Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Perancangan Gim Edukasi Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Pemahaman Pengenalan Angka

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 4 (2024) · pp. 705–714

DOI
10.25126/jtiik.1147377
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Pendidikan sudah diberikan kepada anak-anak sejak usia balita. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) didirikan. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah “Belajar Sambil Bermain” sehingga terdapat istilah untuk alat permainan yang dirancang untuk tumbuh kembang anak yaitu Alat Permainan Edukatif (APE). Namun tidak semua guru TK dapat mengaplikasikan APE ke dalam sistem pengajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan berdasarkan kurikulum pendidikan, terutama TK yang masih memiliki fasilitas pembelajaran yang tingkatnya menengah ke bawah. Para guru dari salah satu TK tersebut mengalami kendala dalam mengenalkan konsep angka kepada siswa tingkat A. Penelitian ini ditujukan untuk merancang sebuah APE berupa gim edukasi untuk mengenalkan konsep angka kepada siswa TK tersebut. Gim tersebut dirancang menggunakan MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework yaitu sebuah tool yang digunakan untuk merancang atau menganalisis sebuah gim dengan membaginya menjadi tiga komponen: mechanic (rules), dynamic (gameplay), dan aesthetic (fun). Metode pengembangan yang digunakan adalah Iterative. Setelah rancangan selesai, dilakukan One Group Pretest-Posttest yang menghasilkan nilai rata-rata pretest sebesar 41,67% dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 75%, serta fun test menggunakan Smileyometer menunjukkan nilai 4,48 dari 5, menunjukkan bahwa anak-anak menikmati bermain gim tersebut. Abstract Education has been given to children since they were toddlers. Hence, the Kindergarten program is established. One of the most used teaching methods is “Learning While Playing” and the toys designed to help children’s development are called Educational Game Tools. Unfortunately, some kindergarten teacher cannot apply it to their teaching system, particularly kindergarten with low-level teaching facility. The teachers are having trouble teaching the concept of numbers to their kindergarteners in group A. This research is intended to design an educational game to introduce the concept of numbers for their students. The educational game is designed using MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework, a tool used to design or analyze a game by dividing it into three components: mechanic (rules), dynamic (gameplay), and aesthetic (fun). The development method used is Iterative. After the design was completed, a One Group Pretest-Posttest was conducted, resulting in an average pretest score of 41.67% and an increased average posttest score of 75%, and a fun test using a Smileyometer showed a score of 4.48 out of 5, indicating that the children enjoyed playing the game.

English

Pendidikan sudah diberikan kepada anak-anak sejak usia balita. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) didirikan. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah “Belajar Sambil Bermain” sehingga terdapat istilah untuk alat permainan yang dirancang untuk tumbuh kembang anak yaitu Alat Permainan Edukatif (APE). Namun tidak semua guru TK dapat mengaplikasikan APE ke dalam sistem pengajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan berdasarkan kurikulum pendidikan, terutama TK yang masih memiliki fasilitas pembelajaran yang tingkatnya menengah ke bawah. Para guru dari salah satu TK tersebut mengalami kendala dalam mengenalkan konsep angka kepada siswa tingkat A. Penelitian ini ditujukan untuk merancang sebuah APE berupa gim edukasi untuk mengenalkan konsep angka kepada siswa TK tersebut. Gim tersebut dirancang menggunakan MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework yaitu sebuah tool yang digunakan untuk merancang atau menganalisis sebuah gim dengan membaginya menjadi tiga komponen: mechanic (rules), dynamic (gameplay), dan aesthetic (fun). Metode pengembangan yang digunakan adalah Iterative. Setelah rancangan selesai, dilakukan One Group Pretest-Posttest yang menghasilkan nilai rata-rata pretest sebesar 41,67% dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 75%, serta fun test menggunakan Smileyometer menunjukkan nilai 4,48 dari 5, menunjukkan bahwa anak-anak menikmati bermain gim tersebut. Abstract Education has been given to children since they were toddlers. Hence, the Kindergarten program is established. One of the most used teaching methods is “Learning While Playing” and the toys designed to help children’s development are called Educational Game Tools. Unfortunately, some kindergarten teacher cannot apply it to their teaching system, particularly kindergarten with low-level teaching facility. The teachers are having trouble teaching the concept of numbers to their kindergarteners in group A. This research is intended to design an educational game to introduce the concept of numbers for their students. The educational game is designed using MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework, a tool used to design or analyze a game by dividing it into three components: mechanic (rules), dynamic (gameplay), and aesthetic (fun). The development method used is Iterative. After the design was completed, a One Group Pretest-Posttest was conducted, resulting in an average pretest score of 41.67% and an increased average posttest score of 75%, and a fun test using a Smileyometer showed a score of 4.48 out of 5, indicating that the children enjoyed playing the game.

