Open access Jurnal
Kajian Alokasi Dana Otonomi Khusus Pada Empat Bidang Prioritas Di Kota Jayapura
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan · Vol. 3 No. 1 (2016)
- ISSN
- 2355-6323
- Published
- 2016-04-01
- Publisher
- Universitas Cenderawasih
- Language
- eng
Abstract
Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah: 1) mengidentifikasi dan mereview alokasi dan pemanfatan dana Otsus pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; 2) mengidentifikasi dan mereview aspek perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus untuk peningkatan pelayanan pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; 3) mengukur keberhasilan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus Kota Jayapura untuk peningkatan pelayanan pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Data yang diperoleh dianalisis melalui: 1) analisis statistik deskriptif kuantitatif; 2) analisis studi kasus; 3) Content Analysis; 4) Concept Mapping. Selama kurun waktu 2008-2014, pemerintah Kota Jayapura telah melaksanakan 810 kegiatan yang pembiayaannya dialokasikan melalui dana Otonomi Khusus. Bidang Pendidikan adalah bidang pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus Kota Jayapura. Peningkatan Mutu, Pelayanan dan Non Formal adalah Sub Pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Pendidikan, yaitu sebanyak 115 kegiatan. Kesehatan dasar adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Kesehatan, yaitu sebanyak 121 kegiatan. Komoditi unggulan adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Infrastruktur Dasar, yaitu sebanyak 13 kegiatan. Komoditi unggulan adalah sub pembiayaan dengan jumlah kegiatan terbanyak yang dilaksanakan dengan menggunakan dana Otonomi Khusus Bidang Ekonomi Kerakyatan, yaitu sebanyak 54 kegiatan. Bidang lainnya adalah bidang dengan pengalokasian dana Otonomi Khusus terbesar di Kota Jayapura yang mencapai 30.30 persen selama kurun waktu 2008-2014. Selain bidang tersebut, bidang pendidikan adalah bidang yang juga menerima alokasi dana Otsus yang cukup besar, sedangkan bidang bidang ekonomi, kesehatan dan infrastruktur, hanya mendapat alokasi dana Otsus yang tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pekerjaan Umum adalah SKPD yang mengelola Dana Otonomi Khusus terbesar di Kota Jayapura, yang digunakan untuk melakukan pembangunan OAP melalui Bidang Pendidikan, Kesehatan, Inftrastruktur dasar, dan ekonomi kerakyatan, selama kurun waktu 2008-2014. Kapasitas Aparatur pada SKPD Pengelola Dana OTSUS, perlu memperoleh perhatian serius terkait efektifitas pengelolaan Kebijakan OTSUS di Kota Jayapura. Hal tersebut terindikasi dari hasil jawaban responden yang menyatakan bahwa: 1) terdapat kegiatan yang pelaksanaannya telah sesuai dengan pedoman yang ada, yang pelaksanaanya masih terdapat kegiatan yang penggunaan dananya cukup kecil; 2) Masih terdapat kegiatan yang dilakukan oleh SKPD dengan sedikit melibatkan OAP, dan berkontribusi rendah terhadap penyelesaian masalah-masalah OAPKata kunci: dana otonomi khusus, transparansi, akuntabilitas, kinerja pembangunan
Collaboration network of the authors
29 authors · 70 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Jember
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Transna Putra Urip | Affiliation unknown | 3 |
| Ida Ayu Purba Riani | Affiliation unknown | 3 |
| Yundy Hafizrianda | Affiliation unknown | 2 |
| Agustina Sanggrangbano | Affiliation unknown | 2 |
| Maria Kbarek | Affiliation unknown | 2 |
| Charley M. Bisai | Affiliation unknown | 2 |
| Asael Tiranda | Affiliation unknown | 1 |
| Rachmaeny Indahyani | Affiliation unknown | 1 |
| Ida Ayu Purba Riani | Affiliation unknown | 1 |
| Hendra Kurniawan Maury | Affiliation unknown | 1 |
| Damaris M. Youwe | Affiliation unknown | 1 |
| Yohanes Yanuarius Baru | Affiliation unknown | 1 |
| Robert M. WST. Marbun | Affiliation unknown | 1 |
| Ary Anjani Denis | Affiliation unknown | 1 |
| Tonni Upuya | Affiliation unknown | 1 |
| muhammad ramadhan | Affiliation unknown | 1 |
| Yohan Sumreskosu | Affiliation unknown | 1 |
| Brian Kristianto Yegrim | Affiliation unknown | 1 |
| Dorothy Iriani Hamadi | Affiliation unknown | 1 |
| Eka Putra Kato | Affiliation unknown | 1 |
| Fandini Diamona Jamaludin | Affiliation unknown | 1 |
| Siti Aminah | Universitas Jember | 1 |
| Jasmiati Jasmiati | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmad Hidayat | Affiliation unknown | 1 |
| Yundi Hafizrianda | Affiliation unknown | 1 |
| Bernadetha Lumban Gaol | Affiliation unknown | 1 |
| Hana Margaretha Uamang | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.