Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Papua. Papua memiliki berbagai jenis kopi berkualitas yang memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Kopi- kopi tersebut tersebar di beberapa wilayah di Papua. Kopi yang berkualitas akan menghasilkan cita rasa, aroma dan khasiat yang berkualitas. Kualitas biji kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: jenis, letak geografis, cara pengolahan dan cara penyajian. Umumnya kopi disajikan dalam bentuk minuman yang diolah dari biji kopi sangrai dengan teknik penyeduhan menggunakan metoda ekstraksi menggunakan pelarut air. Pemilihan metoda ekstraksi akan mempengaruhi kualitas ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap sifat fisik dan kimia kopi Papua. Sampel kopi yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji kopi Arabika asal Wamena dan Lanny Jaya. Biji kopi diekstraksi dengan metode maserasi dan soxhletasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua esktrak biji kopi berwarna coklat kehitaman, aroma biji kopi yang dihasilkan dengan metode soxhletasi lebih khas dan tajam. Tingkat keasaman esktrak kopi secara soxhletasi sedikit lebih tinggi dibanding maserasi. Sementara itu, kandungan kimia kopi seperti: alkaloid, terpenoid, steroid, saponin, polofenol dan tanin dalam esktrak kopi soxhletasi lebih banyak dibanding dengan metode maserasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode esktraksi mempengaruhi sifat fisik dan kimia kopi. Dimana metode soxhletasi lebih optimal dalam mengekstrak biji kopi dibanding metode maserasi.
Collaboration network of the authors
20 authors ·
44 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.