Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Model Deep Learning Untuk Klasifikasi Objek Pada Gambar Fisheye

Model Deep Learning untuk Klasifikasi Objek pada Gambar Fisheye

Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) · Vol. 11 No. 3 (2024) · pp. 519–528

DOI
10.25126/jtiik.938047
ISSN
2528-6579, 2355-7699
Published
2024-07-31
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Bahasa Indonesia

Pengenalan suatu objek secara otomatis adalah suatu pekerjaan yang sangat penting seperti halnya untuk mengidentifikasi sebuah objek tertentu. Jika hal ini dilakukan oleh manusia maka akan sulit untuk mendapatkan hasil yang baik dengan konsisten, oleh sebab itu digunakan komputer. Komputer dapat mengenali objek selayaknya kemampuan manusia dalam mengenali objek, dengan cara mengamati gambar yang diperoleh dari kamera, dan menerapkan metode pengenalan pada gambar tersebut. Pada penelitian ini metode pengenalan objek akan dikembangkan dengan menggunakan kamera fisheye yang memiliki luas tangkap empat kali kamera konvensional. Metode pengenalan objek yang digunakan yaitu deep learning dengan arsitektur CNN (Convolution Neural Network). CNN memiliki kemampuan untuk mengenali objek dalam gambar. Model CNN yang digunakan terdiri dari 1 layer, 2 layer, 3 layer, dan 7 layer. Sedangkan untuk melatih dan memvalidasi model tersebut digunakan 900 gambar dataset. Hasil pengujian pada penelitian Skripsi ini menunjukan bahwa pada 7 layer CNN menghasilkan nilai presisi, recall dan akurasi tertinggi dengan komposisi nilai presisi 98,56%, recall 98,5% dan akurasi 98,59%. Nilai tersebut menunjukan bahwa hasil klasifikasi terhadap ketiga klasifikasi objek gambar manusia pada gambar fisheye dapat dilakukan dengan sangat baik.

English

Pengenalan suatu objek secara otomatis adalah suatu pekerjaan yang sangat penting seperti halnya untuk mengidentifikasi sebuah objek tertentu. Jika hal ini dilakukan oleh manusia maka akan sulit untuk mendapatkan hasil yang baik dengan konsisten, oleh sebab itu digunakan komputer. Komputer dapat mengenali objek selayaknya kemampuan manusia dalam mengenali objek, dengan cara mengamati gambar yang diperoleh dari kamera, dan menerapkan metode pengenalan pada gambar tersebut. Pada penelitian ini metode pengenalan objek akan dikembangkan dengan menggunakan kamera fisheye yang memiliki luas tangkap empat kali kamera konvensional. Metode pengenalan objek yang digunakan yaitu deep learning dengan arsitektur CNN (Convolution Neural Network). CNN memiliki kemampuan untuk mengenali objek dalam gambar. Model CNN yang digunakan terdiri dari 1 layer, 2 layer, 3 layer, dan 7 layer. Sedangkan untuk melatih dan memvalidasi model tersebut digunakan 900 gambar dataset. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukan bahwa pada 7 layer CNN menghasilkan nilai presisi, recall dan akurasi tertinggi dengan komposisi nilai presisi 98,56%, recall 98,5% dan akurasi 98,59%. Nilai tersebut menunjukan bahwa hasil klasifikasi terhadap ketiga klasifikasi objek gambar manusia pada gambar fisheye dapat dilakukan dengan sangat baik. Abstract Object recognition is an important method of identifying object in an image. If this method is carried out by the humans, it is difficult to work continuously, therefore, it can be done by a computer. The computer can recognize an object on an image taken from a camera as if a human if it is trained whit a certain dataset of be object. In this research, a method a recognizing object is developed by using images captured from a fisheye camera. This camera provides better field of view four times then confessional camera. The object recognition method relies on convolutional neural network architecture that has capability to recognize object on an image. The CNN model is developed in four types of models. The first model consists of 1 layer, while the second model consist of 2 layers. The thread model consists of 3 layers, while the last consist of 7 layers. The number of datasets used for training and testing each model is 900 images. The experiment results showed that the four model which consist of 7 layers provide the best result. This is confirmed by the number of precisions, recall, and accuracy, which reach 98,56%, 98,5%, and 98,59% respectively. This result means that can classify three different objects of human on fisheye images well.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 35 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Nurtanio
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ike Yuni WulandariUniversitas Nurtanio7

