Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENGGUNAAN MEDIA RUMAH KAKI SERIBU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL BANGUN DATAR DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Journal of Education Papua Baru · Vol. 5 No. 1 (2026) · pp. 79–92

DOI
10.67761/jepb.v5i1.5623
ISSN
2986-3643
Published
2026-06-29
Publisher
FKIP Universitas Cenderawasih
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Abstract: This article transforms a thesis-based draft into a journal article on the use of Rumah Kaki Seribu as an ethnomathematics medium for contextual mathematics learning in grade IV elementary school. The study is grounded in the problem that plane-geometry concepts are often taught abstractly, while learners in Papua Barat live close to cultural artifacts that contain geometric patterns, structures, and spatial relations. Using a qualitative conceptual approach, the article reviews relevant literature, analyzes the mathematical potential of the Arfak traditional house, and reconstructs a contextual learning design based on Contextual Teaching and Learning (CTL). The analysis shows that the roof, wall, floor pattern, stairs, and supporting poles of Rumah Kaki Seribu can be linked with plane shapes, measurement, symmetry, pattern, and early spatial reasoning. The CTL framework enables teachers to guide students from observation of local objects to mathematical abstraction through questioning, inquiry, modeling, learning community, reflection, and authentic assessment. The article argues that culturally rooted media can strengthen conceptual understanding, numeracy literacy, learning motivation, and students' appreciation of local identity. This paper recommends that elementary teachers in Papua Barat integrate Rumah Kaki Seribu into classroom activities, local projects, and concrete-to-abstract learning sequences while maintaining accuracy of mathematical concepts and respect for cultural meaning. Keywords: Ethnomathematics; Rumah Kaki Seribu; Contextual Teaching and Learning; plane geometry; elementary mathematics; Papua Barat Abstrak: Artikel ini merekonstruksi draf berbasis tesis menjadi naskah artikel jurnal tentang penggunaan Rumah Kaki Seribu sebagai media etnomatematika dalam pembelajaran matematika kontekstual kelas IV sekolah dasar. Kajian ini bertolak dari persoalan bahwa konsep bangun datar masih sering diajarkan secara abstrak, padahal peserta didik di Papua Barat hidup dekat dengan artefak budaya yang memuat pola geometris, struktur ruang, dan relasi bentuk. Dengan pendekatan konseptual kualitatif, artikel ini menelaah literatur yang relevan, menganalisis potensi matematis rumah tradisional masyarakat Arfak, dan menyusun ulang desain pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil kajian menunjukkan bahwa bagian atap, dinding, lantai, tangga, dan tiang penyangga Rumah Kaki Seribu dapat dikaitkan dengan bentuk bangun datar, pengukuran, simetri, pola, dan penalaran spasial awal. Kerangka CTL membantu guru membimbing peserta didik dari pengamatan objek budaya menuju abstraksi matematika melalui kegiatan bertanya, menemukan, pemodelan, masyarakat belajar, refleksi, dan penilaian autentik. Artikel ini menegaskan bahwa media berbasis budaya lokal berpotensi memperkuat pemahaman konsep, literasi numerasi, motivasi belajar, dan apresiasi peserta didik terhadap identitas budaya daerah. Rekomendasi utama artikel ini adalah guru sekolah dasar di Papua Barat dapat mengintegrasikan Rumah Kaki Seribu dalam aktivitas kelas, proyek lokal, dan tahapan belajar konkret menuju abstrak dengan tetap menjaga ketepatan konsep matematika serta penghormatan terhadap makna budaya.. Kata kunci: Etnomatematika; Rumah Kaki Seribu; pembelajaran kontekstual; bangun datar; matematika sekolah dasar; Papua Barat

