Open access Jurnal SINTA 2
Vision Transformer untuk Klasifikasi Kematangan Pisang
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 1 (2024) · pp. 75–84
- ISSN
- 2528-6579, 2355-7699
- Published
- 2024-02-29
- Publisher
- Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
- Language
- en
Abstract
Bahasa Indonesia
Produksi pisang di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 9,6 juta ton buah. Metode konvensional yang digunakan untuk menentukan tingkat kematangan pisang masih mengandalkan indera penglihatan manusia dengan memperhatikan perubahan warna kulit pisang. Namun, penentuan tingkat kematangan pisang dengan metode ini memiliki beberapa kekurangan, seperti waktu yang lama, penilaian yang bersifat subjektif dan dapat menghasilkan hasil yang berbeda-beda bagi setiap individu. Oleh karena itu, teknologi computer vision dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengklasifikasikan kematangan buah pisang secara otomatis. Penelitian ini menggunakan metodologi Vision Transformer (ViT) untuk mengklasifikasikan tingkat kematangan pada buah pisang, dengan tingkatan yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu mentah, setengah matang, matang, dan terlalu matang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima model ViT yang sudah dilatih sebelumnya atau pre-trained, yaitu ViT-B/16, ViT-B/32, ViT-L/16, ViT-L/32, and ViT-H/14 pada ImageNet-21k dan ImageNet-1k. Kemudian, model ViT tersebut dievaluasi dan dibandingkan dengan model CNN. Evaluasi dilakukan menggunakan metode cross-dataset dengan 5.068 citra pisang yang berbeda dari dataset latih. Hasil evaluasi menunjukkan model ViTL/16-in21k memiliki akurasi tertinggi sebesar 91,61%. Model ViT menunjukkan kemampuan generalisasi yang lebih baik, sementara CNN memiliki ukuran model dan waktu pelatihan yang lebih efisien.
English
Produksi pisang di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 9,6 juta ton buah. Metode konvensional yang digunakan untuk menentukan tingkat kematangan pisang masih mengandalkan indera penglihatan manusia dengan memperhatikan perubahan warna kulit pisang. Namun, penentuan tingkat kematangan pisang dengan metode ini memiliki beberapa kekurangan, seperti waktu yang lama, penilaian yang bersifat subjektif dan dapat menghasilkan hasil yang berbeda-beda bagi setiap individu. Oleh karena itu, teknologi computer vision dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengklasifikasikan kematangan buah pisang secara otomatis. Penelitian ini menggunakan metodologi Vision Transformer (ViT) untuk mengklasifikasikan tingkat kematangan pada buah pisang, dengan tingkatan yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu mentah, setengah matang, matang, dan terlalu matang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima model ViT yang sudah dilatih sebelumnya atau pre-trained, yaitu ViT-B/16, ViT-B/32, ViT-L/16, ViT-L/32, and ViT-H/14 pada ImageNet-21k dan ImageNet-1k. Kemudian, model ViT tersebut dievaluasi dan dibandingkan dengan model CNN. Evaluasi dilakukan menggunakan metode cross-dataset dengan 5.068 citra pisang yang berbeda dari dataset latih. Hasil evaluasi menunjukkan model ViTL/16-in21k memiliki akurasi tertinggi sebesar 91,61%. Model ViT menunjukkan kemampuan generalisasi yang lebih baik, sementara CNN memiliki ukuran model dan waktu pelatihan yang lebih efisien.
Keywords
Collaboration network of the authors
20 authors · 37 co-authorship links · 8 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Telkom University
- Indonesian Institute of Sciences
- Universitas Bina Sarana Informatika
- Universitas Nusa Mandiri
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Windu Gata | Universitas Nusa Mandiri | 1 |
| Basri Basri | Affiliation unknown | 1 |
| Iwan Muhammad Erwin | Indonesian Institute of Sciences | 1 |
| Esa Prakarsa | Indonesian Institute of Sciences | 1 |
| Bambang Sugiarto | Indonesian Institute of Sciences | 1 |
| Eko Arif Riyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Tri Juninisvianty | Affiliation unknown | 1 |
| Doddy Ferdian Nasution | Affiliation unknown | 1 |
| Ridwansyah Ridwansyah | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Jajang Jaya Purnama | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Hendri Mahmud Nawawi | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Susy Rosyida | Affiliation unknown | 1 |
| Elly Firasari | Affiliation unknown | 1 |
| Umi Khultsum | Affiliation unknown | 1 |
| Monikka Nur Winnarto | Affiliation unknown | 1 |
| Ema Rachmawati | Telkom University | 1 |
| Ahmad Habib Fitriansyah | Telkom University | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.