Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Responsivitas Pemilik Tanah Terhadap Implementasi Kebijakan Pengembangan Lahan Pertanian Di Kabupaten Merauke Provinsi Papua

JURNAL EKOLOGI BIROKRASI · Vol. ume No. mor (2019) · pp. 1–10

DOI
10.31957/jeb.v6i3.779
ISSN
2654-7864, 2338-705X
Published
2019-02-26
Publisher
Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih
Language
eng

Abstract

Dampak dari meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia adalah kebutuhan pangan juga akan meningkat sehingga pemerintah melakukan kebijakan mengembangkan lahan pertanian (ekstensifikasi lahan) dengan membuka lahan yang sebagian besar masih berhutan antara lain di Kabupaten Merauke. Upaya pengembangan lahan pertanian tersebut terdapat permasalahan yang perlu dicermati sebagai berikut; 1. Implementasi kebijakan pengembangan lahan implementasi kebijakan pertanian; 2. Respons pemilik tanah terhadap pengembangan lahan pertanian pada tanahnya; dan 3. Proses peralihan hak atas tanah dari pemilik tanah kepada pelaksana pengembangan lahan pertanian.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui survey primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan pengembangan lahan pertanian mengabaikan peraturan terkait dengan pembukaan lahan, peraturan lingkungan hidup dan izin operasional pengembangan budidaya tanaman pangan. Pelaksanaan pengembangan lahan pertanian dihadapkan pada terbatasnya sumber daya manusia, sumber daya air dan kondisi tanah. Jumlah petani yang mengerjakan lahan yang telah dibuka tidak seimbang dengan luasan lahan sehingga produktivitas padi per hektar menjadi rendah. Sebagian lahan di Kabupaten Merauke telah diberikan izin pemanfaatan lahan skala luas kepada puluhan badan usaha swasta sebagai target luas sejuta hektar masih jauh dari kenyataan. Pemilik tanah pada umumnya menerima kebijakan pengembangan lahan disebabkan adanya manfaat ekonomi yang diperoleh.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 96 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Untung MuhdiartaAffiliation unknown9
Yosephina OhoiwutunAffiliation unknown7
Vince TebayAffiliation unknown6
Nur AedahAffiliation unknown5
Renida J. TorobiAffiliation unknown2
Yusuf Gabriel ManiagasiAffiliation unknown2
Akhmad KadirAffiliation unknown1
Rustan SaruAffiliation unknown1
Yundi HafizriandaAffiliation unknown1
Andry AndryAffiliation unknown1
Muhammad Musa'adAffiliation unknown1
Hendrik R. SipahutarAffiliation unknown1
Hana S. HikoyabiAffiliation unknown1
Beautus TambaipAffiliation unknown1
Lodewijk L. WanggaiAffiliation unknown1
Onnie M. LumintangAffiliation unknown1
Nomensen St. MambrakuAffiliation unknown1
Jerry KoagouwAffiliation unknown1
Yohanis MomotAffiliation unknown1
Septinus SaaAffiliation unknown1
Yulianus IndouwAffiliation unknown1
Abdul Rahman BasriAffiliation unknown1
Rudolf Heli KumbubuiAffiliation unknown1
Piter KendekAffiliation unknown1
Semuel SiriwaAffiliation unknown1
Andius ElokpereAffiliation unknown1
Robert L. N. AwiAffiliation unknown1
Hans Z KaiwaiAffiliation unknown1
Robby K AwiAffiliation unknown1
Alberto Freed ItaarAffiliation unknown1
Hans Z KaiwaiAffiliation unknown1
Karolina R S WenggiAffiliation unknown1
Aryoko A F RumaropenAffiliation unknown1
Yustus PondayarAffiliation unknown1
Yesaya Sambra Saneraro WamaerAffiliation unknown1
supriyanto supriyantoAffiliation unknown1
Nur AiniInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Responsivitas Pemilik Tanah Terhadap Implementasi Kebijakan Pengembangan Lahan Pertanian  Di Kabupaten Merauke Provinsi Papua</dc:title>
	<dc:creator>Wiradyo, Estiko Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Fatem, Agustinus</dc:creator>
	<dc:creator>Silo, Akbar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebijakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Merauke</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dampak dari meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia adalah kebutuhan pangan juga akan meningkat sehingga pemerintah melakukan kebijakan mengembangkan lahan pertanian (ekstensifikasi lahan) dengan membuka lahan yang sebagian besar masih berhutan antara lain di Kabupaten Merauke. Upaya pengembangan lahan pertanian tersebut terdapat permasalahan yang perlu dicermati sebagai berikut; 1. Implementasi kebijakan pengembangan lahan implementasi kebijakan pertanian; 2. Respons pemilik tanah terhadap pengembangan lahan pertanian pada tanahnya; dan 3. Proses peralihan hak atas tanah dari pemilik tanah kepada pelaksana pengembangan lahan pertanian.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui survey primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan pengembangan lahan pertanian mengabaikan peraturan terkait dengan pembukaan lahan, peraturan lingkungan hidup dan izin operasional pengembangan budidaya tanaman pangan. Pelaksanaan pengembangan lahan pertanian dihadapkan pada terbatasnya sumber daya manusia, sumber daya  air dan kondisi tanah. Jumlah petani yang mengerjakan lahan yang telah dibuka tidak seimbang dengan luasan lahan sehingga produktivitas padi per hektar menjadi rendah. Sebagian lahan di Kabupaten Merauke telah diberikan izin pemanfaatan lahan skala luas kepada puluhan badan usaha swasta sebagai target luas sejuta hektar masih jauh dari kenyataan. Pemilik tanah pada umumnya menerima kebijakan pengembangan lahan disebabkan adanya manfaat ekonomi yang diperoleh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2019-02-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/779</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.31957/jeb.v6i3.779</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Volume 6 Nomor 3, Desember 2018; 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL EKOLOGI BIROKRASI; Volume 6 Nomor 3, Desember 2018; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2654-7864</dc:source>
	<dc:source>2338-705X</dc:source>
	<dc:source>10.31957/jeb.v6i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/779/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>10.31957/jeb.v6i3.779.g713</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL EKOLOGI BIROKRASI</dc:rights>
</oai_dc:dc>