Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Sistem Identifikasi Pembicara Berbahasa Indonesia Menggunakan X-Vector Embedding

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 369–376

DOI
10.25126/jtiik.20241127866
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Penyemat pembicara adalah vektor yang terbukti efektif dalam merepresentasikan karakteristik pembicara sehingga menghasilkan akurasi yang tinggi dalam ranah pengenalan pembicara. Penelitian ini berfokus pada penerapan x-vectors sebagai penyemat pembicara pada sistem identifikasi pembicara berbahasa Indonesia yang menggunakan model speaker identification. Model dibangun dengan menggunakan dataset VoxCeleb sebagai data latih dan dataset INF19 sebagai data uji yang dikumpulkan dari suara mahasiswa dan mahasiswi Informatika Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Fitur-fitur yang digunakan diekstrak dari dataset audio dengan menggunakan dua jenis konfigurasi mel frequency cepstral coefficients (MFCC). Untuk membangun model, fitur-fitur diekstrak dengan menggunakan MFCC, dihitung voice activity detection (VAD), dilakukan augmentasi dan normalisasi fitur menggunakan cepstral mean and variance normalization (CMVN) serta dilakukan filtering. Sedangkan proses pengujian model hanya membutuhkan fitur-fitur yang diekstrak dengan menggunakan MFCC dan dihitung VAD. Selanjutnya, dibangun empat model dengan cara mengombinasikan dua jenis konfigurasi MFCC dan dua jenis arsitektur Deep Neural Network (DNN) yang memanfaatkan Time Delay Neural Network (TDNN). Model terbaik dipilih berdasarkan akurasi tertinggi yang dihitung menggunakan metrik equal error rate (EER) dan durasi ekstraksi x-vectors tersingkat dari keempat model. Nilai EER dari model yang terbaik untuk dataset VoxCeleb1 bagian test sebesar 3,51%, inf19_test_td sebesar 1,3%, dan inf19_test_tid sebesar 1,4%. Durasi ekstraksi x-vectors menggunakan model terbaik untuk dataset data train berdurasi 6 jam 42 menit 39 detik, VoxCeleb1 bagian test berdurasi 2 menit 24 detik, inf19_enroll berdurasi 18 detik, inf19_test_td berdurasi 25 detik, dan inf19_test_tid berdurasi 9 detik. Arsitektur DNN kedua dan konfigurasi MFCC kedua yang telah dirancang menghasilkan model yang lebih kecil, akurasi yang lebih baik terutama untuk dataset pembicara berbahasa Indonesia, dan durasi ekstraksi x-vectors yang lebih singkat.

English

Penyemat pembicara adalah vektor yang terbukti efektif dalam merepresentasikan karakteristik pembicara sehingga menghasilkan akurasi yang tinggi dalam ranah pengenalan pembicara. Penelitian ini berfokus pada penerapan x-vectors sebagai penyemat pembicara pada sistem identifikasi pembicara berbahasa Indonesia yang menggunakan model speaker identification. Model dibangun dengan menggunakan dataset VoxCeleb sebagai data latih dan dataset INF19 sebagai data uji yang dikumpulkan dari suara mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Untuk membangun model, fitur-fitur diekstrak dengan menggunakan Mel-Frequency Cepstral Coeffients (MFCC), dihitung Voice Activity Detection (VAD), dilakukan augmentasi dan normalisasi fitur menggunakan Cepstral Mean and Variance Normalization (CMVN) serta dilakukan filtering. Sedangkan proses pengujian model hanya membutuhkan fitur-fitur yang diekstrak dengan menggunakan MFCC dan dihitung VAD saja. Terdapat 4 (empat) model yang dibangun dengan cara mengombinasikan dua jenis konfigurasi MFCC dan dua jenis arsitektur Deep Neural Network (DNN) yang memanfaatkan Time Delay Neural Network (TDNN). Model terbaik dipilih berdasarkan akurasi tertinggi yang dihitung menggunakan metrik Equal Error Rate (EER) dan durasi ekstraksi x-vectors tersingkat dari keempat model. Nilai EER dari model yang terbaik untuk dataset VoxCeleb1 bagian test sebesar 3,51%, inf19_test_td sebesar 1,3%, dan inf19_test_tid sebesar 1,4%. Durasi ekstraksi x-vectors menggunakan model terbaik untuk data train berdurasi 6 jam 42 menit 39 detik, VoxCeleb1 bagian test berdurasi 2 menit 24 detik, inf19_enroll berdurasi 18 detik, inf19_test_td berdurasi 25 detik, dan inf19_test_tid berdurasi 9 detik. Arsitektur DNN kedua dan konfigurasi MFCC kedua yang telah dirancang menghasilkan model yang lebih kecil, akurasi yang lebih baik terutama untuk dataset pembicara berbahasa Indonesia, dan durasi ekstraksi x-vectors yang lebih singkat. Abstract The speaker embedding is a vector that has been proven effective in representing speaker characteristics, resulting in high accuracy in the domain of speaker recognition. This research focuses on the application of x-vectors as speaker embeddings in the Indonesian language speaker identification system using a speaker identification model. The model is built using the VoxCeleb dataset as training data and the INF19 dataset as testing data, collected from the voices of students of Informatics Department, Universitas Syiah Kuala from the 2019 batch. To build the model, features are extracted using Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC), Voice Activity Detection (VAD) is applied, augmentation and normalization of features are performed using Cepstral Mean and Variance Normalization (CMVN), and filtering is applied. On the other hand, the model testing process only requires features extracted using MFCC and computed VAD. There are 4 (four) models are constructed by combining two configurations of MFCC and two types of Deep Neural Network (DNN) architectures that utilize the Time Delay Neural Network (TDNN). The best model is selected based on the highest accuracy calculated using the Equal Error Rate (EER) metric and the shortest duration of x-vector extraction from the four models. The EER values for the best model on the VoxCeleb1 test dataset are 3.51%, 1.3% for inf19_test_td, and 1.4% for inf19_test_tid. The x-vector extraction duration using the best model for the training dataset is 6 hours 42 minutes 39 seconds, 2 minutes 24 seconds for VoxCeleb1 test part, 18 seconds for inf19_enroll, 25 seconds for inf19_test_td, and 9 seconds for inf19_test_tid. The second DNN architecture and the second MFCC configuration designed result in a smaller model, better accuracy, especially for Indonesian language speaker datasets, and shorter x-vector extraction duration.

