Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Smart Contract Penyimpanan Data Genetika Manusia Berbiaya Murah pada Blockchain Ethereum

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 3 (2024) · pp. 695–704

DOI
10.25126/jtiik.1137558
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-07-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Genetika manusia merujuk pada informasi yang dikumpulkan tentang genom atau warisan genetik individu manusia. Data ini mencakup sekuens DNA, variasi genetik, mutasi, dan informasi lain yang terkait dengan sifat dan karakteristik genetik individu manusia. Data genetika manusia diperoleh melalui serangkaian proses, meliputi penguntaian genetik, pengujian genetik, analisis DNA, dan pemetaan genetik. Data genetika terutama pada manusia merupakan data yang bersifat privat yang harus dilindungi keamanan dan kerahasiaanya. Beberapa penelitian telah menggunakan teknologi Blockchain untuk menyimpan data yang memerlukan keamanan ekstra. Blockchain memberikan solusi untuk perlindungan dan pengelolaan data dengan fitur teknologinya yang terdesentralisasi, terenkripsi, setiap transaksi bisa ditelusuri, dan antitampering atau sulit dimodifikasi. Penelitian menerapkan teknologi Blockchain untuk menyimpan dan mengelola data genetik. Sebagai bahan penelitian data genetika manusia diakusisi dari NCBI repository. Data genetik tersebut disimpan dalam Smart contract pada blockchain Ethereum yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Solidity. Setiap transaksi dan penyimpanan data pada Ethereum dibebankan biaya yang cukup mahal atau yang dikenal dengan biaya gas maka penelitian ini menawarkan solusi hanya menyimpan signature saja dari data genetik itu dalam blockchain. Data genetik yang riil dan berukuran besar disimpan dalam InterPlanetary File System (IPFS). Hasil pengujian menjalankan smart contract pada blockchain Ethereum yang hanya menyimpan signature data genetik ini menunjukkan biaya gas yang sangat efisien karena hanya menyimpan 256 bit saja dari data genetik riilnya yang dapat mencapai giga byte.

English

Genetika manusia merujuk pada informasi yang dikumpulkan tentang genom atau warisan genetik individu manusia. Data ini mencakup sekuens DNA, variasi genetik, mutasi, dan informasi lain yang terkait dengan sifat dan karakteristik genetik individu manusia. Data genetika manusia diperoleh melalui serangkaian proses, meliputi penguntaian genetik, pengujian genetik, analisis DNA, dan pemetaan genetik. Data genetika terutama pada manusia merupakan data yang bersifat privat yang harus dilindungi keamanan dan kerahasiaanya. Beberapa penelitian telah menggunakan teknologi Blockchain untuk menyimpan data yang memerlukan keamanan ekstra. Blockchain memberikan solusi untuk perlindungan dan pengelolaan data dengan fitur teknologinya yang terdesentralisasi, terenkripsi, setiap transaksi bisa ditelusuri, dan antitampering atau sulit dimodifikasi. Penelitian menerapkan teknologi Blockchain untuk menyimpan dan mengelola data genetik. Sebagai bahan penelitian data genetika manusia diakusisi dari NCBI repository. Data genetik tersebut disimpan dalam Smart contract pada blockchain Ethereum yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Solidity. Setiap transaksi dan penyimpanan data pada Ethereum dibebankan biaya yang cukup mahal atau yang dikenal dengan biaya gas maka penelitian ini menawarkan solusi hanya menyimpan signature saja dari data genetik itu dalam blockchain. Data genetik yang riil dan berukuran besar disimpan dalam InterPlanetary File System (IPFS). Hasil pengujian menjalankan smart contract pada blockchain Ethereum yang hanya menyimpan signature data genetik ini menunjukkan biaya gas yang sangat efisien karena hanya menyimpan 256 bit saja dari data genetik riilnya yang dapat mencapai giga byte. Abstract Human genetics refers to information gathered about the genome or genetic heritage of human individuals. This data includes DNA sequences, genetic variations, mutations, and other information related to individual human genetic traits and characteristics. Human genetic data is obtained through a series of processes, including genetic sequencing, genetic testing, DNA analysis, and genetic mapping. Genetic data, especially in humans, is private data that must be protected by security and confidentiality. Several studies have used Blockchain technology to store data that requires extra security. Blockchain provides solutions for data protection and management with its technological features that are decentralized, encrypted, every transaction can be traced, and anti-tampering or difficult to modify. Research uses Blockchain technology to store and manage genetic data. As research material, human genetic data was acquired from the NCBI repository. The genetic data is stored in Smart contracts on the Ethereum blockchain written using the Solidity programming language. Every transaction and data storage on Ethereum is charged with a fairly expensive fee, known as a gas fee, so this research offers a solution by only storing the signature of the genetic data in the blockchain. The real and large-scale genetic data is stored in the InterPlanetary File System (IPFS). The test results of running a smart contract on the Ethereum blockchain that only stores genetic data signatures show a very efficient gas cost because it only stores 256 bits of real genetic data, which can reach gigabytes.

