Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Klasifikasi Intensi dengan Metode Ling Short-Term Memory pada Chatbot Bahasa Indonesia

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 5 (2024) · pp. 1051–1058

DOI
10.25126/jtiik.2024118000
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-10-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

E-government merupakan sebuah konsep pemerintahan yang menyelenggarakan layanan publik secara digital yang didukung oleh teknologi informasi, sehingga menjadi lebih prima. Salah satu bentuk layanan publik digital yang umum ada di berbagai sektor adalah helpdesk. Helpdesk memungkinkan pengguna dapat bertanya atau melaporkan sesuatu untuk kemudian dijawab oleh staf. Permasalahan yang ada adalah ketersediaan staf yang hanya dapat menjawab pada jam kerja, sedangkan pengguna bisa jadi menemukan permasalahan yang urgent di luar jam kerja. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah penerapan chatbot, sehingga dapat melayani kapan pun, sekaligus meringankan kerja dari staf. Penelitian ini mencoba untuk merancang salah satu komponen pada chatbot, yaitu model klasifikasi intensi, dengan metode Long Short-Term Memory. Data yang digunakan merupakan 501 teks riwayat pertanyaan dari database Helpdesk TIK UB yang termasuk ke dalam 7 kelas intensi yang ditentukan. Data akan melalui beberapa tahap prapemrosesan sebelum kemudian dilakukan pemodelan dan beberapa pengujian. Tahap pengujian meliputi pemilihan embedding yang digunakan, pemilihan teknik augmentasi data, dan penyetelan hyperparameter. Hasil dari keseluruhan pengujian, didapatkan model terbaik yang mampu menghasilkan akurasi sempurna untuk data latih dan data uji, serta loss 0,004 untuk data latih dan 0,044 untuk data uji. Abstract E-government is a government concept that organizes digital public services supported by information technology, so that they become more excellent. One form of digital public service that is common in various sectors is the helpdesk. Helpdesk allows users to ask questions or report something to be answered by staff. The problem that exists is the availability of staff who can only answer during working hours, while users may find urgent problems outside of working hours. Therefore, the solution offered is the implementation of a chatbot, so that it can serve at any time, while easing the work of staff. This study attempts to design one of the components of the chatbot, namely the intention classification model, using the Long Short-Term Memory method. The data used are 501 question history texts from the Helpdesk TIK UB database which fall into the 7 specified intensity classes. The data will go through several pre-processing stages before then being modeled and tested. The testing phase includes selecting the embedding used, data augmentation techniques selection, and hyperparameter tuning. The best model is obtained which can produce perfect accuracy for training data and test data, as well as a loss of 0.004 for training data and 0.044 for test data.

English

E-government merupakan sebuah konsep pemerintahan yang menyelenggarakan layanan publik secara digital yang didukung oleh teknologi informasi, sehingga menjadi lebih prima. Salah satu bentuk layanan publik digital yang umum ada di berbagai sektor adalah helpdesk. Helpdesk memungkinkan pengguna dapat bertanya atau melaporkan sesuatu untuk kemudian dijawab oleh staf. Permasalahan yang ada adalah ketersediaan staf yang hanya dapat menjawab pada jam kerja, sedangkan pengguna bisa jadi menemukan permasalahan yang urgent di luar jam kerja. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah penerapan chatbot, sehingga dapat melayani kapan pun, sekaligus meringankan kerja dari staf. Penelitian ini mencoba untuk merancang salah satu komponen pada chatbot, yaitu model klasifikasi intensi, dengan metode Long Short-Term Memory. Data yang digunakan merupakan 501 teks riwayat pertanyaan dari database Helpdesk TIK UB yang termasuk ke dalam 7 kelas intensi yang ditentukan. Data akan melalui beberapa tahap prapemrosesan sebelum kemudian dilakukan pemodelan dan beberapa pengujian. Tahap pengujian meliputi pemilihan embedding yang digunakan, pemilihan teknik augmentasi data, dan penyetelan hyperparameter. Hasil dari keseluruhan pengujian, didapatkan model terbaik yang mampu menghasilkan akurasi sempurna untuk data latih dan data uji, serta loss 0,004 untuk data latih dan 0,044 untuk data uji. Abstract E-government is a government concept that organizes digital public services supported by information technology, so that they become more excellent. One form of digital public service that is common in various sectors is the helpdesk. Helpdesk allows users to ask questions or report something to be answered by staff. The problem that exists is the availability of staff who can only answer during working hours, while users may find urgent problems outside of working hours. Therefore, the solution offered is the implementation of a chatbot, so that it can serve at any time, while easing the work of staff. This study attempts to design one of the components of the chatbot, namely the intention classification model, using the Long Short-Term Memory method. The data used are 501 question history texts from the Helpdesk TIK UB database which fall into the 7 specified intensity classes. The data will go through several pre-processing stages before then being modeled and tested. The testing phase includes selecting the embedding used, data augmentation techniques selection, and hyperparameter tuning. The best model is obtained which can produce perfect accuracy for training data and test data, as well as a loss of 0.004 for training data and 0.044 for test data.