Keywords

Collaboration network of the authors

16 authors · 70 co-authorship links · 9 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Ministry of Marine Affairs and Fisheries
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Naufal AlkhalisUniversitas Syiah Kuala1
Haekal Azief HaridhiUniversitas Syiah Kuala1
Cut Nadilla MaretnaUniversitas Syiah Kuala1
Nur FadliUniversitas Syiah Kuala1
Yudi HaditiarUniversitas Syiah Kuala1
Muhammad NandaUniversitas Syiah Kuala1
Maria UlfahUniversitas Syiah Kuala1
Kris HandokoMinistry of Marine Affairs and Fisheries1
Intan MalayanaUniversitas Syiah Kuala1
Arsa Cindy SafitriUniversitas Syiah Kuala1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Sistem Identifikasi Pembicara Berbahasa Indonesia Menggunakan X-Vector Embedding</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Sistem Identifikasi Pembicara Berbahasa Indonesia Menggunakan X-Vector Embedding</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Misbullah, Alim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saifullah Sani, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Husaini</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Farsiah, Laina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Zahnur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Martiwi Sukiakhy, Kikye</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">identifikasi pembicara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">time delay neural network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">x-vectors</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">mel frequency cepstral coefficient</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">equal error rate</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Penyemat pembicara adalah vektor yang terbukti efektif dalam merepresentasikan karakteristik pembicara sehingga menghasilkan akurasi yang tinggi dalam ranah pengenalan pembicara. Penelitian ini berfokus pada penerapan x-vectors sebagai penyemat pembicara pada sistem identifikasi pembicara berbahasa Indonesia yang menggunakan model speaker identification. Model dibangun dengan menggunakan dataset VoxCeleb sebagai data latih dan dataset INF19 sebagai data uji yang dikumpulkan dari suara mahasiswa dan mahasiswi Informatika Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Fitur-fitur yang digunakan diekstrak dari dataset audio dengan menggunakan dua jenis konfigurasi mel frequency cepstral coefficients (MFCC). Untuk membangun model, fitur-fitur diekstrak dengan menggunakan MFCC, dihitung voice activity detection (VAD), dilakukan augmentasi dan normalisasi fitur menggunakan cepstral mean and variance normalization (CMVN) serta dilakukan filtering. Sedangkan proses pengujian model hanya membutuhkan fitur-fitur yang diekstrak dengan menggunakan MFCC dan dihitung VAD. Selanjutnya, dibangun empat model dengan cara mengombinasikan dua jenis konfigurasi MFCC dan dua jenis arsitektur Deep Neural Network (DNN) yang memanfaatkan Time Delay Neural Network (TDNN). Model terbaik dipilih berdasarkan akurasi tertinggi yang dihitung menggunakan metrik equal error rate (EER) dan durasi ekstraksi x-vectors tersingkat dari keempat model. Nilai EER dari model yang terbaik untuk dataset VoxCeleb1 bagian test sebesar 3,51%, inf19_test_td sebesar 1,3%, dan inf19_test_tid sebesar 1,4%. Durasi ekstraksi x-vectors menggunakan model terbaik untuk dataset data train berdurasi 6 jam 42 menit 39 detik, VoxCeleb1 bagian test berdurasi 2 menit 24 detik, inf19_enroll berdurasi 18 detik, inf19_test_td berdurasi 25 detik, dan inf19_test_tid berdurasi 9 detik. Arsitektur DNN kedua dan konfigurasi MFCC kedua yang telah dirancang menghasilkan model yang lebih kecil, akurasi yang lebih baik terutama untuk dataset pembicara berbahasa Indonesia, dan durasi ekstraksi x-vectors yang lebih singkat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Penyemat pembicara adalah vektor yang terbukti efektif dalam merepresentasikan karakteristik pembicara sehingga menghasilkan akurasi yang tinggi dalam ranah pengenalan