Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA): UNIT USAHA, PENDAPATAN, DAN INEFISIENSI

JURNAL EKOLOGI BIROKRASI · Vol. 5 No. 3 (2018)

DOI
10.31957/jeb.v5i3.498
ISSN
2654-7864, 2338-705X
Terbit
2018-09-22
Penerbit
Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih
Bahasa
eng

Abstrak

Artikel ini mendiskusikan tentang implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sejahtera di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul sebagai wadah kolektif usaha warga desanya. Penelitian kualitatif dengan metode pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menseleksi data, display data, dan verifikasi/kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan dalam uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran dan fungsi BUM Desa Sejehtera belum mampu optimal dalam mencapai tujuan normatifnya karena 85% realisasi pendapatan unit usaha desa wisata habis digunakan untuk beban gaji pegawai dan biaya operasional. Inefesiensi yang terjadi menyebabkan kegagalan sejumlah program pembangunan desa dan pemberdayaan warga desa.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

3 penulis · 3 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Triyanto Purnomo RaharjoAfiliasi tidak diketahui1
Parwoto ParwotoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/oai, pertama di-harvest 1 Nov 2026, terakhir terlihat 1 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA) : UNIT USAHA, PENDAPATAN, DAN INEFISIENSI</dc:title>
	<dc:creator>Sidik, Fajar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Implementasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kebijakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Badan Usaha Milik Desa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desa Wisata</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini mendiskusikan tentang implementasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sejahtera di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul sebagai wadah kolektif usaha warga desanya. Penelitian kualitatif dengan metode pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data primer dan sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menseleksi data, display data, dan verifikasi/kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan dalam uji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran dan fungsi BUM Desa Sejehtera belum mampu optimal dalam mencapai tujuan normatifnya karena 85% realisasi pendapatan unit usaha desa wisata habis digunakan untuk beban gaji pegawai dan biaya operasional. Inefesiensi yang terjadi menyebabkan kegagalan sejumlah program pembangunan desa dan pemberdayaan warga desa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/498</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/jeb.v5i3.498</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Vol. 5 No. 3 (2017)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Vol 5 No 3 (2017)</dc:source>
	<dc:source>2654-7864</dc:source>
	<dc:source>2338-705X</dc:source>
	<dc:source>10.31957/jeb.v5i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/498/440</dc:relation>
	<dc:relation>10.31957/jeb.v5i3.498.g440</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL EKOLOGI BIROKRASI</dc:rights>
</oai_dc:dc>