Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MEMAHAMI KEBUDAYAAN LOKAL PAPUA: SUATU PENDEKATAN PEMBANGUNAN YANG MANUSIAWI DI TANAH PAPUA

JURNAL EKOLOGI BIROKRASI · Vol. 1 No. 1 (2015)

DOI
10.31957/jeb.v1i1.491
ISSN
2654-7864, 2338-705X
Published
2015-03-02
Publisher
Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Abstrak: Tulisan bertujuan untuk memberi pemahaman kepada pemerintah agar dalam membangun orang Papua haruslah menggunakan pendekatan budaya dari pada menggunakan pendekatan keamanan yang tidak akan menyelesaikan masalah sosialnya. Orang Papua terdiri dari 254 suku bangsa yang mendiami 4 zona ekologis, yaitu: (1) zona rawa, pantai dan sepanjang aliran sungai; (2) zona dataran tinggi; (3) zona kaki gunung dan lembah-lembah kecil; dan (4) zona dataran rendah, pesisir dan kepulauan. Orang Papua tersebar mendiami 4 zona tersbut, sehingga untuk membangun mereka tidak bisa menyamaratakan mereka karena karekteristikan budaya mereka berbeda sesuai dengan zona yang mereka diami. Dikemukakan pula beberapa kasus pembangunan yang gagal akibat dari pembangunan yang sifatnya top down sehingga bertentangan dengan karakteristik budaya mereka yang telah dibangun sejak nenek moyang mereka. Melalui tulisan ini, pendekatan budaya disarankan harus digunakan sebagai media pembangunan paling penting untuk suatu perubahan.Kata Kunci: Pendekatan Budaya, Orang Papua

Collaboration network of the authors

8 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Harmonis RanteAffiliation unknown2
Simon Abdi K. FrankAffiliation unknown1
I Made SudayasaAffiliation unknown1
Tiurlina SiregarAffiliation unknown1
ludia payungAffiliation unknown1
Happries Januaris IsirAffiliation unknown1
Jermin JerminAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEMAHAMI KEBUDAYAAN LOKAL PAPUA : SUATU PENDEKATAN PEMBANGUNAN YANG MANUSIAWI DI TANAH PAPUA</dc:title>
	<dc:creator>Rumansara, Enos H.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak: Tulisan bertujuan untuk memberi pemahaman kepada pemerintah agar dalam membangun orang Papua haruslah menggunakan pendekatan budaya dari pada menggunakan pendekatan keamanan yang tidak akan menyelesaikan masalah sosialnya. Orang Papua terdiri dari 254 suku bangsa yang mendiami 4 zona ekologis, yaitu : (1) zona rawa, pantai dan sepanjang aliran sungai; (2) zona dataran tinggi; (3) zona kaki gunung dan lembah-lembah kecil; dan (4) zona dataran rendah, pesisir dan kepulauan. Orang Papua tersebar mendiami 4 zona tersbut, sehingga untuk membangun mereka tidak bisa menyamaratakan mereka karena karekteristikan budaya mereka berbeda sesuai dengan zona yang mereka diami. Dikemukakan pula beberapa kasus pembangunan yang gagal akibat dari pembangunan yang sifatnya top down sehingga bertentangan dengan karakteristik budaya mereka yang telah dibangun sejak nenek moyang mereka. Melalui tulisan ini, pendekatan budaya disarankan harus digunakan sebagai media pembangunan paling penting untuk suatu perubahan.Kata Kunci : Pendekatan Budaya, Orang Papua</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2015-03-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/491</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/jeb.v1i1.491</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Vol. 1 No. 1 (2015)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Vol 1 No 1 (2015)</dc:source>
	<dc:source>2654-7864</dc:source>
	<dc:source>2338-705X</dc:source>
	<dc:source>10.31957/jeb.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/491/435</dc:relation>
	<dc:relation>10.31957/jeb.v1i1.491.g435</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL EKOLOGI BIROKRASI</dc:rights>
</oai_dc:dc>