparameter ini memerlukan pengoptimalan, dan metode yang ada, seperti algoritma genetika dan pengoptimalan ant colony, dapat digunakan untuk tujuan ini. Pengoptimalan ant colony terbukti efektif dalam mengoptimalkan deep learning, dan penelitian ini berkontribusi pada penyetelan otomatis berbagai hyperparameter menggunakan ant colony untuk klasifikasi gambar. Pada penelitian ini menggunakan dataset MNIST yang bertujuan untuk mengidentifikasi digit pada citra. Dataset yang digunakan terbagi menjadi 2, dataset pelatihan dan dataset validasi. Dataset pelatihan terdiri dari 33.600 gambar, dan dataset validasi terdiri dari 8.400 gambar. Hasil menunjukkan bahwa optimasi ant colony mencapai akurasi 97,46% dengan data validasi dan 99,69% dengan data pelatihan, yang mengungguli algoritma genetika dengan akurasi masing-masing 94,60% dan 97,59% dengan data validasi dan pelatihan. Selain itu, pengoptimalan ant colony membutuhkan waktu 27,94 detik untuk dilatih, sedangkan algoritme genetika membutuhkan 22,25 detik.

English

Berbagai bidang, termasuk pertanian dan kesehatan, mengalami masalah klasifikasi citra yang dapat diatasi melalui beberapa metode. Salah satu metode tersebut menggabungkan convolutional neural networks (CNN) dengan deep learning, tetapi hyperparameter, seperti fungsi loss, fungsi aktivasi, dan optimizers, memengaruhi kinerjanya. Hyperparameter ini memerlukan pengoptimalan, dan metode yang ada, seperti algoritma genetika dan pengoptimalan ant colony, dapat digunakan untuk tujuan ini. Pengoptimalan ant colony terbukti efektif dalam mengoptimalkan deep learning, dan penelitian ini berkontribusi pada penyetelan otomatis berbagai hyperparameter menggunakan ant colony untuk klasifikasi gambar. Pada penelitian ini menggunakan dataset MNIST yang bertujuan untuk mengidentifikasi digit pada citra. Dataset yang digunakan terbagi menjadi 2, dataset pelatihan dan dataset validasi. Dataset pelatihan terdiri dari 33.600 gambar, dan dataset validasi terdiri dari 8.400 gambar. Hasil menunjukkan bahwa optimasi ant colony mencapai akurasi 97,46% dengan data validasi dan 99,69% dengan data pelatihan, yang mengungguli algoritma genetika dengan akurasi masing-masing 94,60% dan 97,59% dengan data validasi dan pelatihan. Selain itu, pengoptimalan ant colony membutuhkan waktu 27,94 detik untuk dilatih, sedangkan algoritme genetika membutuhkan 22,25 detik. Abstract Various fields, including agriculture and health, have encountered image classification problems that can be addressed through several methods. One such method combines convolutional neural networks (CNN) with deep learning, but hyperparameters, such as loss functions, activation functions, and optimizers, influence its performance. These hyperparameters require optimization, and existing methods, such as genetic algorithms and ant colony optimization, can be utilized for this purpose. Ant colony optimization has shown to be effective in optimizing deep learning, and this research contributes to automatic tuning of various hyperparameters using ant colonies for image classification. In this study using the MNIST dataset, which aims to identify the digits in the image. The dataset used is divided into 2, training dataset and validation dataset. The training dataset consists of 33,600 images, and the validation dataset consists of 8,400 images. The results indicate that ant colony optimization achieves an accuracy of 97.46% with validation data and 99.69% with training data, which outperforms genetic algorithms with an accuracy of 94.60% and 97.59% with validation and training data, respectively. Additionally, ant colony optimization takes 27.94 seconds to train, while the genetic algorithm requires 22.25 seconds.

