Jurnal
Minyak Atsiri Jahe Gajah Sebagai Pestisida Nabati Bagi Kutu Kebul Menggunakan Metode Destilasi Uap
AVOGADRO · Vol. 6 No. 2 (2023) · pp. 56–68
- ISSN
- 2579-9630
- Published
- 2023-06-07
- Publisher
- Universitas Cenderawasih
- Language
- eng
Abstract
English
Komoditas pertanian menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi petani adalah tanaman cabai, tanaman cabai juga sangat dibutuhakan bagi kebutuhan baik rumah tangga sebagai penambah cita rasa bagi makanan yang dikonsumsi, namun seringkali komoditas ini terancam gagal panen diakibatkan terserang hama. Hama yang sering muncul sebagai hewan penggangu (Hemiptera: Aleyrodidae). Hama kutu kebul ini dapat menginfeksi tanaman cabai sehingga terjangkit penyakit nekrosis atau pengeringan batang yang relatif cepat dikarenakan kekurangan air, daun lebih cepat menguning, luas daun mengecil karena kekurangan nutrisi. Hama kutu kebul dapat dimusnahkan dengan mengunakan pestisida nabati atau organik. Pestisida nabati atau organik yang dapat digunakan untuk mengatasi hama kutu kebul adalah ekstak minyak atsiri dari tanaman Jahe. Tanaman temu-temuan mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antioksidan, penurunan aktifitas lokomotor (anti kejang), anti tumor, anti bakteri, dan salah satu fungsi yang menunjang penelitian ini adalah dapat digunkan sebagai pestisida nabati bagi hama tanaman. Senyawa yang dapat dijadikan sebagai pestisida nabati adalah senyawa zingiberane yang merupakan komponen utama dan sebagai penentu kualitas minyak atsiri (Rt 29,375), Limonen (Rt 11,680), dan 1,8-Cineole (Rt 14,832). Pengaruh ketiga senyawa tersebut adalah sebagai agen pembesami hama kutu kebul dengan cara merusak sistem reproduksi sehingga terganggu proses reproduksi, merusak sistem pencernaan dan merusak sistem pertahanan diri hama kutu kebul.
Bahasa Indonesia
Komoditas pertanian menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi petani adalah tanaman cabai, tanaman cabai juga sangat dibutuhakan bagi kebutuhan baik rumah tangga sebagai penambah cita rasa bagi makanan yang dikonsumsi, namun seringkali komoditas ini terancam gagal panen diakibatkan terserang hama. Hama yang sering muncul sebagai hewan penggangu (Hemiptera: Aleyrodidae). Hama kutu kebul ini dapat menginfeksi tanaman cabai sehingga terjangkit penyakit nekrosis atau pengeringan batang yang relatif cepat dikarenakan kekurangan air, daun lebih cepat menguning, luas daun mengecil karena kekurangan nutrisi. Hama kutu kebul dapat dimusnahkan dengan mengunakan pestisida nabati atau organik. Pestisida nabati atau organik yang dapat digunakan untuk mengatasi hama kutu kebul adalah ekstak minyak atsiri dari tanaman Jahe. Tanaman temu-temuan mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antioksidan, penurunan aktifitas lokomotor (anti kejang), anti tumor, anti bakteri, dan salah satu fungsi yang menunjang penelitian ini adalah dapat digunkan sebagai pestisida nabati bagi hama tanaman. Senyawa yang dapat dijadikan sebagai pestisida nabati adalah senyawa zingiberane yang merupakan komponen utama dan sebagai penentu kualitas minyak atsiri (Rt 29,375), Limonen (Rt 11,680), dan 1,8-Cineole (Rt 14,832). Pengaruh ketiga senyawa tersebut adalah sebagai agen pembesami hama kutu kebul dengan cara merusak sistem reproduksi sehingga terganggu proses reproduksi, merusak sistem pencernaan dan merusak sistem pertahanan diri hama kutu kebul.
Collaboration network of the authors
36 authors · 118 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Himawan Himawan | Affiliation unknown | 6 |
| Septiani Mangiwa | Affiliation unknown | 3 |
| Martha K. Sefa | Affiliation unknown | 3 |
| Johnson Siallagan | Affiliation unknown | 3 |
| Nurhairi Nurhairi | Affiliation unknown | 3 |
| Oktafani R Patiung | Affiliation unknown | 2 |
| Merry Y Wona | Affiliation unknown | 2 |
| Juniati A. Bokin | Affiliation unknown | 2 |
| Demas R. Yaam | Affiliation unknown | 2 |
| Yuliana R. Yabansabra | Affiliation unknown | 2 |
| Alowisya Futwenbun | Affiliation unknown | 2 |
| Agustinus Langowuyo | Affiliation unknown | 2 |
| Suwito Suwito | Affiliation unknown | 2 |
| Nason Siringon | Affiliation unknown | 2 |
| Oktafani Patiung | Affiliation unknown | 1 |
| Qonita A. Nisa | Affiliation unknown | 1 |
| Nurlita Dianingsih | Affiliation unknown | 1 |
| Yulindra M. Numberi | Affiliation unknown | 1 |
| Eunike M. Panjaitan | Affiliation unknown | 1 |
| Lodwyk Nomenzen Krimadi | Affiliation unknown | 1 |
| Diana Abulais | Affiliation unknown | 1 |
| Frans A. Asmuruf | Affiliation unknown | 1 |
| Supeno Supeno | Affiliation unknown | 1 |
| Fernandes J.P. Bonay | Affiliation unknown | 1 |
| Johnson Siallangan | Affiliation unknown | 1 |
| darwanta darwanta | Affiliation unknown | 1 |
| Himawan Himawan3 | Affiliation unknown | 1 |
| Ilham Salim | Affiliation unknown | 1 |
| Muhamad Mukhlis | Affiliation unknown | 1 |
| Fideles Keiya | Affiliation unknown | 1 |
| Yurliana Tangsi | Affiliation unknown | 1 |
| Novalina Putri Istiqomah | Affiliation unknown | 1 |
| Caecilia Bintang Girik Allo | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.