pembicara. Penelitian ini berfokus pada penerapan x-vectors sebagai penyemat pembicara pada sistem identifikasi pembicara berbahasa Indonesia yang menggunakan model speaker identification. Model dibangun dengan menggunakan dataset VoxCeleb sebagai data latih dan dataset INF19 sebagai data uji yang dikumpulkan dari suara mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Untuk membangun model, fitur-fitur diekstrak dengan menggunakan Mel-Frequency Cepstral Coeffients (MFCC), dihitung Voice Activity Detection (VAD), dilakukan augmentasi dan normalisasi fitur menggunakan Cepstral Mean and Variance Normalization (CMVN) serta dilakukan filtering. Sedangkan proses pengujian model hanya membutuhkan fitur-fitur yang diekstrak dengan menggunakan MFCC dan dihitung VAD saja. Terdapat 4 (empat) model yang dibangun dengan cara mengombinasikan dua jenis konfigurasi MFCC dan dua jenis arsitektur Deep Neural Network (DNN) yang memanfaatkan Time Delay Neural Network (TDNN). Model terbaik dipilih berdasarkan akurasi tertinggi yang dihitung menggunakan metrik Equal Error Rate (EER) dan durasi ekstraksi x-vectors tersingkat dari keempat model. Nilai EER dari model yang terbaik untuk dataset VoxCeleb1 bagian test sebesar 3,51%, inf19_test_td sebesar 1,3%, dan inf19_test_tid sebesar 1,4%. Durasi ekstraksi x-vectors menggunakan model terbaik untuk data train berdurasi 6 jam 42 menit 39 detik, VoxCeleb1 bagian test berdurasi 2 menit 24 detik, inf19_enroll berdurasi 18 detik, inf19_test_td berdurasi 25 detik, dan inf19_test_tid berdurasi 9 detik. Arsitektur DNN kedua dan konfigurasi MFCC kedua yang telah dirancang menghasilkan model yang lebih kecil, akurasi yang lebih baik terutama untuk dataset pembicara berbahasa Indonesia, dan durasi ekstraksi x-vectors yang lebih singkat.
 
Abstract
The speaker embedding is a vector that has been proven effective in representing speaker characteristics, resulting in high accuracy in the domain of speaker recognition. This research focuses on the application of x-vectors as speaker embeddings in the Indonesian language speaker identification system using a speaker identification model. The model is built using the VoxCeleb dataset as training data and the INF19 dataset as testing data, collected from the voices of students of Informatics Department, Universitas Syiah Kuala from the 2019 batch. To build the model, features are extracted using Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC), Voice Activity Detection (VAD) is applied, augmentation and normalization of features are performed using Cepstral Mean and Variance Normalization (CMVN), and filtering is applied. On the other hand, the model testing process only requires features extracted using MFCC and computed VAD. There are 4 (four) models are constructed by combining two configurations of MFCC and two types of Deep Neural Network (DNN) architectures that utilize the Time Delay Neural Network (TDNN). The best model is selected based on the highest accuracy calculated using the Equal Error Rate (EER) metric and the shortest duration of x-vector extraction from the four models. The EER values for the best model on the VoxCeleb1 test dataset are 3.51%, 1.3% for inf19_test_td, and 1.4% for inf19_test_tid. The x-vector extraction duration using the best model for the training dataset is 6 hours 42 minutes 39 seconds, 2 minutes 24 seconds for VoxCeleb1 test part, 18 seconds for inf19_enroll, 25 seconds for inf19_test_td, and 9 seconds for inf19_test_tid. The second DNN architecture and the second MFCC configuration designed result in a smaller model, better accuracy, especially for Indonesian language speaker datasets, and shorter x-vector extraction duration.
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7866</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127866</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 369-376</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 369-376</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7866/1293</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>