Penelitian Persepsi dan Perilaku Masyarakat terhadap kejadian banjir pada Wilayah Rawan Banjir dan Genangan di Distrik Abepura Kota Jayapura dilakukan dengan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat yang berdomisili di wilayah yang sering terjadi banjir dan genangan di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Wahno dan Kelurahan Wai Mhorocok Distrik Abepura Kota Jayapura. Penelitian ini memanfaatkan perpaduan antara sumber data primer dan data sekunder yang bersumber dari berbagai pihak terutama instansi terkait yaitu Distrik Abepura dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Secara garis besar analisis dibagi dalam tiga kegiatan yang dilakukan secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman 1992). Analisis data dilakukan secara terus-menerus mulai saat penyusunan konseptual penelitian, saat pengumpulan data di lapangan dan sesudahnya. Berdasarkan hasil analisis persepsi masyarakat diketahui masyarakat mempersepsikan bahwa kejadian banjir yang terjadi di wilayah Distrik Abepura dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor alam berupa tingginya curah hujan, faktor topografi dan faktor manusia seperti kurangnya kesadaran dalam hal penataan lingkungan yang baik. Hasil analisis perilaku masyarakat menunjukan bahwa sebagian kecil warga yang menunjukan perilaku ramah lingkungan yaitu dengan cara mencegah terjadinya banjir dan juga melakukan tindakan pemulihan. Sedangkan sebagian besar warga berperilaku tidak ramah lingkungan yang tercermin dalam tindakan merusak dan mengabaikan/membiarkan. Tindakan pembiaran berupa tidak melakukan upaya untuk memperbaiki kondisi yang telah rusak, terutama sungai dan drainase yang tertutup sampah dan vegetasi. Faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat adalah efek dari bencana itu sendiri yaitu; efek kritis, efek tanggul dan efek adaptasi
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.