Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN REAKTIVITAS STABILITAS STRUKTUR SENYAWA MIRISTIN DAN TURUNANNYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUNGSIONAL KERAPATAN

AVOGADRO · Vol. 4 No. 1 (2020)

DOI
10.31957/.v4i1.1169
ISSN
2579-9630
Published
2020-05-01
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Perhitungan struktur elektronik dari senyawa miristisin beserta turunannya telah dilakukan guna menggali informasi mengenai reaktivitas dan stabilitas dari masing-masing struktur serta menentukan senyawa yang berpotensi memiliki efek terpeutik yang lebih besar. DFT indeks reaktivitas kimia global (kekerasan kimia, total energi, potensial kimia elektronik dan elektrofilitas) dihitung pada tingkat teori B3LYP/6-31G*. Seluruh perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Spartan 14 terlisensi. Berkaitan dengan tujuan eksplorasi konsistensi hasil teoretis-eksperimental, investigasi spektroskopi UV/Vis, IR, 1H NMR, dan 13C NMR dari data eksperimental dan hasil perhitungan juga dilakukan. Hasil investigasi menunjukkan beberapa posisi dari spektra perhitungam memiliki kecocokan dengan spektra eksperimental. Berdasarkan hasil yang diperoleh, stabilitas senyawa tertinggi yang ditinjau berdasarkan perhitungan deskriptor kekerasan kimia (η) diperoleh dari senyawa miristisin-H (2,905 eV). Potensial kimia elektronik (µ) juga diperoleh dari perhitungan selisih HOMO-LUMO dengan nilai µ tertinggi dimiliki oleh miristisin-NH2 (-2,49 eV). Reaktivitas senyawa tertinggi yang ditinjau berdasarkan perhitungan deskriptor kekerasan kimia (η) dan perhitungan potensial kimia elektronik (µ) diperoleh dari miristisin-Br dengan nilai η=1,33 eV dan ω =-4,56 eV. Sedangkan indeks elektrofilitas menentukan bahwa miristisin-NH2 adalah yang paling neukleofilik dan miristisin-Br adalah yang paling elektrofilik. Miristisin-normal bersifat nukleofilik. Keberadaan halida membuat turunan miristisin menjadi bersifat elektrofilik. Di sisi lain, miristisin dengan substituen amino turut menaikkan reaktivitas senyawa turunan tersebut dan tetap mempertahankan karakternya sebagai nukleofilik. Sehingga senyawa miristisin-NH2 adalah yang paling disarankan, karena diduga memiliki efek terapeutik yang lebih baik dibanding senyawa miristisin-normal.

Collaboration network of the authors

40 authors · 82 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agnes Eri MaryuniAffiliation unknown4
VIRMAN VIRMANAffiliation unknown3
Alowisya FutwembunAffiliation unknown3
Auldry F. WalukowAffiliation unknown2
Tiurlina SiregarAffiliation unknown2
Verena AgustiniAffiliation unknown2
Lodwyk N. KrimadiAffiliation unknown2
Supeno SupenoAffiliation unknown2
Wolter MongsidiUniversitas Halu Oleo1
Jefri F.N. MauritsAffiliation unknown1
Audry F. WalukowAffiliation unknown1
Basa T. RumahorboAffiliation unknown1
Indah D. SetyowatiAffiliation unknown1
Novita MedyatiAffiliation unknown1
Basa RumahorboAffiliation unknown1
SIMON KALEMBENAffiliation unknown1
Yusuf BungkangAffiliation unknown1
JERRY CHRISNY MARLA LANGIAffiliation unknown1
ENDAH DWICAHYANIAffiliation unknown1
BLESKADIT CHATERINE DAMAYANTIAffiliation unknown1
Reni WidiawatiAffiliation unknown1
Marice KarubabaAffiliation unknown1
Mamberuman M. InggamerAffiliation unknown1
Rita Donna HutahaeanAffiliation unknown1
Ortis Fredy WaromiAffiliation unknown1
Cheny AdetyaningsihAffiliation unknown1
Natasha SihiteAffiliation unknown1
Diana AbulaisAffiliation unknown1
Diana M. AbulaisAffiliation unknown1
Martha K. SefaAffiliation unknown1
Demas R. YaamAffiliation unknown1
Maklon WarpurAffiliation unknown1
Roy SalindingAffiliation unknown1
Janviter ManaluAffiliation unknown1
Agnes KopeuwAffiliation unknown1
Yohanes Irenius MandikAffiliation unknown1
Don FlassyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN REAKTIVITAS STABILITAS STRUKTUR SENYAWA MIRISTIN DAN TURUNANNYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUNGSIONAL KERAPATAN</dc:title>
	<dc:creator>Chandra, Chandra</dc:creator>
	<dc:creator>Asmuruf, Frans</dc:creator>
	<dc:creator>Siallagan, Johnson</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perhitungan struktur elektronik dari senyawa miristisin beserta turunannya telah dilakukan guna menggali informasi mengenai reaktivitas dan stabilitas dari masing-masing struktur serta menentukan senyawa yang berpotensi memiliki efek terpeutik yang lebih besar. DFT indeks reaktivitas kimia global (kekerasan kimia, total energi, potensial kimia elektronik dan elektrofilitas) dihitung pada tingkat teori B3LYP/6-31G*. Seluruh perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Spartan 14 terlisensi. Berkaitan dengan tujuan eksplorasi konsistensi hasil teoretis-eksperimental, investigasi spektroskopi UV/Vis, IR, 1H NMR, dan 13C NMR dari data eksperimental dan hasil perhitungan juga dilakukan. Hasil investigasi menunjukkan beberapa posisi dari spektra perhitungam memiliki kecocokan dengan spektra eksperimental. Berdasarkan hasil yang diperoleh, stabilitas senyawa tertinggi yang ditinjau berdasarkan perhitungan deskriptor kekerasan kimia (η) diperoleh dari senyawa miristisin-H (2,905 eV). Potensial kimia elektronik (µ) juga diperoleh dari perhitungan selisih HOMO-LUMO dengan nilai µ tertinggi dimiliki oleh miristisin-NH2 (-2,49 eV). Reaktivitas senyawa tertinggi yang ditinjau berdasarkan perhitungan deskriptor kekerasan kimia (η)  dan perhitungan potensial kimia elektronik (µ) diperoleh dari miristisin-Br dengan nilai η=1,33 eV dan ω =-4,56 eV. Sedangkan indeks elektrofilitas menentukan bahwa miristisin-NH2 adalah yang paling neukleofilik dan miristisin-Br adalah yang paling elektrofilik. Miristisin-normal bersifat nukleofilik. Keberadaan halida membuat turunan miristisin menjadi bersifat elektrofilik. Di sisi lain, miristisin dengan substituen amino turut menaikkan reaktivitas senyawa turunan tersebut dan tetap mempertahankan karakternya sebagai nukleofilik. Sehingga senyawa miristisin-NH2 adalah yang paling disarankan, karena diduga memiliki efek terapeutik yang lebih baik dibanding senyawa miristisin-normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/1169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/.v4i1.1169</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AVOGADRO; Vol. 4 No. 1 (2020): AVOGADRO Jurnal Kimia; 6</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL AVOGADRO; Vol 4 No 1 (2020): AVOGADRO Jurnal Kimia; 6</dc:source>
	<dc:source>2579-9630</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/1169/983</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 JURNAL AVOGADRO</dc:rights>
</oai_dc:dc>