Keywords

Collaboration network of the authors

23 authors · 72 co-authorship links · 33 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Satya Wacana Christian University
  • Universitas Raharja
  • Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Atma Jaya Catholic University of Indonesia
  • STMIK IKMI Cirebon
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Irwan SembiringSatya Wacana Christian University3
Danny ManonggaSatya Wacana Christian University2
Yerik Afrianto SinggalenAtma Jaya Catholic University of Indonesia1
Untung RahardjaUniversitas Raharja1
Qurotul AiniUniversitas Raharja1
Nuke Puji Lestari SantosoUniversitas Raharja1
Sri Yulianto Joko PrasetyoSatya Wacana Christian University1
Ferdian Aditya PratamaSatya Wacana Christian University1
Juwita Artanti KusumaningtyasSatya Wacana Christian University1
Anthony AnthonySatya Wacana Christian University1
Ade IrianiSatya Wacana Christian University1
Merryana LestariSatya Wacana Christian University1
Iwan SetiawanSatya Wacana Christian University1
Ahmad FauziSTMIK IKMI Cirebon1
Baenil HudaSatya Wacana Christian University1
Hendry HendrySatya Wacana Christian University1
April Lia HanantoUniversitas Buana Perjuangan Karawang1
Tukino TukinoUniversitas Buana Perjuangan Karawang1
Kristoko Dwi HartomoSatya Wacana Christian University1
Marcho Oknivan TumbadeSatya Wacana Christian University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Optimalisasi Hyper Parameter Convolutional Neural Networks Menggunakan Ant Colony Optimization</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Optimalisasi Hyper Parameter Convolutional Neural Networks Menggunakan Ant Colony Optimization</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Santoso, Fian Yulio</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sediyono, Eko</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Purnomo, Hindriyanto Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">auto-tuning hyperparameter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">deep neural network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ant colony</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">genetic algorithm</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">hyperparameter auto-tuning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">deep neural network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">ant colony</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">algoritma genetika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Berbagai bidang, termasuk pertanian dan kesehatan, mengalami masalah klasifikasi citra yang dapat diatasi melalui beberapa metode. Salah satu metode tersebut menggabungkan convolutional neural networks (CNN) dengan deep learning, tetapi hyperparameter, seperti fungsi loss, fungsi aktivasi, dan optimizers, memengaruhi kinerjanya. Hyperparameter ini memerlukan pengoptimalan, dan metode yang ada, seperti algoritma genetika dan pengoptimalan ant colony, dapat digunakan untuk tujuan ini. Pengoptimalan ant colony terbukti efektif dalam mengoptimalkan deep learning, dan penelitian ini berkontribusi pada penyetelan otomatis berbagai hyperparameter menggunakan ant colony untuk klasifikasi gambar. Pada penelitian ini menggunakan dataset MNIST yang bertujuan untuk mengidentifikasi digit pada citra. Dataset yang digunakan terbagi menjadi 2, dataset pelatihan dan dataset validasi. Dataset pelatihan terdiri dari 33.600 gambar, dan dataset validasi terdiri dari 8.400 gambar. Hasil menunjukkan bahwa optimasi ant colony mencapai akurasi 97,46% dengan data validasi dan 99,69% dengan data pelatihan, yang mengungguli algoritma genetika dengan akurasi masing-masing 94,60% dan 97,59% dengan data validasi dan pelatihan. Selain itu, pengoptimalan ant colony membutuhkan waktu 27,94 detik untuk dilatih, sedangkan algoritme genetika membutuhkan 22,25 detik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Berbagai bidang, termasuk pertanian dan kesehatan, mengalami masalah klasifikasi citra yang dapat diatasi melalui beberapa metode. Salah satu metode tersebut menggabungkan convolutional neural networks (CNN) dengan deep learning, tetapi hyperparameter, seperti fungsi loss, fungsi aktivasi, dan optimizers, memengaruhi kinerjanya. Hyperparameter ini memerlukan pengoptimalan, dan metode yang ada, seperti algoritma genetika dan pengoptimalan ant colony, dapat digunakan untuk tujuan ini. Pengoptimalan ant colony terbukti efektif dalam mengoptimalkan deep learning, dan penelitian ini berkontribusi pada penyetelan otomatis berbagai hyperparameter menggunakan ant colony untuk klasifikasi gambar. Pada penelitian ini menggunakan dataset MNIST yang bertujuan untuk mengidentifikasi digit pada citra. Dataset yang digunakan terbagi menjadi 2, dataset pelatihan dan dataset validasi. Dataset pelatihan terdiri dari 33.600 gambar, dan dataset validasi terdiri dari 8.400 gambar. Hasil menunjukkan bahwa optimasi ant colony mencapai akurasi 97,46% dengan data validasi dan 99,69% dengan data pelatihan, yang mengungguli algoritma genetika dengan akurasi masing-masing 94,60% dan 97,59% dengan data validasi dan pelatihan. Selain itu, pengoptimalan ant colony membutuhkan waktu 27,94 detik untuk dilatih, sedangkan algoritme genetika membutuhkan 22,25 detik.
 
Abstract
Various fields, including agriculture and health, have encountered image classification problems that can be addressed through several methods. One such method combines convolutional neural networks (CNN) with deep learning, but hyperparameters, such as loss functions, activation functions, and optimizers, influence its performance. These hyperparameters require optimization, and existing methods, such as genetic algorithms and ant colony optimization, can be utilized for this purpose. Ant colony optimization has shown to be effective in optimizing deep learning, and this research contributes to automatic tuning of various hyperparameters using ant colonies for image classification. In this study using the MNIST dataset, which aims to identify the digits in the image. The dataset used is divided into 2, training dataset and validation dataset. The training dataset consists of 33,600 images, and the validation dataset consists of 8,400 images. The results indicate that ant colony optimization achieves an accuracy of 97.46% with validation data and 99.69% with training data, which outperforms genetic algorithms with an accuracy of 94.60% and 97.59% with validation and training data, respectively. Additionally, ant colony optimization takes 27.94 seconds to train, while the genetic algorithm requires 22.25 seconds.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 243-248</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 243-248</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7105/1278</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>