Open access Jurnal SINTA 2
Peningkatan Performa Pengenalan Wajah pada Gambar Low-Resolution Menggunakan Metode Super-Resolution
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 1 (2024) · pp. 199–208
- ISSN
- 2528-6579, 2355-7699
- Published
- 2024-02-29
- Publisher
- Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
- Language
- en
Abstract
Bahasa Indonesia
Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) merupakan identitas wajib bagi penduduk Indonesia. Penyimpanan pada cip KTP-el yang mana selain digunakan untuk menyimpan gambar potret wajah individu, juga harus dapat menyimpan identitas lain seperti biodata, tanda tangan, dan sidik jari kiri dan kanan. Keterbatasan tersebut mengharuskan gambar potret wajah disimpan pada ukuran low-resolution (LR) sehingga sistem pengenalan wajah tidak optimal. Dalam penelitian ini, kami menggunakan Poznan University of Technology (PUT) Face database yang terdiri atas 200 gambar dari 100 individu. Data tersebut dilakukan proses down sampling menggunakan bicubic interpolation untuk menghasilkan data LR. Kami menginvestigasi penggunaan metode super-resolution (SR) berbasis deep learning, termasuk DFDNet, LapSRN, GFPGAN, Real-ESRGAN, Real-ESRGAN+GFPGAN, dan FaceSPARNet. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gambar LR. Evaluasi performa dilakukan dengan menggunakan matriks False Rejection Rate(FRR) pada beberapa tingkatan False Acceptance Rate (FAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa metode SR terutama FaceSPARNet menunjukkan peningkatan performa face recognition hingga 2%. Sedangkan, metode SR yang berbasis GAN (GFPGAN, Real-ESRGAN, Real-ESRGAN+GFPGAN) cenderung meningkatkan false reject rate. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode SR dari kategori General Basic CNN-based FSR dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja face recognition pada gambar LR, seperti pada KTP-el.
English
Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) merupakan identitas wajib bagi penduduk Indonesia. Penyimpanan pada cip KTP-el yang mana selain digunakan untuk menyimpan gambar potret wajah individu, juga harus dapat menyimpan identitas lain seperti biodata, tanda tangan, dan sidik jari kiri dan kanan. Keterbatasan tersebut mengharuskan gambar potret wajah disimpan pada ukuran low-resolution (LR) sehingga sistem pengenalan wajah tidak optimal. Dalam penelitian ini, kami menggunakan Poznan University of Technology (PUT) Face database yang terdiri atas 200 gambar dari 100 individu. Data tersebut dilakukan proses down sampling menggunakan bicubic interpolation untuk menghasilkan data LR. Kami menginvestigasi penggunaan metode super-resolution (SR) berbasis deep learning, termasuk DFDNet, LapSRN, GFPGAN, Real-ESRGAN, Real-ESRGAN+GFPGAN, dan FaceSPARNet. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gambar LR. Evaluasi performa dilakukan dengan menggunakan matriks False Rejection Rate(FRR) pada beberapa tingkatan False Acceptance Rate (FAR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa metode SR terutama FaceSPARNet menunjukkan peningkatan performa face recognition hingga 2%. Sedangkan, metode SR yang berbasis GAN (GFPGAN, Real-ESRGAN, Real-ESRGAN+GFPGAN) cenderung meningkatkan false reject rate. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode SR dari kategori General Basic CNN-based FSR dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja face recognition pada gambar LR, seperti pada KTP-el.
Keywords
Collaboration network of the authors
20 authors · 100 co-authorship links · 13 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- National Research and Innovation Agency
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Agus Zainal Arifin | Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 1 |
| Rachmawan Atmaji Perdana | Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi | 1 |
| Tanzi Mubaroq Santoso | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Topan Try Harmanda | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Friyogi Resvy Mahda | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Yahya Andreas Lapian | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Monica Dwi W. S. | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Dionysius Aldion Renata | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Prasetyo Aji | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Meidy Layooari | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Kusnanda Supriatna | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Rully Kusumajaya | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Mohammad Hamdani | National Research and Innovation Agency | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.