Keywords

Collaboration network of the authors

37 authors · 73 co-authorship links · 5 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Brawijaya
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sigit AdinugrohoUniversity of Brawijaya3
Zahra Asma AnnisaUniversity of Brawijaya2
Tri Hadiah MuliawatiInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Reddy AlexandroInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Fitra Abdurrachman BachtiarUniversity of Brawijaya1
Nathanael Victor DarenohUniversity of Brawijaya1
Chastine FatichahInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Diana PurwitasariInstitut Teknologi Sepuluh Nopember1
Muh. Arif RahmanUniversity of Brawijaya1
Edy SantosaUniversity of Brawijaya1
Satrio Agung WicaksonoUniversity of Brawijaya1
Rochmat SetiyawanUniversity of Brawijaya1
Budi Darma SetiyawanUniversity of Brawijaya1
Ari HernawanUniversity of Brawijaya1
Wayan Firdaus MahmudyUniversity of Brawijaya1
Ghenniy RachmansyahUniversity of Brawijaya1
Yuita Arum SariUniversity of Brawijaya1
Randy Cahya WihandikaUniversity of Brawijaya1
Yurdha Fadhila HernawanUniversity of Brawijaya1
Naziha AzharUniversity of Brawijaya1
Ilham FirmansyahUniversity of Brawijaya1
Indriati .Affiliation unknown1
Anshar ZulhilmiUniversity of Brawijaya1
Muhammad Fathur Rahman KhairulUniversity of Brawijaya1
Aryo PinanditoUniversity of Brawijaya1
Multohadi HamzaturrazakUniversity of Brawijaya1
Abdul JabbarUniversity of Brawijaya1
Candra DewiUniversity of Brawijaya1
Firman AfrialdyAffiliation unknown1
Firman AfrialdyAffiliation unknown1
Candra DewiAffiliation unknown1
Budi Darma SetiawanUniversity of Brawijaya1
Rafi Indra FattahAffiliation unknown1
Rafi Indra FattahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Klasifikasi Intensi dengan Metode Ling Short-Term Memory pada Chatbot Bahasa Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Klasifikasi Intensi dengan Metode Ling Short-Term Memory pada Chatbot Bahasa Indonesia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Al Farisi, Faiz Aulia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Perdana, Rizal Setya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Adikara, Putra Pandu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">LSTM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">embedding</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">augmentasi data</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">BERT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">klasifikasi intensi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">E-government merupakan sebuah konsep pemerintahan yang menyelenggarakan layanan publik secara digital yang didukung oleh teknologi informasi, sehingga menjadi lebih prima. Salah satu bentuk layanan publik digital yang umum ada di berbagai sektor adalah helpdesk. Helpdesk memungkinkan pengguna dapat bertanya atau melaporkan sesuatu untuk kemudian dijawab oleh staf. Permasalahan yang ada adalah ketersediaan staf yang hanya dapat menjawab pada jam kerja, sedangkan pengguna bisa jadi menemukan permasalahan yang urgent di luar jam kerja. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah penerapan chatbot, sehingga dapat melayani kapan pun, sekaligus meringankan kerja dari staf. Penelitian ini mencoba untuk merancang salah satu komponen pada chatbot, yaitu model klasifikasi intensi, dengan metode Long Short-Term Memory. Data yang digunakan merupakan 501 teks riwayat pertanyaan dari database Helpdesk TIK UB yang termasuk ke dalam 7 kelas intensi yang ditentukan. Data akan melalui beberapa tahap prapemrosesan sebelum kemudian dilakukan pemodelan dan beberapa pengujian. Tahap pengujian meliputi pemilihan embedding yang digunakan, pemilihan teknik augmentasi data, dan penyetelan hyperparameter. Hasil dari keseluruhan pengujian, didapatkan model terbaik yang mampu menghasilkan akurasi sempurna untuk data latih dan data uji, serta loss 0,004 untuk data latih dan 0,044 untuk data uji.
 
