Jurnal
DERAP PEREMPUAN SARMI MENUJU PAPUA BARU ’MEMBEDAH TANTANGAN, MENUAI HARAPAN’
JURNAL DINAMIKA SOSIAL · Vol. 1 No. 1 (2018)
- Published
- 2018-08-02
- Publisher
- JURNAL DINAMIKA SOSIAL
- Language
- eng
Abstract
Kebijakan politik, pemerintah dan pembangunan menempatkan perempuan sebagai insan bahwa yang disejajarkan dalam pengembangan kualitas sumber Daya Manusia.           Hal tersebut berakar pada: 1). Intervensi kegiatan pemberdayaan yang tidak sesuai kebutuhan perempuan, 2). Ketidak tersediaan data yang memberi daya dukung.           Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah membentang masalah/tantangan (fakta hidup perempuan) dan harapan perempuan Sarmi ke depan.           Artikel menarik dari Siegfried Zoilner /Theodor Rath-Gerber (2006) “ Dalam Michael Raper (2008: 1) terungkap bahwa dalam “Kehidupan Masyarakat Tradisional Perempuan Memberi Pengaruh Besarâ€.Untuk mencermatinya dikatakan bahwa Negara untuk kesejahteraannya, bukan rakyat ada demi prestise Negara.           Faktual tersebut dikaitkan dengan progres pendidikan wanita Sarmi, hasil penelitian Herman Kareth dkk (2011: 37 ) menemukan perempuan Sarmi berjumlah 5.629 orang, terdapat perempuan Sarmi yang buta huruf atau tidak sempat mengenyang pendidikan di 10 Distrik berjumlah 1.742 orang (31 %).           Melandasi latar belakang pemikiran dan tujuan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu atau untuk menentukan frekuensi atau penyebaran suatu populasi perempuan Sarmi di 5 Suku besar 5.69 orang dengan jumlah perempuan yang terbanyak berdomisili di wilayah Socio-Cultural: Sobey 2.268 perempuan, Manirem 1.101 perempuan, Armaty 459 perempuan, Isirawa 648 perempuan dan Rumbuay 1.020 perempuan.           Populasi perempuan Sarmi di 5 Suku besar 5.629 orang dengan jumlah perempuan yang terbanyak berdomisili di wilayah Socio – Cultural: Sobey 2.268 perempuan dan Rumbuay: 1.020 perempuan           Perempuan Sarmi yang tamat sekolah dasar: 1.370 (24%), SLTP: 692 (12%), dan SLTA: 489 (9%). Sedangkan jenjang SO, S1 dan S2 lebih sedikit: SO: 45, S1: 16 sedangkan S2: 3 perempuan.Selain itu perempuan Sarmi yang putus sekolah rata-rata di 10 Distrik yaitu: Putus SD: 319, SLTP: 41, SLTP: 22 dan SO: 1 orang perempuan.           Data lain yang sangat menonjol adalah tingkat Buta Huruf mencapai 1.742 perempuan (31%), terdapat kecenderungan angka Buta Huruf tinggi di: Distrik Pantai Barat: 397 perempuan Distrik Tor atas: 289 perempuan.                                           Kata KunciÂ: Derap Perempuan, Membedah Tantangan, Menuai Harapan
Collaboration network of the authors
No co-authors found in Melola yet.