Open access Jurnal
Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi Kabupaten Jayawijaya
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan · Vol. 2 No. 1 (2015)
- ISSN
- 2355-6323
- Published
- 2015-04-01
- Publisher
- Universitas Cenderawasih
- Language
- eng
Abstract
SKPG merupakan sistem yang tepat digunakan oleh pemerintah daerah karena SKPG merupakan sistem pengelolaan informasi pangan dan gizi dalam rangka menetapkan kebijakan program pangan dan gizi. Selain itu, informasi pangan dan gizi dapat dipakai untuk menetapkan kebijakan dan tindakan segeraterutama dalam keadaan krisis pangan dan gizi. Berdasarkan kenyataan ini analisis kerawanan pangan melalui kajian SKPG sangat penting artinya bagi upaya pencegahan terjadinya beberapa dampak negatif dari kerawanan pangan, terutama agar berbagai program dengan sumberdaya terbatas dapat betul-betul efektif, efisien dan tepat sasaran dalam menanggulangi masalah kerawanan pangan. Metode Analisa yang diterapkan dalam Kajian SKPG ini, terdiri atas (1) Analisis SKPG, dengan menggunakan analisa rasio dan indeks komposit; (2) Analisis Deskriptif. Hasil analisis yang diperoleh pada umumnya data-data terkait dengan ketersediaan pangan I cukup lengkap, dimana teridentifikasi hanya terdapat 12 distrik yang memiliki data dasar dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya. Selain itu di distrik pemekaran data dasar masih banyak yang belum tersedia. Terkait dengan analisa data, ada sebagian komoditi yang tidak dapat diukur tingkat produktifitasnya, misalkan komoditi ubi jalar (hipere). Hal ini dikarenakan sesuai dengan budaya mereka, panen dilakukan dengan cara mengambil sebagian tanaman untuk konsumsi hari itu, sisanya masih disimpan didalam tanah (lumbung hidup). Kekurangan data pada lokasi penelitian di Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan Daerah, maupun BPS di Kabupaten Jayawijaya disebabkan kurang koordinasinya antara Tenaga Penyuluh Lapangan dengan Badan Ketahanan Pangan Daerah dan Dinas Pertanian. Selain itu kurangnya hubungan yang harmonis antara BKP Daerah dengan tenaga penyuluh lapangan di masing-masing di distrik. Kata Kunci: Ketahanan Pangan, SKPG, Komoditi
Collaboration network of the authors
34 authors · 61 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Mesak Iek | Affiliation unknown | 3 |
| Yundy Hafizrianda | Affiliation unknown | 2 |
| Apolo Safanpo | Affiliation unknown | 2 |
| Thobby Wakarwamu | Affiliation unknown | 2 |
| Quincy F. Kambuaya | Affiliation unknown | 1 |
| Dani Yordan Niki | Affiliation unknown | 1 |
| Elsyan Rienette Marlissa | Affiliation unknown | 1 |
| Klara Wonar | Affiliation unknown | 1 |
| Arius Kambu | Affiliation unknown | 1 |
| Moses Watopa | Affiliation unknown | 1 |
| Otniel Safkaur | Affiliation unknown | 1 |
| Hesty Theresia Salle | Affiliation unknown | 1 |
| Klemens Kodon | Affiliation unknown | 1 |
| Tutun A. Kende | Affiliation unknown | 1 |
| Charlota Stella Kakisina | Affiliation unknown | 1 |
| Yuliana Jitmau | Affiliation unknown | 1 |
| La Maga | Affiliation unknown | 1 |
| Hasan Basri Umar | Affiliation unknown | 1 |
| Anna E. M. Tuwaidan | Affiliation unknown | 1 |
| Flora Yvonne de Quelyoe | Affiliation unknown | 1 |
| Reveline Octaviani | Affiliation unknown | 1 |
| Grace Rosalia Meraudje | Affiliation unknown | 1 |
| Silas Isir | Affiliation unknown | 1 |
| Deasy Rosmina Kresna Kaaf | Affiliation unknown | 1 |
| eli wanggai | Affiliation unknown | 1 |
| obatius wanimbo | Affiliation unknown | 1 |
| junaed junaed | Affiliation unknown | 1 |
| Adrianus Huby | Affiliation unknown | 1 |
| Mujiati Mujiati | Affiliation unknown | 1 |
| Irfan Bae | Affiliation unknown | 1 |
| Arung Lamba | Affiliation unknown | 1 |
| Totok Suharto | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.