Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PROFIL METAKOGNISI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKADALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA GEOMETRI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER

JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA · Vol. 1 No. 1 (2018)

Published
2018-05-21
Publisher
JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA
Language
eng

Abstract

Metakognisi sangat penting untuk keberhasilan akademis, pemecahan masalah, dan prestasi akademik. Metakognisi yaitu kesadaran berpikir seseorang yang berkaitan dengan pemantauan dan pengaturan secara aktif terhadap proses yang berhubungan dengan aktivitas kognitif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Komponen metakognisi yang dimaksud dalam hal ini adalah pengetahuan tentang kognisi dan pengaturan kognisi. Pengetahuan tentang kognisi meliputi: pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Sedangkan pengaturan kognisi meliputi: perencanaan, keterampilan mengelola informasi, pemantauan, debugging, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) profil metakognisi mahasiswa calon guru matematika perempuan dalam menyelesaikan masalah terbuka geometri(2) profil metakognisi mahasiswa calon guru matematika laki-laki dalam menyelesaikan masalah terbuka geometri. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik think aloud dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV sebanyak 2 orang. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek laki-laki maupun perempuan memanfaatkan pengetahuan metakognisi dalam menyelesaikan masalah, yaitu: (1) pengetahuan deklaratif, misalnya: mengetahui maksud dan tujuan dari masalah. (2) pengetahuan prosedural, misalnya: mengetahui tujuan dari suatu strategi tertentu dan strategi yang tepat serta efektif untuk menyelesaikan suatu masalah. (3) pengetahuan kondisional, misalnya: mengetahui untuk menggunakan strategi tertentu agar lebih efektif. Pengaturan kognisi, yakni: (1) merencanakan misalnya: menetapkan tujuan sebelum menyelesaikan masalah. (2) keterampilan mengelola informasi, misalnya: menyadari bahwa perlu membuat gambar dan menyusun masalah dengan kata-kata sendiri untuk memudahkan memahami masalah, (3) monitoring, misalnya: memantau proses berpikirnya tentang keterkaitan antara langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah, (4) debugging, misalnya: menyadari untuk mengevaluasi rencana jika menemui kegagalan, dan (5) Evaluasi, misalnya: mengetahui ada solusi yang berbeda untuk masalah tersebut.. Kata Kunci: Metakognisi, Masalah Terbuka Geometri, Perbedaan Gender.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
RONALDO KHOAffiliation unknown1
Naftali TahirAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JIMP/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROFIL METAKOGNISI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKADALAM MENYELESAIKAN MASALAH TERBUKA GEOMETRI DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER</dc:title>
	<dc:creator>Paipinan, Matius</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Metakognisi sangat penting untuk keberhasilan akademis, pemecahan masalah, dan prestasi akademik. Metakognisi yaitu kesadaran berpikir seseorang yang berkaitan dengan pemantauan dan pengaturan secara aktif terhadap proses yang berhubungan dengan aktivitas kognitif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Komponen metakognisi yang dimaksud dalam hal ini adalah pengetahuan tentang kognisi dan pengaturan kognisi. Pengetahuan tentang kognisi meliputi: pengetahuan deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Sedangkan pengaturan kognisi meliputi: perencanaan, keterampilan mengelola informasi, pemantauan, debugging, dan  evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) profil metakognisi mahasiswa calon guru matematika perempuan dalam menyelesaikan masalah terbuka geometri(2) profil metakognisi mahasiswa calon guru matematika laki-laki dalam menyelesaikan masalah terbuka geometri. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik think aloud dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester IV sebanyak 2 orang. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek laki-laki maupun perempuan memanfaatkan pengetahuan metakognisi dalam menyelesaikan masalah, yaitu: (1) pengetahuan deklaratif, misalnya: mengetahui maksud dan tujuan dari masalah. (2) pengetahuan prosedural, misalnya: mengetahui tujuan dari suatu strategi tertentu dan strategi yang tepat serta efektif untuk menyelesaikan suatu masalah. (3) pengetahuan kondisional, misalnya: mengetahui untuk menggunakan strategi tertentu agar lebih efektif. Pengaturan kognisi, yakni: (1) merencanakan misalnya: menetapkan tujuan sebelum menyelesaikan masalah. (2) keterampilan mengelola informasi, misalnya: menyadari bahwa perlu membuat gambar dan menyusun masalah dengan kata-kata sendiri untuk memudahkan memahami masalah, (3) monitoring, misalnya: memantau proses berpikirnya tentang keterkaitan antara langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah, (4) debugging, misalnya: menyadari untuk mengevaluasi rencana jika menemui kegagalan, dan (5) Evaluasi, misalnya: mengetahui ada solusi yang berbeda untuk masalah tersebut.. Kata Kunci: Metakognisi, Masalah Terbuka Geometri, Perbedaan Gender.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA</dc:publisher>
	<dc:publisher xml:lang="id-ID">JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JIMP/article/view/179</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA; Vol. 1 No. 1 (2015)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA; Vol 1 No 1 (2015)</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JIMP/article/view/179/161</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA</dc:rights>
</oai_dc:dc>