Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

IMPLEMENTASI THREAT MITIGATION DAN TRAFFIC POLICY MENGGUNAKAN UTM PADA JARINGAN TCP/IP

Implementasi Threat Mitigation dan Traffic Policy Menggunakan Utm pada Jaringan Tcp/Ip

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 437–446

DOI
10.25126/jtiik.20241127528
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Penelitian bertujuan merancang UTM berbasis aplikasi open-source yang mampu melakukan Threat Mitigation dan menerapkan manajemen trafik pada jaringan TCP/IP. Metoda Threat Mitigation menggunakan SNORT sebagai IPS untuk melakukan tindakan terhadap ancaman serta melakukan monitoring trafik yang diintegrasikan dengan Splunk sebagai SIEM. Metoda Traffic Policy menggunakan SQUID sebagai Proxy untuk melakukan manajemen trafik. Pengujian perfomansi jaringan dilakukan dengan mengukur parameter QOS terlebih dahulu pada setiap perangkat akses untuk melihat performansi jaringan saat terjadi serangan sebelum dan sesudah implementasi UTM. Serangan DDOS berupa ICMP Flood dan SYN Flood. Setelah melakukan simulasi serangan DDOS selama 5 menit, Threat Mitigation mampu melakukan drop terhadap paket yang berasal dari serangan DDOS sebanyak 232409 paket dengan nilai throughput maksimum 1,823 Mbps, lebih baik dari throughput yang dihasilkan serangan DDOS sebelum implementasi UTM yaitu 869 Mbps. Hasil indeks parameter QOS setiap perangkat akses jaringan memiliki nilai indeks 4, lebih baik dari indeks parameter QOS sebelum implementasi UTM yaitu 2,843. Traffic Policy pada UTM mampu melakukan efisiensi bandwidth sebesar 4,66% atau 943,6645 MB selama 5 hari kerja dari total volume cache 20,23 GB, dengan menerapkan web cache untuk akses HTTP dan limitasi throughput sebesar 300 KB pada ekstensi file image, audio, video dan executeable berukuran diatas 20 MB.

English

Penelitian bertujuan merancang Unified Threat Management (UTM) berbasis aplikasi open-source yang mampu melakukan Threat Mitigation dan menerapkan manajemen trafik pada jaringan TCP/IP. Metoda Threat Mitigation menggunakan SNORT sebagai Intrusion Prevention System (IPS) untuk melakukan tindakan terhadap ancaman serta melakukan monitoring trafik yang diintegrasikan dengan aplikasi Splunk sebagai Security Information and Event Management (SIEM). Metoda Traffic Policy menggunakan SQUID sebagai Proxy untuk melakukan manajemen trafik. Pengujian perfomansi jaringan dilakukan dengan mengukur parameter Quality of Service (QOS) terlebih dahulu pada setiap perangkat akses untuk melihat performansi jaringan saat terjadi serangan sebelum dan sesudah implementasi UTM. Serangan Distributed Denial of Service (DDOS) berupa Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood dan SYN Flood. Setelah melakukan simulasi serangan DDOS selama 5 menit, Threat Mitigation mampu melakukan drop terhadap paket yang berasal dari serangan DDOS sebanyak 232409 paket dengan nilai throughput maksimum 1,823 Mbps, lebih baik dari throughput yang dihasilkan serangan DDOS sebelum implementasi UTM yaitu 869 Mbps. Hasil indeks parameter QOS setiap perangkat akses jaringan memiliki nilai indeks 4, lebih baik dari indeks parameter QOS sebelum implementasi UTM yaitu 2,843. Traffic Policy pada UTM mampu melakukan efisiensi bandwidth sebesar 4,66% atau 943,6645 MB dari total volume cache 20,23 GB, dengan menerapkan web cache untuk akses Hyper Text Transfer Proctocol (HTTP) dan limitasi throughput sebesar 300 KB pada ekstensi file image, audio, video dan executeable berukuran diatas 20 MB. Abstract This final project aims to design Unified Threat Management (UTM) based on open-source application that capable to mitigate threat and implement traffic management on TCP/IP network. Threat Mitigation method uses SNORT as Intrusion Prevention System (IPS) and integrated with Splunk as Security Information and Event Management (SIEM). Traffic Policy method use SQUID as Proxy to implement traffic management. Network performance testing will be carried out by measuring the QOS parameters on each access device to be able to see network performance when an attack occurs before and after UTM implementation. The Denial Distributed of Service attacks was simulated with Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood and SYN Flood. After simulating DDOS attack for 5 minutes, Threat Mitigation was able to drop 232409 packet that originating from DDOS attack with a maximum throughput value 1.823 Mbps, was better before implementation of UTM which is 869 Mbps. The result of the QOS index parameters for each access device has an index value is 4, was better than before implementation of UTM, which is 2.843. Traffic Policy was able to perform bandwidth efficiency of 4.66% or 943.6645 MB from a total cache volume of 20.23 GB, by implementing web cache for Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) access and limiting throughput of 300 KB of image, audio, video and executable file size above 20 MB.