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lusia Narsia AmsadAffiliation unknown3
irjasepriyanyo jenmauAffiliation unknown3
Gatot SugondoAffiliation unknown2
Irwandi Yogo SuakaAffiliation unknown2
MULIARTO RUBEN GIRIK ALLOAffiliation unknown1
MARTHINUS KAYAMEAffiliation unknown1
IRFAN WAHYUDIAffiliation unknown1
Rusdin NaiborhuAffiliation unknown1
Ni Putu Candra WirawatiAffiliation unknown1
Tony Natalian SahertianAffiliation unknown1
Tiurlina SiregarAffiliation unknown1
Praksedes Yeni KoreAffiliation unknown1
Matius PaipinanAffiliation unknown1
Naftali TahirAffiliation unknown1
Yosefin Rianita HadiyantiAffiliation unknown1
Marsintauli MarpaungAffiliation unknown1
Pitriana TandililingAffiliation unknown1
Ratna Julianti KetarenAffiliation unknown1
TRIWIYONO TRIWIYONOAffiliation unknown1
Elizabet KafiarAffiliation unknown1
Mochamad ArbiantoAffiliation unknown1
Lulus Puji AstutiAffiliation unknown1
Matius Pai'pinanAffiliation unknown1
Dewi Kristika Findia Ning TyasAffiliation unknown1
Fitri Novita SariAffiliation unknown1
Frita Hoberthina KelmaskosuAffiliation unknown1
Yosefin HadiyantiAffiliation unknown1
Happy LumbantobingAffiliation unknown1
HamdaniAffiliation unknown1
JONNER NAINGGOLANAffiliation unknown1
Alfonsus Simon DowengAffiliation unknown1
Florida DoloksaribuAffiliation unknown1
Desika SitumorangAffiliation unknown1
Alfa Jais RumbrapukAffiliation unknown1
Marsia Isa BwefarAffiliation unknown1
Alex A. LepaAffiliation unknown1
Natus YalakAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEPB/oai, first harvested 1 Nov 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN MEDIA RUMAH KAKI SERIBU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL BANGUN DATAR DI KELAS IV SEKOLAH DASAR</dc:title>
	<dc:creator>Sapalo, Samuel</dc:creator>
	<dc:creator>Kho, Ronaldo</dc:creator>
	<dc:creator>Albaiti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract: This article transforms a thesis-based draft into a journal article on the use of Rumah Kaki Seribu as an ethnomathematics medium for contextual mathematics learning in grade IV elementary school. The study is grounded in the problem that plane-geometry concepts are often taught abstractly, while learners in Papua Barat live close to cultural artifacts that contain geometric patterns, structures, and spatial relations. Using a qualitative conceptual approach, the article reviews relevant literature, analyzes the mathematical potential of the Arfak traditional house, and reconstructs a contextual learning design based on Contextual Teaching and Learning (CTL). The analysis shows that the roof, wall, floor pattern, stairs, and supporting poles of Rumah Kaki Seribu can be linked with plane shapes, measurement, symmetry, pattern, and early spatial reasoning. The CTL framework enables teachers to guide students from observation of local objects to mathematical abstraction through questioning, inquiry, modeling, learning community, reflection, and authentic assessment. The article argues that culturally rooted media can strengthen conceptual understanding, numeracy literacy, learning motivation, and students' appreciation of local identity. This paper recommends that elementary teachers in Papua Barat integrate Rumah Kaki Seribu into classroom activities, local projects, and concrete-to-abstract learning sequences while maintaining accuracy of mathematical concepts and respect for cultural meaning.
Keywords: Ethnomathematics; Rumah Kaki Seribu; Contextual Teaching and Learning; plane geometry; elementary mathematics; Papua Barat
 
Abstrak: Artikel ini merekonstruksi draf berbasis tesis menjadi naskah artikel jurnal tentang penggunaan Rumah Kaki Seribu sebagai media etnomatematika dalam pembelajaran matematika kontekstual kelas IV sekolah dasar. Kajian ini bertolak dari persoalan bahwa konsep bangun datar masih sering diajarkan secara abstrak, padahal peserta didik di Papua Barat hidup dekat dengan artefak budaya yang memuat pola geometris, struktur ruang, dan relasi bentuk. Dengan pendekatan konseptual kualitatif, artikel ini menelaah literatur yang relevan, menganalisis potensi matematis rumah tradisional masyarakat Arfak, dan menyusun ulang desain pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL). Hasil kajian menunjukkan bahwa bagian atap, dinding, lantai, tangga, dan tiang penyangga Rumah Kaki Seribu dapat dikaitkan dengan bentuk bangun datar, pengukuran, simetri, pola, dan penalaran spasial awal. Kerangka CTL membantu guru membimbing peserta didik dari pengamatan objek budaya menuju abstraksi matematika melalui kegiatan bertanya, menemukan, pemodelan, masyarakat belajar, refleksi, dan penilaian autentik. Artikel ini menegaskan bahwa media berbasis budaya lokal berpotensi memperkuat pemahaman konsep, literasi numerasi, motivasi belajar, dan apresiasi peserta didik terhadap identitas budaya daerah. Rekomendasi utama artikel ini adalah guru sekolah dasar di Papua Barat dapat mengintegrasikan Rumah Kaki Seribu dalam aktivitas kelas, proyek lokal, dan tahapan belajar konkret menuju abstrak dengan tetap menjaga ketepatan konsep matematika serta penghormatan terhadap makna budaya..
Kata kunci: Etnomatematika; Rumah Kaki Seribu; pembelajaran kontekstual; bangun datar; matematika sekolah dasar; Papua Barat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">FKIP Universitas Cenderawasih</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEPB/article/view/5623</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.67761/jepb.v5i1.5623</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Education Papua Baru; Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Education Papua Baru; 79-92</dc:source>
	<dc:source>2986-3643</dc:source>
	<dc:source>10.67761/jepb.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEPB/article/view/5623/3730</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Samuel Sapalo, Ronaldo Kho, Albaiti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>