Partisipasi masyarakat dalam politik menjadi indikator stabilitas dan dinamisnya demokratisasi suatu negara. Semakin tinggi partisipasi masyarakat menunjukkan dibukanya ruang-ruang demokrasi. Memberikan suara dalam pemilihan umum menjadi salah satu indikator penting demokratis tidaknya sebuah negara. Dalam banyak studi masyarakat perbatasan dan pemilu, ada kecendrungan rendahnya angka partisipasi politik masyarakat. Berbagai faktor seperti ketidakpercayaan terhadap perubahan setelah pemilu, tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah, hingga sikap apatis terhadap politik menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat menggunakan hak pilihnya. Padahal, partisipasi masyarakat yang tinggi dipercaya menujukkan tingginya praktek demokrasi di suatu negara. Sebaliknya, tingkat partisipasi politik masyarakat yang rendah menunjukkan kurang demokratiknya sistem politik suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat partisipasi masyarakat di Distrik Muara Tami, perbatasan RI-PNG khususnya kampung Mosso sebagai bagian dari evalusi Pemilihan Umum 2019. Dengan menggunakan metode kualitiatif, penelitian ini akan menganalisa tingkat partisipasi masyakarakat perbatasan, bentuk partisipasi politiknya serta faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas partisipasi. Selain itu penelitian ini juga akan memaparkan peran penyelenggara pemilu dalam mendorong keterlibatan masyarakat pada Pemilu 2019 di Distrik Muara Tami, perbatasan RI-PNGKata Kunci: Partisipasi Politik, Pemilihan Umum, Perbatasan
Collaboration network of the authors
5 authors ·
5 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.