Collaboration network of the authors

26 authors · 54 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Aminul AkbarUniversity of Brawijaya3
Denny Sagita RusdiantoUniversity of Brawijaya1
Dedin Anike PutraAffiliation unknown1
Muhammad Dimas Setiawan SanapiahAffiliation unknown1
Azifatul Istna HanifahAffiliation unknown1
Wibisono Sukmo WardhonoUniversity of Brawijaya1
Billawal Nadipa PelealuUniversity of Brawijaya1
Faizatul AmaliaUniversity of Brawijaya1
Rizky Tri SulistyoUniversity of Brawijaya1
Satrio Hadi WijoyoUniversity of Brawijaya1
M. Ro'ifUniversity of Brawijaya1
Imam CholissodinUniversity of Brawijaya1
Bayu RahayudiUniversity of Brawijaya1
Willyan Eka KsatriaUniversity of Brawijaya1
Annisa SukmawatiUniversity of Brawijaya1
Muhammad Farid MuzayyaniUniversity of Brawijaya1
Erico SilitongaUniversity of Brawijaya1
Okta PurnawirawanUniversity of Brawijaya1
Raditya Muhammad SalmanUniversity of Brawijaya1
Prima ZulvarinaUniversity of Brawijaya1
Uun HariyantiAffiliation unknown1
Delisya JayadiAffiliation unknown1
Rio NurtantyanaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Perancangan Gim Edukasi Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Pemahaman Pengenalan Angka</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Perancangan Gim Edukasi Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Pemahaman Pengenalan Angka</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Ramadhyono, Abdiel Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id"> Jonemaro, Eriq Muhammad Adams</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Afirianto, Tri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Pendidikan sudah diberikan kepada anak-anak sejak usia balita. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) didirikan. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah “Belajar Sambil Bermain” sehingga terdapat istilah untuk alat permainan yang dirancang untuk tumbuh kembang anak yaitu Alat Permainan Edukatif (APE). Namun tidak semua guru TK dapat mengaplikasikan APE ke dalam sistem pengajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan berdasarkan kurikulum pendidikan, terutama TK yang masih memiliki fasilitas pembelajaran yang tingkatnya menengah ke bawah. Para guru dari salah satu TK tersebut mengalami kendala dalam mengenalkan konsep angka kepada siswa tingkat A. Penelitian ini ditujukan untuk merancang sebuah APE berupa gim edukasi untuk mengenalkan konsep angka kepada siswa TK tersebut. Gim tersebut dirancang menggunakan MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework yaitu sebuah tool yang digunakan untuk merancang atau menganalisis sebuah gim dengan membaginya menjadi tiga komponen: mechanic (rules), dynamic (gameplay), dan aesthetic (fun). Metode pengembangan yang digunakan adalah Iterative. Setelah rancangan selesai, dilakukan One Group Pretest-Posttest yang menghasilkan nilai rata-rata pretest sebesar 41,67% dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 75%, serta fun test menggunakan Smileyometer menunjukkan nilai 4,48 dari 5, menunjukkan bahwa anak-anak menikmati bermain gim tersebut.
 
Abstract 
 
Education has been given to children since they were toddlers. Hence, the Kindergarten program is established. One of the most used teaching methods is “Learning While Playing” and the toys designed to help children’s development are called Educational Game Tools. Unfortunately, some kindergarten teacher cannot apply it to their teaching system, particularly kindergarten with low-level teaching facility. The teachers are having trouble teaching the concept of numbers to their kindergarteners in group A. This research is intended to design an educational game to introduce the concept of numbers for their students. The educational game is designed using MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework, a tool used to design or analyze a game by dividing it into three components: mechanic (rules), dynamic (gameplay), and aesthetic (fun). The development method used is Iterative. After the design was completed, a One Group Pretest-Posttest was conducted, resulting in an average pretest score of 41.67% and an increased average posttest score of 75%, and a fun test using a Smileyometer showed a score of 4.48 out of 5, indicating that the children enjoyed playing the game.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Pendidikan sudah diberikan kepada anak-anak sejak usia balita. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) didirikan. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah “Belajar Sambil Bermain” sehingga terdapat istilah untuk alat permainan yang dirancang untuk tumbuh kembang anak yaitu Alat Permainan Edukatif (APE). Namun tidak semua guru TK dapat mengaplikasikan APE ke dalam sistem pengajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan berdasarkan kurikulum pendidikan, terutama TK yang masih memiliki fasilitas pembelajaran yang tingkatnya menengah ke bawah. Para guru dari salah satu TK tersebut mengalami kendala dalam mengenalkan konsep angka kepada siswa tingkat A. Penelitian ini ditujukan untuk merancang sebuah APE berupa gim edukasi untuk mengenalkan konsep angka kepada siswa TK tersebut. Gim tersebut dirancang menggunakan MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework yaitu sebuah tool yang digunakan untuk merancang atau menganalisis sebuah gim dengan membaginya menjadi tiga komponen: mechanic (rules), dynamic (gameplay), dan aesthetic (fun). Metode pengembangan yang digunakan adalah Iterative. Setelah rancangan selesai, dilakukan One Group Pretest-Posttest yang menghasilkan nilai rata-rata pretest sebesar 41,67% dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 75%, serta fun test menggunakan Smileyometer menunjukkan nilai 4,48 dari 5, menunjukkan bahwa anak-anak menikmati bermain gim tersebut.
 
Abstract 
 
Education has been given to children since they were toddlers. Hence, the Kindergarten program is established. One of the most used teaching methods is “Learning While Playing” and the toys designed to help children’s development are called Educational Game Tools. Unfortunately, some kindergarten teacher cannot apply it to their teaching system, particularly kindergarten with low-level teaching facility. The teachers are having trouble teaching the concept of numbers to their kindergarteners in group A. This research is intended to design an educational game to introduce the concept of numbers for their students. The educational game is designed using MDA (mechanics, dynamics, aesthetics) Framework, a tool used to design or analyze a game by dividing it into three components: mechanic (rules), dynamic (gameplay), and aesthetic (fun). The development method used is Iterative. After the design was completed, a One Group Pretest-Posttest was conducted, resulting in an average pretest score of 41.67% and an increased average posttest score of 75%, and a fun test using a Smileyometer showed a score of 4.48 out of 5, indicating that the children enjoyed playing the game.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.1147377</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 4: Agustus 2024; 705-714</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 4: Agustus 2024; 705-714</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.114</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7377/1329</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>