Collaboration network of the authors

8 authors · 12 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Ahmad Dahlan
  • AGH University of Krakow
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dede YusufAffiliation unknown1
Imam Agus FaizalAffiliation unknown1
Setiawan Ardi WijayaAffiliation unknown1
Anton YudhanaUniversitas Ahmad Dahlan1
Shoffan SaifullahAGH University of Krakow1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Smart Contract Penyimpanan Data Genetika Manusia Berbiaya Murah pada Blockchain Ethereum</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Smart Contract Penyimpanan Data Genetika Manusia Berbiaya Murah pada Blockchain Ethereum</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Famuji, Tri Stiyo</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Herman, Herman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sunardi, Sunardi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Genetika manusia merujuk pada informasi yang dikumpulkan tentang genom atau warisan genetik individu manusia. Data ini mencakup sekuens DNA, variasi genetik, mutasi, dan informasi lain yang terkait dengan sifat dan karakteristik genetik individu manusia. Data genetika manusia diperoleh melalui serangkaian proses, meliputi penguntaian genetik, pengujian genetik, analisis DNA, dan pemetaan genetik. Data genetika terutama pada manusia merupakan data yang bersifat privat yang harus dilindungi keamanan dan kerahasiaanya. Beberapa penelitian telah menggunakan teknologi Blockchain untuk menyimpan data yang memerlukan keamanan ekstra. Blockchain memberikan solusi untuk perlindungan dan pengelolaan data dengan fitur teknologinya yang terdesentralisasi, terenkripsi, setiap transaksi bisa ditelusuri, dan antitampering atau sulit dimodifikasi. Penelitian menerapkan teknologi Blockchain untuk menyimpan dan mengelola data genetik. Sebagai bahan penelitian data genetika manusia diakusisi dari NCBI repository. Data genetik tersebut disimpan dalam Smart contract pada blockchain Ethereum yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Solidity. Setiap transaksi dan penyimpanan data pada Ethereum dibebankan biaya yang cukup mahal atau yang dikenal dengan biaya gas maka penelitian ini menawarkan solusi hanya menyimpan signature saja dari data genetik itu dalam blockchain. Data genetik yang riil dan berukuran besar disimpan dalam InterPlanetary File System (IPFS). Hasil pengujian menjalankan smart contract pada blockchain Ethereum yang hanya menyimpan signature data genetik ini menunjukkan biaya gas yang sangat efisien karena hanya menyimpan 256 bit saja dari data genetik riilnya yang dapat mencapai giga byte.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Genetika manusia merujuk pada informasi yang dikumpulkan tentang genom atau warisan genetik individu manusia. Data ini mencakup sekuens DNA, variasi genetik, mutasi, dan informasi lain yang terkait dengan sifat dan karakteristik genetik individu manusia. Data genetika manusia diperoleh melalui serangkaian proses, meliputi penguntaian genetik, pengujian genetik, analisis DNA, dan pemetaan genetik. Data genetika terutama pada manusia merupakan data yang bersifat privat yang harus dilindungi keamanan dan kerahasiaanya. Beberapa penelitian telah menggunakan teknologi Blockchain untuk menyimpan data yang memerlukan keamanan ekstra. Blockchain memberikan solusi untuk perlindungan dan pengelolaan data dengan fitur teknologinya yang terdesentralisasi, terenkripsi, setiap transaksi bisa ditelusuri, dan antitampering atau sulit dimodifikasi. Penelitian menerapkan teknologi Blockchain untuk menyimpan dan mengelola data genetik. Sebagai bahan penelitian data genetika manusia diakusisi dari NCBI repository. Data genetik tersebut disimpan dalam Smart contract pada blockchain Ethereum yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Solidity. Setiap transaksi dan penyimpanan data pada Ethereum dibebankan biaya yang cukup mahal atau yang dikenal dengan biaya gas maka penelitian ini menawarkan solusi hanya menyimpan signature saja dari data genetik itu dalam blockchain. Data genetik yang riil dan berukuran besar disimpan dalam InterPlanetary File System (IPFS). Hasil pengujian menjalankan smart contract pada blockchain Ethereum yang hanya menyimpan signature data genetik ini menunjukkan biaya gas yang sangat efisien karena hanya menyimpan 256 bit saja dari data genetik riilnya yang dapat mencapai giga byte.
Abstract
Human genetics refers to information gathered about the genome or genetic heritage of human individuals. This data includes DNA sequences, genetic variations, mutations, and other information related to individual human genetic traits and characteristics. Human genetic data is obtained through a series of processes, including genetic sequencing, genetic testing, DNA analysis, and genetic mapping. Genetic data, especially in humans, is private data that must be protected by security and confidentiality. Several studies have used Blockchain technology to store data that requires extra security. Blockchain provides solutions for data protection and management with its technological features that are decentralized, encrypted, every transaction can be traced, and anti-tampering or difficult to modify. Research uses Blockchain technology to store and manage genetic data. As research material, human genetic data was acquired from the NCBI repository. The genetic data is stored in Smart contracts on the Ethereum blockchain written using the Solidity programming language. Every transaction and data storage on Ethereum is charged with a fairly expensive fee, known as a gas fee, so this research offers a solution by only storing the signature of the genetic data in the blockchain. The real and large-scale genetic data is stored in the InterPlanetary File System (IPFS). The test results of running a smart contract on the Ethereum blockchain that only stores genetic data signatures show a very efficient gas cost because it only stores 256 bits of real genetic data, which can reach gigabytes.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7558</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.1137558</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 3: Juni 2024; 695-704</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 3: Juni 2024; 695-704</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.113</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7558/1328</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>