Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Peranan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Derajat Kemadirian Fiskal Kabupaten Merauke

Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan · Vol. 4 No. 3 (2017)

DOI
10.56076/jkesp.v4i3.2089
ISSN
2355-6323
Published
2017-12-01
Publisher
Universitas Cenderawasih
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis struktur penerimaan PAD, (2) laju pertumbuhan PAD dan Sumber – sumber PAD. (3) serta untuk menganalisis derajat otonomi fiskal (4) mengetahui tingkat kemampuan Finansial. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Merauke adalah rasio kemandirian keuangan daerah, rasio Ketergantungan Keuangan Daerah, rasio desentralisasi fiskal, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi. Hasil Penelitian membuktikan bahwa (1) Tingkat desentralisasi fiskal Kabupaten Merauke dari tahun 2010 – 2014 masih di bawah 10% Derajat desentralisasi fiskal Kabupaten Merauke masuk kriteria masih “sangat kurang “ yang mengandung arti bahwa Kabupaten Merauke mempunyai tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat yang tinggi. (2) Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Merauke rentang waktu 2010-2014 mengalami fluktuatif. Dengan rata-rata pertumbuhan 12%. (3) Struktur Penerimaan PAD Kabupaten Merauke yang berasal dari sumber-sumber penerimaan menunjukkan bahwa yang memberikan kontribusi terbanyak terhadap PAD adalah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 35,8% atau 33.1 miliar. (4) Tingkat kemampuan finansial pemerintah Kabupaten Merauke dalam membiayai kebutuhan anggaran belanja daerahnya masuk dalam kriteri “Baik dan sangat baik “ yang mengandung arti bahwa Kabupaten Merauke mempunyai tingkat kemandirian kepada pemerintah pusat sudah rendah atau mulai mandiri.Kata Kunci: PAD, Desentralisasi Fiskal, Kemampuan Fiskal

Collaboration network of the authors

40 authors · 95 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Jember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yundy HafizriandaAffiliation unknown5
Charley M. BisaiAffiliation unknown4
Hasan Basri UmarAffiliation unknown3
Transna Putra UripAffiliation unknown3
Marsi Adi PurwadiAffiliation unknown3
Elisabeth Lenny MaritAffiliation unknown2
Balthazar KreutaAffiliation unknown2
Antonia KlaraAffiliation unknown2
Sarlota Arrang RatangAffiliation unknown2
Tzunami Febriani RolloAffiliation unknown2
Zeth F. WaroyAffiliation unknown1
Evi HartatiAffiliation unknown1
Chrisnoxal Paulus RahanraAffiliation unknown1
Aurelianus JehanuAffiliation unknown1
Tierzha A. N. TonapaAffiliation unknown1
Robert M. WST. MarbunAffiliation unknown1
Devilia Lita PalumpunAffiliation unknown1
Siti AminahUniversitas Jember1
Amilien SemborAffiliation unknown1
Delvie SumbungAffiliation unknown1
Hans Z KaiwaiAffiliation unknown1
Herbekti RiandjumahgeAffiliation unknown1
Flora Yvonne de QueloeAffiliation unknown1
Very TikudatuAffiliation unknown1
Tri Listyo HernaningsihAffiliation unknown1
Yohan SumreskosuAffiliation unknown1
Brian Kristianto YegrimAffiliation unknown1
Mahmudah MahmudahAffiliation unknown1
Eka Putra KatoAffiliation unknown1
Puji AstutiAffiliation unknown1
Mesak IekAffiliation unknown1
Dhiar Dwi AtmajaAffiliation unknown1
Yohanes Yanuarius BaruAffiliation unknown1
Agustinus SalleAffiliation unknown1
I Gede Dhanan JayaAffiliation unknown1
Putri WahyuningsihAffiliation unknown1
Agustina SanggrangbanoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JKESP/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Derajat Kemadirian Fiskal Kabupaten Merauke</dc:title>
	<dc:creator>Simamora, Boy Denny P.</dc:creator>
	<dc:creator>Riani, Ida Ayu Purba</dc:creator>
	<dc:creator>Patinggi, P. N.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis struktur penerimaan PAD, (2) laju pertumbuhan PAD dan Sumber – sumber PAD . (3) serta untuk menganalisis derajat otonomi fiskal (4) mengetahui tingkat kemampuan Finansial. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis rasio keuangan untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Merauke adalah rasio kemandirian keuangan daerah, rasio Ketergantungan Keuangan Daerah, rasio desentralisasi fiskal, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi. Hasil Penelitian membuktikan bahwa (1) Tingkat desentralisasi fiskal Kabupaten Merauke dari tahun 2010 – 2014 masih di bawah 10% Derajat desentralisasi fiskal Kabupaten Merauke masuk kriteria masih “sangat kurang “ yang mengandung arti bahwa Kabupaten Merauke mempunyai tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat yang tinggi. (2) Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Merauke rentang waktu 2010-2014 mengalami fluktuatif. Dengan rata-rata pertumbuhan 12%. (3) Struktur Penerimaan PAD Kabupaten Merauke yang berasal dari sumber-sumber penerimaan menunjukkan bahwa yang memberikan kontribusi terbanyak terhadap PAD adalah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 35,8% atau 33.1 miliar. (4) Tingkat kemampuan finansial pemerintah Kabupaten Merauke dalam membiayai kebutuhan anggaran belanja daerahnya masuk dalam kriteri “Baik dan sangat baik “ yang mengandung arti bahwa Kabupaten Merauke mempunyai tingkat kemandirian kepada pemerintah pusat sudah rendah atau mulai mandiri.Kata Kunci : PAD, Desentralisasi Fiskal, Kemampuan Fiskal</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JKESP/article/view/2089</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.56076/jkesp.v4i3.2089</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan; Vol. 4 No. 3 (2017)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan; Vol 4 No 3 (2017)</dc:source>
	<dc:source>2355-6323</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JKESP/article/view/2089/1725</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>