Abstract Waropen folklore is an inseparable part of the culture of the Waropen people in Yapen Waropen Regency, Papua. This study aims to examine the character education values contained in Waropen folklore and their relevance in shaping the character of the community. A qualitative approach with ethnographic methods was used to analyze thirteen titles of Waropen folklore. The results showed that Waropen folklore contains various character education values, including love and affection, caring and empathy, cooperation, courage, fortitude and commitment, fairness, helpfulness, humor, independence and self-confidence, loyalty, patience, pride, resourcefulness, and responsibility. These values are internalized by the Waropen community through storytelling and the exemplary figures in the stories. This study shows that Waropen folklore has great potential in developing community character education, especially in instilling moral and ethical values.
Bahasa Indonesia
Cerita rakyat Waropen merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Waropen di Kabupaten Yapen Waropen, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Waropen dan relevansinya dalam pembentukan karakter masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menganalisis tiga belas judul cerita rakyat Waropen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Waropen mengandung berbagai nilai pendidikan karakter, antara lain cinta dan kasih sayang, kepedulian dan empati, kerja sama, berani, keteguhan hati dan komitmen, adil, suka menolong, humor, mandiri dan percaya diri, loyalitas, sabar, rasa bangga, banyak akal, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini diinternalisasi oleh masyarakat Waropen melalui penceritaan dan keteladanan tokoh-tokoh dalam cerita. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Waropen memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan karakter masyarakat, terutama dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.