Collaboration network of the authors

9 authors · 20 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hajiar YulianaUniversitas Jenderal Achmad Yani1
Ade Sena PermanaUniversitas Jenderal Achmad Yani1
Nivika Tiffany SomantriUniversitas Jenderal Achmad Yani1
Ni Ketut H.DUniversitas Jenderal Achmad Yani1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">IMPLEMENTASI THREAT MITIGATION DAN TRAFFIC POLICY MENGGUNAKAN UTM PADA JARINGAN TCP/IP</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Implementasi Threat Mitigation dan Traffic Policy Menggunakan Utm pada Jaringan Tcp/Ip</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Hidayat, M. Reza</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saragih, Ruben</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Basuki, Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Charisma, Atik</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Setiawan, Antrisha Daneraici</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian bertujuan merancang UTM berbasis aplikasi open-source yang mampu melakukan Threat Mitigation dan menerapkan manajemen trafik pada jaringan TCP/IP. Metoda Threat Mitigation menggunakan SNORT sebagai IPS untuk melakukan tindakan terhadap ancaman serta melakukan monitoring trafik yang diintegrasikan dengan Splunk sebagai SIEM. Metoda Traffic Policy menggunakan SQUID sebagai Proxy untuk melakukan manajemen trafik. Pengujian perfomansi jaringan dilakukan dengan mengukur parameter QOS terlebih dahulu pada setiap perangkat akses untuk melihat performansi jaringan saat terjadi serangan sebelum dan sesudah implementasi UTM. Serangan DDOS berupa ICMP Flood dan SYN Flood. Setelah melakukan simulasi serangan DDOS selama 5 menit, Threat Mitigation mampu melakukan drop terhadap paket yang berasal dari serangan DDOS sebanyak 232409 paket dengan nilai throughput maksimum 1,823 Mbps, lebih baik dari throughput yang dihasilkan serangan DDOS sebelum implementasi UTM yaitu 869 Mbps. Hasil indeks parameter QOS setiap perangkat akses jaringan memiliki nilai indeks 4, lebih baik dari indeks parameter QOS sebelum implementasi UTM yaitu 2,843. Traffic Policy pada UTM mampu melakukan efisiensi bandwidth sebesar 4,66% atau 943,6645 MB selama 5 hari kerja dari total volume cache 20,23 GB, dengan menerapkan web cache untuk akses HTTP dan limitasi throughput sebesar 300 KB pada ekstensi file image, audio, video dan executeable berukuran diatas 20 MB.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian bertujuan merancang Unified Threat Management (UTM) berbasis aplikasi open-source yang mampu melakukan Threat Mitigation dan menerapkan manajemen trafik pada jaringan TCP/IP. Metoda Threat Mitigation menggunakan SNORT sebagai Intrusion Prevention System (IPS) untuk melakukan tindakan terhadap ancaman serta melakukan monitoring trafik yang diintegrasikan dengan aplikasi Splunk sebagai Security Information and Event Management (SIEM). Metoda Traffic Policy menggunakan SQUID sebagai Proxy untuk melakukan manajemen trafik. Pengujian perfomansi jaringan dilakukan dengan mengukur parameter Quality of Service (QOS) terlebih dahulu pada setiap perangkat akses untuk melihat performansi jaringan saat terjadi serangan sebelum dan sesudah implementasi UTM. Serangan Distributed Denial of Service (DDOS) berupa Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood dan SYN Flood. Setelah melakukan simulasi serangan DDOS selama 5 menit, Threat Mitigation mampu melakukan drop terhadap paket yang berasal dari serangan DDOS sebanyak 232409 paket dengan nilai throughput maksimum 1,823 Mbps, lebih baik dari throughput yang dihasilkan serangan DDOS sebelum implementasi UTM yaitu 869 Mbps. Hasil indeks parameter QOS setiap perangkat akses jaringan memiliki nilai indeks 4, lebih baik dari indeks parameter QOS sebelum implementasi UTM yaitu 2,843. Traffic Policy pada UTM mampu melakukan efisiensi bandwidth sebesar 4,66% atau 943,6645 MB dari total volume cache 20,23 GB, dengan menerapkan web cache untuk akses Hyper Text Transfer Proctocol (HTTP) dan limitasi throughput sebesar 300 KB pada ekstensi file image, audio, video dan executeable berukuran diatas 20 MB.
 
Abstract 
This final project aims to design Unified Threat Management (UTM) based on open-source application that capable to mitigate threat and implement traffic management on TCP/IP network. Threat Mitigation method uses SNORT as Intrusion Prevention System (IPS) and integrated with Splunk as Security Information and Event Management (SIEM). Traffic Policy method use SQUID as Proxy to implement traffic management. Network performance testing will be carried out by measuring the QOS parameters on each access device to be able to see network performance when an attack occurs before and after UTM implementation. The Denial Distributed of Service attacks was simulated with Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood and SYN Flood. After simulating DDOS attack for 5 minutes, Threat Mitigation was able to drop 232409 packet that originating from DDOS attack with a maximum throughput value 1.823 Mbps, was better before implementation of UTM which is 869 Mbps. The result of the QOS index parameters for each access device has an index value is 4, was better than before implementation of UTM, which is 2.843. Traffic Policy was able to perform bandwidth efficiency of 4.66% or 943.6645 MB from a total cache volume of 20.23 GB, by implementing web cache for Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) access and limiting throughput of 300 KB of image, audio, video and executable file size above 20 MB. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7528</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127528</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 437-446</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 437-446</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7528/1301</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>