Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Deteksi Transaksi Fraud Kartu Kredit Menggunankan Oversampling ADASYN dan Seleksi Fitur SVM-RFECV

Deteksi Transaksi Fraud Kartu Kredit Menggunakan Oversampling ADASYN dan Seleksi Fitur SVM-RFECV

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 1 (2024) · pp. 125–134

DOI
10.25126/jtiik.20241117640
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-02-29
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Perkembangan kejahatan transaksi fraud kartu kredit memberikan dampak kerugian finansial bagi pemegang kartu. Pengembangan model deteksi transaksi fraud menggunakan machine learning telah dilakukan, namun memiliki beberapa tantangan meliputi ketidakseimbangan data serta dimensi dataset yang besar. Penelitian ini mengusulkan pendekatan pengembangan dengan seleksi fitur menggunakan SVM-RFECV dan metode oversampling dengan ADASYN. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan dimensi data serta ketidakseimbangan data yang terjadi. Seleksi fitur dengan SVM-RFECV menghasilkan variabel optimal pada rasio data latih 70% sejumlah 390 variabel, rasio data latih 80% sejumlah 400 variabel dan rasio data latih 90% sejumlah 390 variabel. Metode ADASYN telah memperbaiki ketidakseimbangan data dengan menghasilkan data sintetis berdasarkan rasio oversampling meliputi 100%, 50% dan 25%. Model yang menggunakan data hasil oversampling mengalami peningkatan kinerja AUC dan recall. Kinerja AUC tertinggi dihasilkan sejumlah 88,08% pada data latih 70%, oversampling 100% dan algoritma LGBM. Sedangkan, kinerja recall tertinggi sejumlah 83,08% dihasilkan saat menggunakan data latih 70%, oversampling 100% dengan algoritma AdaBoost. Berdasarkan pembahasan ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan oversampling dengan ADASYN dan seleksi fitur SVM-RFECV dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja AUC dan recall.

English

Perkembangan kejahatan transaksi fraud kartu kredit memberikan dampak kerugian finansial bagi pemegang kartu. Pengembangan model deteksi transaksi fraud menggunakan machine learning telah dilakukan, namun memiliki beberapa tantangan meliputi ketidakseimbangan data serta dimensi dataset yang besar. Penelitian ini mengusulkan pendekatan pengembangan dengan seleksi fitur menggunakan SVM-RFECV dan metode oversampling dengan ADASYN. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan dimensi data serta ketidakseimbangan data yang terjadi. Seleksi fitur dengan SVM-RFECV menghasilkan variabel optimal pada rasio data latih 70% sejumlah 390 variabel, rasio data latih 80% sejumlah 400 variabel dan rasio data latih 90% sejumlah 390 variabel. Metode ADASYN telah memperbaiki ketidakseimbangan data dengan menghasilkan data sintetis berdasarkan rasio oversampling meliputi 100%, 50% dan 25%. Model yang menggunakan data hasil oversampling mengalami peningkatan kinerja AUC dan recall. Kinerja AUC tertinggi dihasilkan sejumlah 88,08% pada data latih 70%, oversampling 100% dan algoritma LGBM. Sedangkan, kinerja recall tertinggi sejumlah 83,08% dihasilkan saat menggunakan data latih 70%, oversampling 100% dengan algoritma AdaBoost. Berdasarkan pembahasan ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan oversampling dengan ADASYN dan seleksi fitur SVM-RFECV dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja AUC dan recall.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 7 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Pendidikan Ganesha
  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Agus HarjokoUniversitas Gadjah Mada1
⁠I Made CandiasaUniversitas Pendidikan Ganesha1
Agung Ukki Galih CahyaningsihAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Deteksi Transaksi Fraud Kartu Kredit Menggunankan Oversampling ADASYN dan Seleksi Fitur SVM-RFECV</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Deteksi Transaksi Fraud Kartu Kredit Menggunakan Oversampling ADASYN dan Seleksi Fitur SVM-RFECV</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Dharmana, I Wayan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Gunadi, I Gede Aris</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Dewi, Luh Joni Erawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">kartu kredit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">deteksi fraud</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">machine learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">data tidak seimbang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">seleksi fitur</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Perkembangan kejahatan transaksi fraud kartu kredit memberikan dampak kerugian finansial bagi pemegang kartu. Pengembangan model deteksi transaksi fraud menggunakan machine learning telah dilakukan, namun memiliki beberapa tantangan meliputi ketidakseimbangan data serta dimensi dataset yang besar. Penelitian ini mengusulkan pendekatan pengembangan dengan seleksi fitur menggunakan SVM-RFECV dan metode oversampling dengan ADASYN. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan dimensi data serta ketidakseimbangan data yang terjadi. Seleksi fitur dengan SVM-RFECV menghasilkan variabel optimal pada rasio data latih 70% sejumlah 390 variabel, rasio data latih 80% sejumlah 400 variabel dan rasio data latih 90% sejumlah 390 variabel. Metode ADASYN telah memperbaiki ketidakseimbangan data dengan menghasilkan data sintetis berdasarkan rasio oversampling meliputi 100%, 50% dan 25%. Model yang menggunakan data hasil oversampling mengalami peningkatan kinerja AUC dan recall. Kinerja AUC tertinggi dihasilkan sejumlah 88,08% pada data latih 70%, oversampling 100% dan algoritma LGBM. Sedangkan, kinerja recall tertinggi sejumlah 83,08% dihasilkan saat menggunakan data latih 70%, oversampling 100% dengan algoritma AdaBoost. Berdasarkan pembahasan ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan oversampling dengan ADASYN dan seleksi fitur SVM-RFECV dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja AUC dan recall.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Perkembangan kejahatan transaksi fraud kartu kredit memberikan dampak kerugian finansial bagi pemegang kartu. Pengembangan model deteksi transaksi fraud menggunakan machine learning telah dilakukan, namun memiliki beberapa tantangan meliputi ketidakseimbangan data serta dimensi dataset yang besar. Penelitian ini mengusulkan pendekatan pengembangan dengan seleksi fitur menggunakan SVM-RFECV dan metode oversampling dengan ADASYN. Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan dimensi data serta ketidakseimbangan data yang terjadi. Seleksi fitur dengan SVM-RFECV menghasilkan variabel optimal pada rasio data latih 70% sejumlah 390 variabel, rasio data latih 80% sejumlah 400 variabel dan rasio data latih 90% sejumlah 390 variabel. Metode ADASYN telah memperbaiki ketidakseimbangan data dengan menghasilkan data sintetis berdasarkan rasio oversampling meliputi 100%, 50% dan 25%. Model yang menggunakan data hasil oversampling mengalami peningkatan kinerja AUC dan recall. Kinerja AUC tertinggi dihasilkan sejumlah 88,08% pada data latih 70%, oversampling 100% dan algoritma LGBM. Sedangkan, kinerja recall tertinggi sejumlah 83,08% dihasilkan saat menggunakan data latih 70%, oversampling 100% dengan algoritma AdaBoost. Berdasarkan pembahasan ini, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan oversampling dengan ADASYN dan seleksi fitur SVM-RFECV dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja AUC dan recall.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7640</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241117640</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 1: Februari 2024; 125-134</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 1: Februari 2024; 125-134</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024111</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7640/1264</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>