Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

PENINGKATAN PERFORMA DETEKSI SERANGAN MENGGUNAKAN METODE PCA DAN RANDOM FOREST

Peningkatan Peforma Deteksi Serangan menggunakan Metode PCA dan Forest

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 285–290

DOI
10.25126/jtiik.20241127678
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Keamanan jaringan menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi ancaman serangan yang semakin kompleks dan canggih. Deteksi serangan dalam jaringan dapat membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mengindikasikan upaya penetrasi atau serangan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam upaya untuk meningkatkan performa deteksi serangan perlu adanaya penerapan sebuah metode untuk mendeteksi sebuah ancaman. Metode Random Forest adalah algoritma pembelajaran mesin yang memanfaatkan ansambel pohon keputusan. Ansambel tersebut terdiri dari beberapa pohon keputusan independen yang digunakan untuk mengklasifikasikan data. Salah satu karakteristik dari metode Random Forest adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah overfitting dan kualitas prediksi yang baik. Principal Component Analysis (PCA) adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengurangi dimensi data dengan memproyeksikannya ke ruang fitur yang lebih rendah. Hal ini membantu menghilangkan korelasi antar fitur dan mengidentifikasi fitur-fitur penting yang dapat meningkatkan pemisahan antara serangan dan lalu lintas normal. Dalam penelitian ini akan diujikan dengan dataset CIC IOT 2023 yang terdiri dari beberapa tipe serangan. Pengujian model terdiri dari 4 fitur yaitu 5,8,10 dan 47. Hasil deteksi menunjukkan hasil yang memuaskan dengan meningkatkan kinerja dalam mendeteksi serangan hingga mencapai 99,2%

English

Keamanan jaringan menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi ancaman serangan yang semakin kompleks dan canggih. Deteksi serangan dalam jaringan dapat membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mengindikasikan upaya penetrasi atau serangan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam upaya untuk meningkatkan performa deteksi serangan pada jaringan IoT perlu adanaya penerapan sebuah metode untuk mendeteksi sebuah ancaman. Metode Random Forest adalah algoritma pembelajaran mesin yang memanfaatkan ansambel pohon keputusan. Ansambel tersebut terdiri dari beberapa pohon keputusan independen yang digunakan untuk mengklasifikasikan data. Salah satu karakteristik dari metode Random Forest adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah overfitting dan kualitas prediksi yang baik. Principal Component Analysis (PCA) adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengurangi dimensi data dengan memproyeksikannya ke ruang fitur yang lebih rendah. Hal ini membantu menghilangkan korelasi antar fitur dan mengidentifikasi fitur-fitur penting yang dapat meningkatkan pemisahan antara serangan dan lalu lintas normal. Dalam penelitian ini akan diujikan dengan dataset CIC IOT 2023 yang terdiri dari beberapa tipe serangan yaitu DDoS, DoS, Recon, Web-based, Brute Force, Spoofing, dan Mirai. Pengujian model terdiri dari 4 fitur yaitu 5,8,10 dan 47. Hasil deteksi menunjukkan hasil yang memuaskan dengan meningkatkan kinerja dalam mendeteksi serangan hingga mencapai 99,2% Abstract Network security has become increasingly critical in the face of complex and sophisticated threat attacks. Detecting intrusions within a network can aid in identifying suspicious activities indicative of unauthorized penetration attempts or attacks. To enhance intrusion detection performance, the implementation of a method for threat detection is necessary. The Random Forest method, an ensemble machine learning algorithm that leverages multiple independent decision trees, is employed in this study. This method effectively addresses overfitting issues and demonstrates good predictive quality. Principal Component Analysis (PCA), a statistical technique for dimensionality reduction, is utilized to project data into a lower-dimensional feature space. By eliminating correlations between features and identifying important ones, PCA enhances the separation between attacks and normal traffic. This research utilizes the CIC IOT 2023 dataset, encompassing various types of attacks such as DDoS, DoS, Recon, Web-based, Brute Force, Spoofing, dan Mirai. The model testing phase incorporates 4 features: 5, 8, 10, and 47. The detection results indicate a remarkable performance improvement in identifying attacks, achieving an accuracy rate of 99.2%.