Abstract
 
E-government is a government concept that organizes digital public services supported by information technology, so that they become more excellent. One form of digital public service that is common in various sectors is the helpdesk. Helpdesk allows users to ask questions or report something to be answered by staff. The problem that exists is the availability of staff who can only answer during working hours, while users may find urgent problems outside of working hours. Therefore, the solution offered is the implementation of a chatbot, so that it can serve at any time, while easing the work of staff. This study attempts to design one of the components of the chatbot, namely the intention classification model, using the Long Short-Term Memory method. The data used are 501 question history texts from the Helpdesk TIK UB database which fall into the 7 specified intensity classes. The data will go through several pre-processing stages before then being modeled and tested. The testing phase includes selecting the embedding used, data augmentation techniques selection, and hyperparameter tuning. The best model is obtained which can produce perfect accuracy for training data and test data, as well as a loss of 0.004 for training data and 0.044 for test data.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">E-government merupakan sebuah konsep pemerintahan yang menyelenggarakan layanan publik secara digital yang didukung oleh teknologi informasi, sehingga menjadi lebih prima. Salah satu bentuk layanan publik digital yang umum ada di berbagai sektor adalah helpdesk. Helpdesk memungkinkan pengguna dapat bertanya atau melaporkan sesuatu untuk kemudian dijawab oleh staf. Permasalahan yang ada adalah ketersediaan staf yang hanya dapat menjawab pada jam kerja, sedangkan pengguna bisa jadi menemukan permasalahan yang urgent di luar jam kerja. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah penerapan chatbot, sehingga dapat melayani kapan pun, sekaligus meringankan kerja dari staf. Penelitian ini mencoba untuk merancang salah satu komponen pada chatbot, yaitu model klasifikasi intensi, dengan metode Long Short-Term Memory. Data yang digunakan merupakan 501 teks riwayat pertanyaan dari database Helpdesk TIK UB yang termasuk ke dalam 7 kelas intensi yang ditentukan. Data akan melalui beberapa tahap prapemrosesan sebelum kemudian dilakukan pemodelan dan beberapa pengujian. Tahap pengujian meliputi pemilihan embedding yang digunakan, pemilihan teknik augmentasi data, dan penyetelan hyperparameter. Hasil dari keseluruhan pengujian, didapatkan model terbaik yang mampu menghasilkan akurasi sempurna untuk data latih dan data uji, serta loss 0,004 untuk data latih dan 0,044 untuk data uji.
 
Abstract
 
E-government is a government concept that organizes digital public services supported by information technology, so that they become more excellent. One form of digital public service that is common in various sectors is the helpdesk. Helpdesk allows users to ask questions or report something to be answered by staff. The problem that exists is the availability of staff who can only answer during working hours, while users may find urgent problems outside of working hours. Therefore, the solution offered is the implementation of a chatbot, so that it can serve at any time, while easing the work of staff. This study attempts to design one of the components of the chatbot, namely the intention classification model, using the Long Short-Term Memory method. The data used are 501 question history texts from the Helpdesk TIK UB database which fall into the 7 specified intensity classes. The data will go through several pre-processing stages before then being modeled and tested. The testing phase includes selecting the embedding used, data augmentation techniques selection, and hyperparameter tuning. The best model is obtained which can produce perfect accuracy for training data and test data, as well as a loss of 0.004 for training data and 0.044 for test data.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8000</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.2024118000</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 5: Oktober 2024; 1051-1058</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 5: Oktober 2024; 1051-1058</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.115</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8000/1231</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>