Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Mediasi Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis Industri Mikro Dan Kecil Kota Balikpapan

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 2 (2024) · pp. 393–400

DOI
10.25126/jtiik.20241127954
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-08-26
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur menjadi momentum pelaku industri mikro kecil untuk mendorong pertumbuhan produktivitas ekonomi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Unit bisnis yang mampu mengadopsi teknologi memungkinkan memperoleh banyak manfaat. Kesenjangan produktivitas antara perusahaan besar dan industri mikro kecil disebabkan kesenjangan adopsi teknologi, akses pendanaan, dan praktik manajerial. Pengembangan klaster berbasis masyarakat dapat meminimalkan kelemahan, terutama di bidang penggunaan teknologi dan sistem informasi. Penelitian ini melihat pengaruh pengalaman digital terhadap kinerja bisnis dengan literasi digital sebagai variabel mediasi. Penelitian mengambil sampel industri mikro dan kecil di Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN. Subyek penelitian adalah pelaku industri pengolahan pangan di kawasan Sentra Industri Kecil Somber. Penelitian kuantitatif menggunakan pemodelan SEM-PLS menggunakan alat analisis WarpPLS 8.0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengalaman digital dan literasi digital secara parsial berpengaruh langsung dan siginifikan terhadap kinerja bisnis. Literasi digital signifikan memediasi hubungan pengalaman digital dan kinerja bisnis pelaku usaha mikro dan kecil Kota Balikapapan.

English

Perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur menjadi momentum pelaku industri mikro kecil untuk mendorong kinerja bisnis di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kesenjangan kinerja operasional, kinerja manajemen dan kinerja pendukung antara perusahaan besar dan IMK disebabkan kesenjangan adopsi teknologi, literasi digital dan pengalaman digital pelaku usaha. Pengembangan klaster berbasis masyarakat dapat meminimalkan kelemahan, terutama di bidang penggunaan teknologi dan sistem informasi. Penelitian ini melihat pengaruh pengalaman digital terhadap kinerja bisnis dengan literasi digital sebagai variabel mediasi. Penelitian mengambil sampel industri mikro dan kecil di Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN. Penelitian ini dilakukan dengan analisis multivariat Structural Equation Model (SEM) pendekatan WarpPLS. Subjek penelitian dilakukan terhadap pemilik usaha di Sentra Industri Kecil Somber. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penambahan variabel baru literasi digital sebagai mediator, pengaruhnya terhadap kinerja bisnis. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengalaman digital dan literasi digital secara parsial berpengaruh langsung dan siginifikan terhadap kinerja bisnis. Literasi digital signifikan memediasi hubungan pengalaman digital dan kinerja bisnis pelaku usaha mikro dan kecil Kota Balikapapan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku industri mikro dan kecil yang mampu memberikan layanan digital dan memiliki kemampuan berinteraksi sosial di dunia digital dengan baik dapat meningkatkan literasi informasi dan kolaborasi dengan pelanggan di layanan digital. Interaksi dan kolaborasi online meningkatkan kinerja bisnis seperti memudahkan pekerjaan tim dalam hal pemenuhan pesanan pelanggan, meningkatkan layanan pelanggan dan pengelolaan pekerjaan. Abstract Moving the capital to East Kalimantan is a momentum for small micro industry players to boost business performance in the buffer zone of the Capital City of the Archipelago (IKN). The operational performance, management performance and support performance gaps between large enterprises and small micro industry are due to gaps in technology adoption, digital literacy and digital experience of business actors. Community-based cluster development can minimize weaknesses, especially in the area of technology use and information systems. This study looks at the effect of digital experience on business performance with digital literacy as a mediating variable. The study takes the sample of micro and small industries in Balikpapan City as one of the buffer cities of IKN. This study was conducted with a multivariate analysis of the Structural Equation Model (SEM) WarpPLS approach. Research subjects were 80 business owners in the Somber Small Industry Center. Originality of this research lies in the addition of new variables of digital literacy as a mediator, its influence on business performance. Hypothesis testing results show that digital experience and digital literacy partially have a direct and significant effect on business performance. Digital literacy significantly mediates the relationship between digital experience and business performance of micro and small businesses in Balikapapan City. Implications of this research show that micro and small industry players who are able to provide digital services and have good social interaction skills in the digital world can improve information literacy and collaboration with customers in digital services. Online interaction and collaboration improve business performance such as facilitating teamwork in terms of customer order fulfillment, improving customer service and work management.

