Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Pengaman Teks dengan Kombinasi Metode Electronic Code Book (ECB) dan Kode Seven Segment Display

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 1 (2024) · pp. 85–94

DOI
10.25126/jtiik.20241117448
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-02-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Layanan media sosial merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi di bidang informasi. Salah satu cara meningkatkan sistem keamanan yaitu digunakannya ilmu kriptografi. Sudah banyak penelitian yang menghasilkan algoritma kriptografi, mulai dari algoritma yang baru, modifikasi algoritma bahkan kombinasi dari beberapa algoritma. Berdasarkan kebiasaan algoritma tersebut hacker tentu akan mencari celah untuk melakukan dekripsi dengan cara mencari algoritma dasar dari proses enkripsi untuk kemudian melakukan hack. Untuk mengantisipasi hal tersebut peneliti ingin melakukan modifikasi bukan pada algoritma pembentuknya melainkan modifikasi dari konversi system bilangan basis 2 berdasarkan Seven Segment Display. Salah satu metode yang sering digunakan untuk proses enkripsi yaitu metode Electronic Code Book (ECB). Seven Segment Display merupakan sebuah tampilan yang terbentuk dari tujuh kelompok segmen LED (Light Emitting Diode) yang dirangkai sedemikian sehingga membentuk angka–angka dari 0 hingga 9. Segmen LED dinotasikan dengan 1 jika menyala dan 0 jika mati, pola tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi bit biner 7 bit khususnya karakter angka 0 hingga 9. Modifikasi terletak pada proses pembentukan bit kunci yang dibangkitkan berdasarkan aturan Seven Segment Display. Aturan ini digunakan untuk mengganti nilai bit, bila pada umumnya nilai bit didapat dari sistem bilangan basis 2 maka disini nilai bit didapat dari aturan seven segment display dan inilah yang merupakan state of the art dari penelitian ini karena belum pernah digunakan sebelumnya. Hasil penerapannya menunjukkan bahwa data yang dienkripsi menghasilkan chiperteks acak berupa karakter printable pada ASCII dan chiperteks dapat dikembalikan secara utuh tanpa ada informasi yang hilang.