Collaboration network of the authors

7 authors · 15 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Dinamika Bangsa
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Kurniabudi KurniabudiUniversitas Dinamika Bangsa2
Lola Yorita AstriUniversitas Dinamika Bangsa2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">PENINGKATAN PERFORMA DETEKSI SERANGAN MENGGUNAKAN METODE PCA DAN RANDOM FOREST</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Peningkatan Peforma Deteksi Serangan menggunakan Metode PCA dan Forest</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Winanto, Eko Arip</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Novianto, Yudi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sharipuddin, Sharipuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wijaya, Ibnu Sani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Jusia, Pareza Alam</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id">Keamanan jaringan menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi ancaman serangan yang semakin kompleks dan canggih. Deteksi serangan dalam jaringan dapat membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mengindikasikan upaya penetrasi atau serangan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam upaya untuk meningkatkan performa deteksi serangan perlu adanaya penerapan sebuah metode untuk mendeteksi sebuah ancaman . Metode Random Forest adalah algoritma pembelajaran mesin yang memanfaatkan ansambel pohon keputusan. Ansambel tersebut terdiri dari beberapa pohon keputusan independen yang digunakan untuk mengklasifikasikan data. Salah satu karakteristik dari metode Random Forest adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah overfitting dan kualitas prediksi yang baik. Principal Component Analysis (PCA) adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengurangi dimensi data dengan memproyeksikannya ke ruang fitur yang lebih rendah. Hal ini membantu menghilangkan korelasi antar fitur dan mengidentifikasi fitur-fitur penting yang dapat meningkatkan pemisahan antara serangan dan lalu lintas normal. Dalam penelitian ini akan diujikan dengan dataset CIC IOT 2023 yang terdiri dari beberapa tipe serangan. Pengujian model  terdiri dari 4 fitur  yaitu 5,8,10 dan 47. Hasil deteksi menunjukkan hasil yang memuaskan dengan meningkatkan kinerja dalam mendeteksi serangan hingga mencapai 99,2%</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Keamanan jaringan menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi ancaman serangan yang semakin kompleks dan canggih. Deteksi serangan dalam jaringan dapat membantu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mengindikasikan upaya penetrasi atau serangan oleh pihak yang tidak berwenang. Dalam upaya untuk meningkatkan performa deteksi serangan pada jaringan IoT perlu adanaya penerapan sebuah metode untuk mendeteksi sebuah ancaman . Metode Random Forest adalah algoritma pembelajaran mesin yang memanfaatkan ansambel pohon keputusan. Ansambel tersebut terdiri dari beberapa pohon keputusan independen yang digunakan untuk mengklasifikasikan data. Salah satu karakteristik dari metode Random Forest adalah kemampuannya dalam mengatasi masalah overfitting dan kualitas prediksi yang baik. Principal Component Analysis (PCA) adalah teknik statistik yang digunakan untuk mengurangi dimensi data dengan memproyeksikannya ke ruang fitur yang lebih rendah. Hal ini membantu menghilangkan korelasi antar fitur dan mengidentifikasi fitur-fitur penting yang dapat meningkatkan pemisahan antara serangan dan lalu lintas normal. Dalam penelitian ini akan diujikan dengan dataset CIC IOT 2023 yang terdiri dari beberapa tipe serangan yaitu DDoS, DoS, Recon, Web-based, Brute Force, Spoofing, dan Mirai. Pengujian model  terdiri dari 4 fitur  yaitu 5,8,10 dan 47. Hasil deteksi menunjukkan hasil yang memuaskan dengan meningkatkan kinerja dalam mendeteksi serangan hingga mencapai 99,2%
 
Abstract
Network security has become increasingly critical in the face of complex and sophisticated threat attacks. Detecting intrusions within a network can aid in identifying suspicious activities indicative of unauthorized penetration attempts or attacks. To enhance intrusion detection performance, the implementation of a method for threat detection is necessary. The Random Forest method, an ensemble machine learning algorithm that leverages multiple independent decision trees, is employed in this study. This method effectively addresses overfitting issues and demonstrates good predictive quality. Principal Component Analysis (PCA), a statistical technique for dimensionality reduction, is utilized to project data into a lower-dimensional feature space. By eliminating correlations between features and identifying important ones, PCA enhances the separation between attacks and normal traffic. This research utilizes the CIC IOT 2023 dataset, encompassing various types of attacks such as DDoS, DoS, Recon, Web-based, Brute Force, Spoofing, dan Mirai. The model testing phase incorporates 4 features: 5, 8, 10, and 47. The detection results indicate a remarkable performance improvement in identifying attacks, achieving an accuracy rate of 99.2%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7678</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127678</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 285-290</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 285-290</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7678/1283</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>