Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa oleifera Lamk) dan Air Hujan untuk Pelunakan Air Sadah di Kota Jayapura

AVOGADRO · Vol. 6 No. 1 (2022) · pp. 48–53

DOI
10.31957/avg.v6i1.2452
ISSN
2579-9630
Published
2022-05-01
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Kertersediaan air minum yang sehat merupakan prasyarat kemajuan suatu kota. Salah satu penyebab air tanah di Jayapura tidak layak dikonsumsi adalah tingginya kesadahan. Upaya penanganan kesadahan air menggunakan sumber daya setempat seperti air hujan dan tanaman lokal dinilai strategis dilakukan. Penelitian ini mengungkap tingkat dan jenis kesadahan air tanah di Jayapura serta memanfaatkan kombinasi air hujan dan biji kelor untuk menurunkan kesadahan air sehingga layak dikonsumsi. Air tanah diambil dari tiga lokasi di Kota Jayapura dan analisis kesadahan dilakukan secara kelatometri. Bubuk biji kelor dengan dosis 300, 500, dan 700 ppm ditambahkan pada air tanah dengan dan tanpa dicampur air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah yang diteliti bersifat sangat sadah (very hard) dengan kesadahan total di atas 500 ppm dengan dominasi magnesium. Serbuk kelor menurunkan kesadahan air dan pada penambahan 700 ppm terhadap campuran air tanah dan air hujan menghasilkan tingkat kesadahan setara air PDAM yang layak konsumsi

Collaboration network of the authors

40 authors · 119 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Supeno SupenoAffiliation unknown6
Lodwyk N. KrimadiAffiliation unknown5
MujiatiAffiliation unknown4
Yohanes B.J. RusmantaAffiliation unknown4
Dewi Ana RusimAffiliation unknown3
Diana M. AbulaisAffiliation unknown2
Frans A. AsmurufAffiliation unknown2
Alowisya FutwenbunAffiliation unknown2
Frans Pither KafiarAffiliation unknown2
Merry Y WonaAffiliation unknown2
darwanta darwantaAffiliation unknown2
Suwito SuwitoAffiliation unknown2
Frans KafiarAffiliation unknown1
Frans P. KafiarAffiliation unknown1
Septiani MangiwaAffiliation unknown1
Agnes Eri MaryuniAffiliation unknown1
Juniati A. BokinAffiliation unknown1
Yuliana R. YabansabraAffiliation unknown1
Fernandes J.P. BonayAffiliation unknown1
Johnson SiallanganAffiliation unknown1
Maklon WarpurAffiliation unknown1
Johnson SiallaganAffiliation unknown1
Auldry F. WalukowAffiliation unknown1
Roy SalindingAffiliation unknown1
FRANS DEMINGGUSAffiliation unknown1
Alex A. LepaAffiliation unknown1
Merry Crisna WambrauwAffiliation unknown1
Muhamad MukhlisAffiliation unknown1
1Wulan Nian AnwariAffiliation unknown1
Trifani A LestariAffiliation unknown1
Indrawati M. ChakraAffiliation unknown1
Lily R. BektyAffiliation unknown1
Yudi A.R. KaiwayAffiliation unknown1
Nurhairi NurhairiAffiliation unknown1
Fideles KeiyaAffiliation unknown1
Sriyanto SriyantoAffiliation unknown1
Naomi M SimamoraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Biji Kelor (Moringa oleifera Lamk) dan Air Hujan untuk Pelunakan Air Sadah di Kota Jayapura</dc:title>
	<dc:creator>Himawan, Himawan</dc:creator>
	<dc:creator>Manalu, Janviter</dc:creator>
	<dc:creator>Salim, Ilham</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kertersediaan air minum yang sehat merupakan prasyarat kemajuan suatu kota. Salah satu penyebab air tanah di Jayapura tidak layak dikonsumsi adalah tingginya kesadahan. Upaya penanganan kesadahan air menggunakan sumber daya setempat seperti air hujan dan tanaman lokal dinilai strategis dilakukan. Penelitian ini mengungkap tingkat dan jenis kesadahan air tanah di Jayapura serta memanfaatkan kombinasi air hujan dan biji kelor untuk menurunkan kesadahan air sehingga layak dikonsumsi. Air tanah diambil dari tiga lokasi di Kota Jayapura dan analisis kesadahan dilakukan secara kelatometri. Bubuk biji kelor dengan dosis 300, 500, dan 700 ppm ditambahkan pada air tanah dengan dan tanpa dicampur air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah yang diteliti bersifat sangat sadah (very hard) dengan kesadahan total di atas 500 ppm dengan dominasi magnesium. Serbuk kelor menurunkan kesadahan air dan pada penambahan 700 ppm terhadap campuran air tanah dan air hujan menghasilkan tingkat kesadahan setara air PDAM yang layak konsumsi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/2452</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/avg.v6i1.2452</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AVOGADRO; Vol. 6 No. 1 (2022): AVOGADRO Jurnal Kimia; 48-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL AVOGADRO; Vol 6 No 1 (2022): AVOGADRO Jurnal Kimia; 48-53</dc:source>
	<dc:source>2579-9630</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/2452/1980</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 AVOGADRO</dc:rights>
</oai_dc:dc>