English

Layanan media sosial merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi di bidang informasi. Salah satu cara meningkatkan sistem keamanan yaitu digunakannya ilmu kriptografi. Sudah banyak penelitian yang menghasilkan algoritma kriptografi, mulai dari algoritma yang baru, modifikasi algoritma bahkan kombinasi dari beberapa algoritma. Berdasarkan kebiasaan algoritma tersebut hacker tentu akan mencari celah untuk melakukan dekripsi dengan cara mencari algoritma dasar dari proses enkripsi untuk kemudian melakukan hack. Untuk mengantisipasi hal tersebut peneliti ingin melakukan modifikasi bukan pada algoritma pembentuknya melainkan modifikasi dari konversi system bilangan basis 2 berdasarkan Seven Segment Display. Salah satu metode yang sering digunakan untuk proses enkripsi yaitu metode Electronic Code Book (ECB). Seven Segment Display merupakan sebuah tampilan yang terbentuk dari tujuh kelompok segmen LED (Light Emitting Diode) yang dirangkai sedemikian sehingga membentuk angka–angka dari 0 hingga 9. Segmen LED dinotasikan dengan 1 jika menyala dan 0 jika mati, pola tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi bit biner 7 bit khususnya karakter angka 0 hingga 9. Modifikasi terletak pada proses pembentukan bit kunci yang dibangkitkan berdasarkan aturan Seven Segment Display. Aturan ini digunakan untuk mengganti nilai bit, bila pada umumnya nilai bit didapat dari sistem bilangan basis 2 maka disini nilai bit didapat dari aturan seven segment display dan inilah yang merupakan state of the art dari penelitian ini karena belum pernah digunakan sebelumnya. Hasil penerapannya menunjukkan bahwa data yang dienkripsi menghasilkan chiperteks acak berupa karakter printable pada ASCII dan chiperteks dapat dikembalikan secara utuh tanpa ada informasi yang hilang.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Jember
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Pengaman Teks dengan Kombinasi Metode Electronic Code Book (ECB) dan Kode Seven Segment Display</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Pengaman Teks dengan Kombinasi Metode Electronic Code Book (ECB) dan Kode Seven Segment Display</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">santoso, kiswara Agung</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Pradjaningsih, Agustina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Delenia, Erick</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">kriptografi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pengamanan teks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">ECB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">electronic code book</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">seven segment display</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Layanan media sosial merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi di bidang informasi. Salah satu cara meningkatkan sistem keamanan yaitu digunakannya ilmu kriptografi. Sudah banyak penelitian yang menghasilkan algoritma kriptografi, mulai dari algoritma yang baru, modifikasi algoritma bahkan kombinasi dari beberapa algoritma. Berdasarkan kebiasaan algoritma tersebut hacker tentu akan mencari celah untuk melakukan dekripsi dengan cara mencari algoritma dasar dari proses enkripsi untuk kemudian melakukan hack. Untuk mengantisipasi hal tersebut peneliti ingin melakukan modifikasi bukan pada algoritma pembentuknya melainkan modifikasi dari konversi system bilangan basis 2 berdasarkan Seven Segment Display. Salah satu metode yang sering digunakan untuk proses enkripsi yaitu metode Electronic Code Book (ECB). Seven Segment Display merupakan sebuah tampilan yang terbentuk dari tujuh kelompok segmen LED (Light Emitting Diode) yang dirangkai sedemikian sehingga membentuk angka–angka dari 0 hingga 9. Segmen LED dinotasikan dengan 1 jika menyala dan 0 jika mati, pola tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi bit biner 7 bit khususnya karakter angka 0 hingga 9. Modifikasi terletak pada proses pembentukan bit kunci yang dibangkitkan berdasarkan aturan Seven Segment Display. Aturan ini digunakan untuk mengganti nilai bit, bila pada umumnya nilai bit didapat dari sistem bilangan basis 2 maka disini  nilai bit didapat dari aturan seven segment display dan inilah yang merupakan state of the art dari penelitian ini karena belum pernah digunakan sebelumnya.  Hasil penerapannya menunjukkan bahwa data yang dienkripsi menghasilkan chiperteks acak berupa karakter printable pada ASCII dan chiperteks dapat dikembalikan secara utuh tanpa ada informasi yang hilang. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Layanan media sosial merupakan salah satu contoh perkembangan teknologi di bidang informasi. Salah satu cara meningkatkan sistem keamanan yaitu digunakannya ilmu kriptografi. Sudah banyak penelitian yang menghasilkan algoritma kriptografi, mulai dari algoritma yang baru, modifikasi algoritma bahkan kombinasi dari beberapa algoritma. Berdasarkan kebiasaan algoritma tersebut hacker tentu akan mencari celah untuk melakukan dekripsi dengan cara mencari algoritma dasar dari proses enkripsi untuk kemudian melakukan hack. Untuk mengantisipasi hal tersebut peneliti ingin melakukan modifikasi bukan pada algoritma pembentuknya melainkan modifikasi dari konversi system bilangan basis 2 berdasarkan Seven Segment Display. Salah satu metode yang sering digunakan untuk proses enkripsi yaitu metode Electronic Code Book (ECB). Seven Segment Display merupakan sebuah tampilan yang terbentuk dari tujuh kelompok segmen LED (Light Emitting Diode) yang dirangkai sedemikian sehingga membentuk angka–angka dari 0 hingga 9. Segmen LED dinotasikan dengan 1 jika menyala dan 0 jika mati, pola tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi bit biner 7 bit khususnya karakter angka 0 hingga 9. Modifikasi terletak pada proses pembentukan bit kunci yang dibangkitkan berdasarkan aturan Seven Segment Display. Aturan ini digunakan untuk mengganti nilai bit, bila pada umumnya nilai bit didapat dari sistem bilangan basis 2 maka disini  nilai bit didapat dari aturan seven segment display dan inilah yang merupakan state of the art dari penelitian ini karena belum pernah digunakan sebelumnya.  Hasil penerapannya menunjukkan bahwa data yang dienkripsi menghasilkan chiperteks acak berupa karakter printable pada ASCII dan chiperteks dapat dikembalikan secara utuh tanpa ada informasi yang hilang. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7448</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241117448</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 1: Februari 2024; 85-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 1: Februari 2024; 85-94</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024111</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7448/1260</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>