Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Otomatisasi Pendeteksi Kata Baku Dan Tidak Baku Pada Data Twitter Berbasis KBBI

Otomatisasi Pendeteksi Kata Baku dan Tidak Baku pada Data Twitter Berbasis KBBI

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 337–348

DOI
10.25126/jtiik.20241127404
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi otomatis kata-kata baku dan non-baku pada data Twitter berbasis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Twitter merupakan platform media sosial yang populer, namun sering kali digunakan dengan kata-kata tidak baku yang mengganggu komunikasi. Normalisasi kata-kata tidak baku diperlukan untuk pemrosesan dan analisis tweet. Penelitian sebelumnya menggunakan metode Levenshtein Distance dan pengklasifikasi Naïve Bayes, serta Term Based Random Sampling dalam proses Stopword Removal. Preprocessing penting dalam klasifikasi teks di media sosial. Penelitian ini fokus pada preprocessing dan deteksi kata-kata baku dan non-baku pada data Twitter menggunakan KBBI. Sistem otomatis ini membantu peneliti mencari kata-kata non-baku atau slang dengan mudah, meningkatkan kualitas komunikasi, dan pemahaman pesan di data Twitter yang mencerminkan tren bahasa yang berkembang. Penelitian ini juga memperkenalkan pendekatan yang terstruktur untuk mengotomatisasi deteksi kata-kata baku dan non-baku, dengan langkah-langkah yang meliputi pengumpulan data, preprocessing data, identifikasi bahasa tidak baku, penghapusan kata berimbuhan, dan identifikasi kata slang. Metode ini mendukung analisis sentimen dalam text mining dan memastikan hasil klasifikasi sentimen yang lebih akurat dalam data Twitter. Berdasarkan pengujian, langkah-langkah preprocessing meningkatkan performa metode penentuan polarity dengan accuracy InSet sebesar 66,66% dan F1-score sebesar 61,40%.

English

Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi otomatis untuk membedakan kata baku dan tidak baku pada data Twitter, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Karena Twitter merupakan platform media sosial yang sering menggunakan kata-kata yang tidak baku, penelitian ini penting untuk memastikan komunikasi yang efektif. Melalui normalisasi kata-kata tidak baku, penelitian ini berkontribusi signifikan terhadap pra-pemrosesan dan analisis tweet, yang merupakan langkah penting dalam klasifikasi teks media sosial. Sistem otomatis yang dikembangkan tidak hanya membantu peneliti dengan mudah mengidentifikasi penggunaan kata-kata slang atau tidak baku, namun juga meningkatkan kualitas komunikasi dan pemahaman pesan dalam tweet yang mencerminkan tren bahasa terkini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah seperti pengumpulan data, preprocessing, identifikasi bahasa tidak baku, penghapusan kata berimbuhan, identifikasi slang, dan penggunaan metode lexicon-based untuk kamus opini. Pendekatan ini efektif dalam mendukung analisis sentimen pada teks mining dan memastikan hasil klasifikasi sentimen pada data Twitter lebih akurat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa langkah preprocessing tersebut berhasil meningkatkan akurasi metode penentuan polarisasi, dengan tingkat akurasi InSet sebesar 66,66% dan F1-score sebesar 61,40%. Abstract This research focuses on developing an automatic detection system to distinguish between standard and nonstandard words in Twitter data, based on the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). As Twitter is a social media platform that often uses nonstandard words, this research is important to ensure effective communication. Through the normalization of nonstandard words, this research contributes significantly to the pre-processing and analysis of tweets, which is an important step in social media text classification. The automated system developed not only helps researchers easily identify the use of slang or nonstandard words, but also improves the quality of communication and message understanding in tweets that reflect current language trends. The approach taken in this research includes steps such as data collection, preprocessing, nonstandard language identification, removal of affixed words, slang identification, and the use of lexicon-based methods for opinion dictionaries. This approach is effective in supporting sentiment analysis in text mining and ensures more accurate sentiment classification results on Twitter data. Experimental results show that these preprocessing steps successfully improve the accuracy of the polarization determination method, with an InSet accuracy rate of 66.66% and F1-score of 61.40%.

