Ampas sagu merupakan limbah yang dihasilkan dari pengolahan sagu, yang masih  kaya akan karbohidrat dan bahan organik lainnya. Ampas sagu juga mengandung selulosa sebesar 20% yang dapat diuraikan menjadi glukosa (hidrolisat) melalui proses hidrolisis asam sulfat di mana glukosa ini dapat menjadi bahan dasar fermentasi untuk  menghasilkan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi optimum produksi bioetanol dengan memvariasikan jumlah ragi roti (Saccharomyces cerevisiae), dan lama waktu fermentasi. Hidrolisat ampas sagu (Metroxylon sp.) dengan pH awal 1,4 ditambahkan dengan larutan NaOH 80% hingga diperoleh pH 5. Ragi (Saccharomyces cerevisiae) merupakan golongan khamir yang mampu memfermentasikan berbagai karbohidrat sederhana dan mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2). Jumlah ragi yang dipakai adalah 3 g, 4 g, dan 5 g, sedangkan fermentasi hidrolisat dilakukan pada pH 5 dalam skala waktu 1-10 hari. Hasil  fermentasi  (bioetanol) dimurnikan  dengan  metode  destilasi.  Data  penelitian menunjukkan  bahwa  kadar  bioetanol terbanyak adalah 4,25% dengan kondisi optimum jumlah ragi 4 g, waktu fermentasi 6 hari dan pH fermentasi 5. Jadi data penelitian ini dapat menjadi informasi dalam membuat rancangan optimasi produksi bioetanol selanjutnya Kata KunciÂ: Ampas sagu (Metroxylon sp.), bioetanol, Saccharomyces cerevisiae, fermentasi,
Collaboration network of the authors
18 authors ·
53 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.