Keywords

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Teknologi Kalimantan
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Mediasi Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis Industri Mikro Dan Kecil Kota Balikpapan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Mediasi Literasi Digital Dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis Industri Mikro Dan Kecil Kota Balikpapan</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Damai Nursyam Hamijaya, Prasis</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Satyaninggrat, Luh Made Wisnu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Rahmah, Khairunnisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">ekonomi kawasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">industri mikro dan kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">pengalaman digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">literasi digital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">kinerja bisnis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur menjadi momentum pelaku industri mikro kecil untuk mendorong pertumbuhan produktivitas ekonomi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Unit bisnis yang mampu mengadopsi teknologi memungkinkan memperoleh banyak manfaat. Kesenjangan produktivitas antara perusahaan besar dan industri mikro kecil disebabkan kesenjangan adopsi teknologi, akses pendanaan, dan praktik manajerial. Pengembangan klaster berbasis masyarakat dapat meminimalkan kelemahan, terutama di bidang penggunaan teknologi dan sistem informasi. Penelitian ini melihat pengaruh pengalaman digital terhadap kinerja bisnis dengan literasi digital sebagai variabel mediasi. Penelitian mengambil sampel industri mikro dan kecil di Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN. Subyek penelitian adalah pelaku industri pengolahan pangan di kawasan Sentra Industri Kecil Somber. Penelitian kuantitatif menggunakan pemodelan SEM-PLS menggunakan alat analisis WarpPLS 8.0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengalaman digital dan literasi digital secara parsial berpengaruh langsung dan siginifikan terhadap kinerja bisnis. Literasi digital signifikan memediasi hubungan pengalaman digital dan kinerja bisnis pelaku usaha mikro dan kecil Kota Balikapapan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur menjadi momentum pelaku industri mikro kecil untuk mendorong kinerja bisnis di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kesenjangan kinerja operasional, kinerja manajemen dan kinerja pendukung antara perusahaan besar dan IMK disebabkan kesenjangan adopsi teknologi, literasi digital dan pengalaman digital pelaku usaha. Pengembangan klaster berbasis masyarakat dapat meminimalkan kelemahan, terutama di bidang penggunaan teknologi dan sistem informasi. Penelitian ini melihat pengaruh pengalaman digital terhadap kinerja bisnis dengan literasi digital sebagai variabel mediasi. Penelitian mengambil sampel industri mikro dan kecil di Kota Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga IKN. Penelitian ini dilakukan dengan analisis multivariat Structural Equation Model (SEM) pendekatan WarpPLS. Subjek penelitian dilakukan terhadap pemilik usaha di Sentra Industri Kecil Somber. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penambahan variabel baru literasi digital sebagai mediator, pengaruhnya terhadap kinerja bisnis. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pengalaman digital dan literasi digital secara parsial berpengaruh langsung dan siginifikan terhadap kinerja bisnis. Literasi digital signifikan memediasi hubungan pengalaman digital dan kinerja bisnis pelaku usaha mikro dan kecil Kota Balikapapan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku industri mikro dan kecil yang mampu memberikan layanan digital dan memiliki kemampuan berinteraksi sosial di dunia digital dengan baik dapat meningkatkan literasi informasi dan kolaborasi dengan pelanggan di layanan digital. Interaksi dan kolaborasi online meningkatkan kinerja bisnis seperti memudahkan pekerjaan tim dalam hal pemenuhan pesanan pelanggan, meningkatkan layanan pelanggan dan pengelolaan pekerjaan.
 
Abstract 
Moving the capital to East Kalimantan is a momentum for small micro industry players to boost business performance in the buffer zone of the Capital City of the Archipelago (IKN). The operational performance, management performance and support performance gaps between large enterprises and small micro industry are due to gaps in technology adoption, digital literacy and digital experience of business actors. Community-based cluster development can minimize weaknesses, especially in the area of technology use and information systems. This study looks at the effect of digital experience on business performance with digital literacy as a mediating variable. The study takes the sample of micro and small industries in Balikpapan City as one of the buffer cities of IKN. This study was conducted with a multivariate analysis of the Structural Equation Model (SEM) WarpPLS approach. Research subjects were 80 business owners in the Somber Small Industry Center. Originality of this research lies in the addition of new variables of digital literacy as a mediator, its influence on business performance. Hypothesis testing results show that digital experience and digital literacy partially have a direct and significant effect on business performance. Digital literacy significantly mediates the relationship between digital experience and business performance of micro and small businesses in Balikapapan City. Implications of this research show that micro and small industry players who are able to provide digital services and have good social interaction skills in the digital world can improve information literacy and collaboration with customers in digital services. Online interaction and collaboration improve business performance such as facilitating teamwork in terms of customer order fulfillment, improving customer service and work management.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7954</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.20241127954</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 2: April 2024; 393-400</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 2: April 2024; 393-400</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.2024112</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/7954/1296</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>