Collaboration network of the authors

4 authors · 4 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • National Research and Innovation Agency
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agoeng SrimoeljantoNational Research and Innovation Agency1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Otomatisasi Pendeteksi Kata Baku Dan Tidak Baku Pada Data Twitter Berbasis KBBI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Otomatisasi Pendeteksi Kata Baku dan Tidak Baku pada Data Twitter Berbasis KBBI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Raif, M. Irfan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hidayati, Nuraisa Novia </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Matulatan, Tekad </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi otomatis kata-kata baku dan non-baku pada data Twitter berbasis Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Twitter merupakan platform media sosial yang populer, namun sering kali digunakan dengan kata-kata tidak baku yang mengganggu komunikasi. Normalisasi kata-kata tidak baku diperlukan untuk pemrosesan dan analisis tweet. Penelitian sebelumnya menggunakan metode Levenshtein Distance dan pengklasifikasi Naïve Bayes, serta Term Based Random Sampling dalam proses Stopword Removal. Preprocessing penting dalam klasifikasi teks di media sosial. Penelitian ini fokus pada preprocessing dan deteksi kata-kata baku dan non-baku pada data Twitter menggunakan KBBI. Sistem otomatis ini membantu peneliti mencari kata-kata non-baku atau slang dengan mudah, meningkatkan kualitas komunikasi, dan pemahaman pesan di data Twitter yang mencerminkan tren bahasa yang berkembang. Penelitian ini juga memperkenalkan pendekatan yang terstruktur untuk mengotomatisasi deteksi kata-kata baku dan non-baku, dengan langkah-langkah yang meliputi pengumpulan data, preprocessing data, identifikasi bahasa tidak baku, penghapusan kata berimbuhan, dan identifikasi kata slang. Metode ini mendukung analisis sentimen dalam text mining dan memastikan hasil klasifikasi sentimen yang lebih akurat dalam data Twitter. Berdasarkan pengujian, langkah-langkah preprocessing meningkatkan performa metode penentuan polarity dengan accuracy InSet sebesar 66,66% dan F1-score sebesar 61,40%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem deteksi otomatis untuk membedakan kata baku dan tidak baku pada data Twitter, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Karena Twitter merupakan platform media sosial yang sering menggunakan kata-kata yang tidak baku, penelitian ini penting untuk memastikan komunikasi yang efektif. Melalui normalisasi kata-kata tidak baku, penelitian ini berkontribusi signifikan terhadap pra-pemrosesan dan analisis tweet, yang merupakan langkah penting dalam klasifikasi teks media sosial. Sistem otomatis yang dikembangkan tidak hanya membantu peneliti dengan mudah mengidentifikasi penggunaan kata-kata slang atau tidak baku, namun juga meningkatkan kualitas komunikasi dan pemahaman pesan dalam tweet yang mencerminkan tren bahasa terkini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah seperti pengumpulan data, preprocessing, identifikasi bahasa tidak baku, penghapusan kata berimbuhan, identifikasi slang, dan penggunaan metode lexicon-based untuk kamus opini. Pendekatan ini efektif dalam mendukung analisis sentimen pada teks mining dan memastikan hasil klasifikasi sentimen pada data Twitter lebih akurat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa langkah preprocessing tersebut berhasil meningkatkan akurasi metode penentuan polarisasi, dengan tingkat akurasi InSet sebesar 66,66% dan F1-score sebesar 61,40%.
Abstract
This research focuses on developing an automatic detection system to distinguish between standard and nonstandard words in Twitter data, based on the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). As Twitter is a social media platform that often uses nonstandard words, this research is important to ensure effective communication. Through the normalization of nonstandard words, this research contributes significantly to the pre-processing and analysis of tweets, which is an important step in social media text classification. The automated system developed not only helps researchers easily identify the use of slang or nonstandard words, but also improves the quality of communication and message understanding in tweets that reflect current language trends. The approach taken in this research includes steps such as data collection, preprocessing, nonstandard language identification, removal of affixed words, slang identification, and the use of lexicon-based methods for opinion dictionaries. This approach is effective in supporting sentiment analysis in text mining and ensures more accurate sentiment classification results on Twitter data. Experimental results show that these preprocessing steps successfully improve the accuracy of the polarization determination method, with an InSet accuracy rate of 66.66% and F1-score of 61.40%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7404</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127404</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 337-348</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 337-348</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7404/1290</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>