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/en/oai, first harvested 27 Okt 2026, last seen 27 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id">Model Deep Learning Untuk Klasifikasi Objek Pada Gambar Fisheye</dc:title>
	<dc:title xml:lang="en">Model Deep Learning untuk Klasifikasi Objek pada Gambar Fisheye</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Putri, Riza Ayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Suryadi Satyawan, Arief </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Prihantono, Johanes Adi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id"> Linggi, Rinda Safana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Paramita, I Gusti Ayu Putri Surya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id"> Iswarawati, Ni Kadek Emy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Akbar, Fabian</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Utomo, Prio Adjie </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Deep Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Convolution Neural Network</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Layer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Fisheye</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id">Pengenalan suatu objek secara otomatis adalah suatu pekerjaan yang sangat penting seperti halnya untuk mengidentifikasi sebuah objek tertentu. Jika hal ini dilakukan oleh manusia maka akan sulit untuk mendapatkan hasil yang baik dengan konsisten, oleh sebab itu digunakan komputer. Komputer dapat mengenali objek selayaknya kemampuan manusia dalam mengenali objek, dengan cara mengamati gambar yang diperoleh dari kamera, dan menerapkan metode pengenalan pada gambar tersebut. Pada penelitian ini metode pengenalan objek akan dikembangkan dengan menggunakan kamera fisheye yang memiliki luas tangkap empat kali kamera konvensional. Metode pengenalan objek yang digunakan yaitu deep learning dengan arsitektur CNN (Convolution Neural Network). CNN memiliki kemampuan untuk mengenali objek dalam gambar. Model CNN yang digunakan terdiri dari 1 layer, 2 layer, 3 layer, dan 7 layer. Sedangkan untuk melatih dan memvalidasi model tersebut digunakan  900 gambar dataset. Hasil pengujian pada penelitian Skripsi ini menunjukan bahwa pada 7 layer CNN menghasilkan nilai presisi, recall dan akurasi tertinggi dengan komposisi nilai presisi 98,56%, recall 98,5% dan akurasi 98,59%. Nilai tersebut menunjukan bahwa hasil klasifikasi terhadap ketiga klasifikasi objek gambar manusia pada gambar fisheye dapat dilakukan dengan sangat baik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="en">Pengenalan suatu objek secara otomatis adalah suatu pekerjaan yang sangat penting seperti halnya untuk mengidentifikasi sebuah objek tertentu. Jika hal ini dilakukan oleh manusia maka akan sulit untuk mendapatkan hasil yang baik dengan konsisten, oleh sebab itu digunakan komputer. Komputer dapat mengenali objek selayaknya kemampuan manusia dalam mengenali objek, dengan cara mengamati gambar yang diperoleh dari kamera, dan menerapkan metode pengenalan pada gambar tersebut. Pada penelitian ini metode pengenalan objek akan dikembangkan dengan menggunakan kamera fisheye yang memiliki luas tangkap empat kali kamera konvensional. Metode pengenalan objek yang digunakan yaitu deep learning dengan arsitektur CNN (Convolution Neural Network). CNN memiliki kemampuan untuk mengenali objek dalam gambar. Model CNN yang digunakan terdiri dari 1 layer, 2 layer, 3 layer, dan 7 layer. Sedangkan untuk melatih dan memvalidasi model tersebut digunakan  900 gambar dataset. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukan bahwa pada 7 layer CNN menghasilkan nilai presisi, recall dan akurasi tertinggi dengan komposisi nilai presisi 98,56%, recall 98,5% dan akurasi 98,59%. Nilai tersebut menunjukan bahwa hasil klasifikasi terhadap ketiga klasifikasi objek gambar manusia pada gambar fisheye dapat dilakukan dengan sangat baik.
 
Abstract 
 
Object recognition is an important method of identifying object in an image. If this method is carried out by the humans, it is difficult to work continuously, therefore, it can be done by a computer.  The computer can recognize an object on an image taken from a camera as if a human if it is trained whit a certain dataset of be object. In this research, a method a recognizing object is developed by using images captured from a fisheye camera. This camera provides better field of view four times then confessional camera. The object recognition method relies on convolutional neural network architecture that has capability to recognize object on an image. The CNN model is developed in four types of models. The first model consists of 1 layer, while the second model consist of 2 layers. The thread model consists of 3 layers, while the last consist of 7 layers. The number of datasets used for training and testing each model is 900 images. The experiment results showed that the four model which consist of 7 layers provide the best result. This is confirmed by the number of precisions, recall, and accuracy, which reach 98,56%, 98,5%, and 98,59% respectively. This result means that can classify three different objects of human on fisheye images well.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8047</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25126/jtiik.938047</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol 11 No 3: Juni 2024; 519-528</dc:source>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer; Vol. 11 No. 3: Juni 2024; 519-528</dc:source>
	<dc:source>2528-6579</dc:source>
	<dc:source>2355-7699</dc:source>
	<dc:source>10.25126/jtiik.113</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8047/1310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>