Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

POTENSI EKSTRAK KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI BAHAN BAKU BODY LOTION ANTIOKSIDAN

AVOGADRO · Vol. 9 No. 1 (2025) · pp. 16–25

ISSN
2579-9630
Published
2025-05-01
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tanaman khas dari Papua yang memiliki potensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa aktifnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui zat kandungan senyawa kimia dalam kulit buah matoa. Penelitian ini diawali dengan maserasi kulit buah matoa selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian KLT, skrining fitokimia serta pembuatan sediaan body lotion. Pada sediaan dilakukan beberapa pengujian karakteristik yang meliputi: uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap mutu kimianya. Hasil ekstraksi kulit buah matoa adalah ekstrak kental dengan persen rendemen sebesar 17,03%, memiliki aroma khas kulit buah matoa dan berwarna merah keunguan. Hasil KLT menggunakan eluen n-heksan: aseton dengan perbandingan 7:3 menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid/steroid. Pada skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah matoa memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Sediaan body lotion yang dihasilkan homogen, pH 6-7, memiliki daya sebar yang baik yaitu 5-6 cm serta memiliki viskositas 2080-4570 cP. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa formulasi terbaik didapatkan pada F3 dengan penambahan ekstrak sebesar 4,2 g yang memiliki aktivitas antioksidan sebesar 95,28% dan nilai IC50 sebesar 88,96 ppm. Nilai IC50 ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sediaan body lotion ekstrak kulit buah matoa termasuk dalam kategori kuat.

Collaboration network of the authors

40 authors · 92 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agnes Eri MaryuniAffiliation unknown6
Lodwyk N. KrimadiAffiliation unknown4
Diana M. AbulaisAffiliation unknown4
VIRMAN VIRMANAffiliation unknown3
Supeno SupenoAffiliation unknown3
Auldry F. WalukowAffiliation unknown2
Tiurlina SiregarAffiliation unknown2
Frans A. AsmurufAffiliation unknown2
Verena AgustiniAffiliation unknown2
Diana AbulaisAffiliation unknown2
Himawan HimawanAffiliation unknown2
Frans AsmurufAffiliation unknown2
Elizabeth HolleAffiliation unknown2
Jefri F.N. MauritsAffiliation unknown1
Audry F. WalukowAffiliation unknown1
Basa T. RumahorboAffiliation unknown1
Indah D. SetyowatiAffiliation unknown1
Novita MedyatiAffiliation unknown1
Eva SimaremareAffiliation unknown1
Basa RumahorboAffiliation unknown1
SIMON KALEMBENAffiliation unknown1
Yusuf BungkangAffiliation unknown1
JERRY CHRISNY MARLA LANGIAffiliation unknown1
ENDAH DWICAHYANIAffiliation unknown1
BLESKADIT CHATERINE DAMAYANTIAffiliation unknown1
Reni WidiawatiAffiliation unknown1
Marice KarubabaAffiliation unknown1
Mamberuman M. InggamerAffiliation unknown1
Rita Donna HutahaeanAffiliation unknown1
Ortis Fredy WaromiAffiliation unknown1
Yuliana YabansabraAffiliation unknown1
Anna RumabarAffiliation unknown1
Cheny AdetyaningsihAffiliation unknown1
Natasha SihiteAffiliation unknown1
Martha K. SefaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">POTENSI EKSTRAK KULIT BUAH MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI BAHAN BAKU BODY LOTION ANTIOKSIDAN </dc:title>
	<dc:creator>Anggreini, Devi</dc:creator>
	<dc:creator>Siallagan, Johnson</dc:creator>
	<dc:creator>Yabansabra, Yuliana R</dc:creator>
	<dc:creator>Futwembun, Alowisya</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhairi, Nurhairi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu tanaman khas dari Papua yang memiliki potensi sebagai antioksidan karena kandungan senyawa aktifnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui zat kandungan senyawa kimia dalam &amp;nbsp;kulit buah matoa. Penelitian ini diawali dengan maserasi kulit buah matoa selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 96%, pengujian KLT, skrining fitokimia serta pembuatan sediaan body lotion. Pada sediaan dilakukan beberapa pengujian karakteristik yang meliputi: uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap mutu kimianya. Hasil ekstraksi kulit buah matoa adalah ekstrak kental dengan persen rendemen sebesar 17,03%, memiliki aroma khas kulit buah matoa dan berwarna merah keunguan. Hasil KLT menggunakan eluen n-heksan : aseton dengan perbandingan 7:3 menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid/steroid. Pada skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah matoa memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Sediaan body lotion yang dihasilkan homogen, pH 6-7, memiliki daya sebar yang baik yaitu 5-6 cm serta memiliki viskositas 2080-4570 cP. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa formulasi terbaik didapatkan pada F3 dengan penambahan ekstrak sebesar 4,2 g yang memiliki aktivitas antioksidan sebesar 95,28% dan nilai IC50&amp;nbsp;sebesar 88,96 ppm. Nilai IC50&amp;nbsp;ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan sediaan body lotion ekstrak kulit buah matoa termasuk dalam kategori kuat. &amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/4067</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">AVOGADRO; Vol. 9 No. 1 (2025): AVOGADRO Jurnal Kimia; 16-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL AVOGADRO; Vol 9 No 1 (2025): AVOGADRO Jurnal Kimia; 16-25</dc:source>
	<dc:source>2579-9630</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JA/article/view/4067/3248</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Devi Anggreini, Johnson Siallagan, Yuliana R Yabansabra, Alowisya Futwembun, Nurhairi Nurhairi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>